SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 162


__ADS_3

"Baiklah, itu jika mereka mau," ucap Syafiq mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo, mana makanannya?" tanya Sahara tanpa basa basi.


"Kalian datang aja langsung kesini, di sini kami sedang di restoran tepi pantai," ucap Syafiq.


"Share lokasinya," ucap Sahara.


"Oke!" jawab Syafiq memutuskan panggilannya dan segera mengirim lokasi terkini.


Para gadis itu pun bersiap-siap dan mereka pun masuk mobil.


"Anda ingin memesan apa Tuan?" tanya pelayan restoran itu menyerahkan buku menunya.


"Hm... aku pesan minuman aja dulu, menjelang teman-temanku datang," ucap Syafiq. "Aku mau Jus buah jeruk saja," sambungnya.


"Aku juga sama," jawab Yedi.


"Baiklah tunggu sebentar ya," ucap pelayan itutersenyum dan kemudian ia menuju Dapur.


"Oh iya, aku janjinya mau ngasih kamu jam tangankan, nih jam tangannya sama bonus parfum juga," ucap Syafiq meletakan kotak jam tangan dan perfum di atas meja.


"Waaaaaw... harganya sangat fantastic," ucap Yedi membelalakan matanya melihat harga yang tertera.


"Berapa?" tanya Syafiq, karena ia mengambil tadi tanpa melihat harga.

__ADS_1


"220 juta," jawab Yedi.


"Apa! Huhuhu... rugi besar aku😭😭," batin Syafiq.


"Makasih ya, sering-sering aja begini," ucap Yedi senang, ia menyimpan parfum di saku baju dalamnya dan memakai jam tangan di tangannya.


"Ini minumannya Tuan, silakan," ucap pegawai itu.


"Terima kasih cantik," ucap Yedi tersenyum.


Tak lama kemudian, para gadis-gadis itu sampai di tempat tujuan mereka dan mencari-cari Syafiq.


Melihat mereka datang, Syafiq mengangkat tangan dan melambai.


"Di sini!" teriak Syafiq.


Mereka berempat pun melihatnya dan menuju meja Syafiq.


"Tenang, aku sudah punya koki, dan kita tinggal mencari tempat yang strategis saja lagi," ucap Syafiq.


"Siapa?" tanya Jelita penasaran.


"Koki yang masak tempat kita makan waktu kita semua sakit perut," ucap Syafiq.


"Apa! No no no, kamu jangan gila donk Syafiq, bagaimana jika pelanggannya sakit perut kayak kemaren bisa hancur restorannya," larang Sahara.


"Bukan dia yang melakukannya," sahut Glinda.


"Oh ya, lalu siapa?" tanya Sahara penasaran.


"Pelayannya dan menyuruhnya koki yang lain," jawab Glinda. "Dan menemukan pelakunya dia," ucap Glinda sambil mengelus leher belakangnya melihat ke arah Sahara.

__ADS_1


"Syafiq maksudnya?" tanya Sahara.


"Ha'ah," jawab Glinda memiringkan sudut bibirnya.


"Wah... aku harus banyak belajar banyak nih sama Syafiq," ucap Grizelda.


"Nggak perlu, kamu cukup urus saja perusahaanku," ujar Syafiq.


Yedi terdiam bagaikan kursi.


"Hay Gaes, kalian mau pesan apa, dari tadi asik ngobrol aja apa nggak kering tenggorokan kalian?" tanya Yedi memotong pembicaraan mereka.


"Iya nih, aku padahal udah laper banget, lupa deh gara-gara ngerumpi," ucap Sahara.


"Mbak kami mau pesan," panggil Jelita kepada salah satu pelayan yang ingin mengambil piring kotor.


"Oh iya, sebentar ya, saya ambilkan buju lalu menunya," ucap pegawai itu berlari di meja dan mengambil buku menuju ke arah Syafiq.


"Kalian mau pesan apa?" tanya Yedi.


"Aku mau steak sapi sama jus buah ses.... kalian," Syafiq balik bertanya.


"Sama semuanya," jawab Glinda.


"Waaahhhh,,, emang yang lain sama seleranya," tanya Jelita.


"Anggap saja semuanya sama," sahut Glinda.


"Oke! pesan steak sapi ya sama jus buah," pesan Glinda kepada pelayan tersebut


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2