
Namun Syafiq memelankan vedionya dan melihat setiap detik gerakkannya.
"Hm... memang ada yang janggal," ucap Syafiq.
Patung itu di ambil mengunakan sesuatu, bukan dengan tangan langsung, makanya ia bergoyang, jika tiba-tiba hilang dari kamera CCTV, itu karena kamera tersebut tidak sampai di tempat itu dan mereka bisa membuat patung itu seperti menghilang.
"Aku yakin, jika yang mengambil ini pasti terlebih dahulu di rencanakan, dan aku rasa rencananya cukup lama dan setiap sudut dan tempat itu ia sangat mengetahuinya," ucap Syafiq.
"Jadi menurut kamu apa pelakunya bisa di temukan," ucap pak Hadi berharap.
"Aku saat ini belum memastikannya, ada dua kemungkinan, yang pertama adalah orang yang tau tentang mesium ini sehingga ia bisa saja merencanakannya setiap melihat mesium ini, ya kedua yaitu pengunjung, setia dia datang, ia memotret tempat ini dan menandai titik koordinat yang bisa ia lakukan untuk masuk gedung tanpa terlihat," ucap Syafiq.
"Kamu benar sekali, jika pengunjung pasti sangat sulit di temukan," ucap pak Hadi tak bersemangat.
"Silakan leptopnya," ucap Syafiq menyerahkan laptop tersebut kepada pria paruh baya itu.
Syafiq tersadarkan oleh sesuatu.
"Begitu ya, aku harus mencari buktinya agar bisa menebak pelakunya," ucap Syafiq dalam hati sambil menyeringai.
"Ayo kita periksa tempat kejadian, moga saja kita menemukan sesuatu," ucap Syafiq.
Mereka beranjak dari kursi tersebut dan menuju tempat patung yang di curi.
"Bang polisi, tolong periksa di atas atap, ambil saja apa yang mencurigakan, termasuk atap yang copot," bisik Syafiq kepada Brima.
"Siap! Laksanakan!" ucap Brima. Ia pun membawa bawahannya yang lain untuk memanjat ke atas atap.
"Kalian apa ada yang menemukan sesuatu?" tanya Syafiq kepada polisi lain.
"Tidak ada," ucap mereka mengelengkan kepala.
__ADS_1
"Dia sangat teliti sehingga tidak meninggalkan jejak dan membuat para penjaga tidak sadar," ucap Syafiq.
"Saya juga sudah meminta orang pintar untuk melihat pencurinya, dan ia mengatakan jika itu di curi oleh makhluk gaib, dan ia sedang mencari makhluk gaib itu dan ingin mencari di mana ia sembunyikan patung itu," ucap pak Hadi.
Syafiq dan Glinda melihat ke arah pak Hadi dengan mata sayup.
Tak lama, orang pintar yang di sebutkan itu datang bersama 2 orang bawahannya.
"Pak Malik, bagaimana? Apa sudah di temukan?" tanya Pak Hadi menghampiri orang pintar itu.
"Hm... ini sangat sulit karena patung itu sangat jauh di sembunyikan, kami perlu beberapa bahan lagi seperti jeringau dan kemeyan agar bisa melihat tempat itu," ucap pak Malik.
"Oh begitu, baiklah saya akan menyuruh bawahan saya untuk membelikan bahan yang bapak mau," ucap pak Hadi.
"Kalian coba cari jeringau dan kemeya," perintah pak Hadi.
"Siap Tuan," ucap bawahannya, 2 orang pergi mencarinya di toko-toko.
"Kamu sudah menemukan pelakunya?" tanya Glinda.
"Boleh di katakan sudah, namun aku harus punya bukti yang kuat untuk menujukkan pelakunya," ucap Syafiq.
"Apa yang harus kita lakukan, pelaku itu pekerjaannya sangat bersih sehingga dari tadi para polisi yang lain tidak menemukan apa-apa," ucap Glinda kecewa.
"Sehebat apa pun dia, aku tidak akan melepaskan dia," ucap Syafiq.
"Baiklah, kita tunggu bang polisi menemukqn sesuatu, di atas sana," ucap Syafiq.
"Atas mana?" tanya Glinda melihat atap mesium itu.
"Di atas atap, aku menyuruhnya ke atas sana," ucap Syafiq menunjuk ke atas.
__ADS_1
"Pantas saja mereka menghilang ternyata kamu yang menyuruhnya.
Tak lama bawahan pak Hadi datang membawa jeringau dan kemeyan.
"Ini Tuan bqhan yang Anda inginkan," ucap pak Hadi menyerahkan kepada Pak Malik.
"Oh iya, ada yang kurang satu lagi," ucap Pak Malik.
"Apa itu Tuan?" tanya pqk Hadi menantikan.
"Uang 5 juta," ucap pak Malik.
"Tapi bukannya Anda sudah memintanya 3 juta?" tanya pak Hadi heran.
"Iya jika bapak memberikan saya uang 5 juta karena saya akan melakukan di sini," ucap Pak Malik.
"Hm... baiklah," angguk pak Hadi meskipun ia ragu-ragu.
Pak malik pun membakar kemeyan dan jeringau beserta bahan-bahan lainnya yang di bawa oleh anak buahnya.
"Letakkan semua barangnya di sana," perintah pak Malik kepada anak buahnya.
Pak Malik menata semua barang-barang dan sesajennya, berupa rokok, bunga 7 warna, beras, air yang sudah di baca, dan lain-lain beserta uang 5 juta ia taruh di atas beras tersebut.
Syafiq hanya bisa mengelengkan kepalanya.
Pak Malik pun beraksi sambil membaca mantranya.
"Syafiq, kami sudah menemukan benda yang kamu suruh cari," ucap Brima menuju kenarah Syafiq.
"Terima kasih bang polisi," ucap Syafiq menerimanya.
__ADS_1
Bersambung