SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 263


__ADS_3

"Kedatangan Kami ke sini karena ada sesuatu hal, yaitu tanah bukit cinta itu adalah milik kakek saudara Ahmad, tapi malah tanah itu di ambil penerintah karena tanah itu tak bersurat, kami mintak kebijakan bapak sebagai lurah untuk mengembalikannya tanah itu kepada saudara Ahmad," ucap ketua RT.


"Jika tanah tu tanpa surat bagaimana kami bisa membantunya?" tanya pak lurah.


"Pak lurah, Anda bisa jadi lurah kenapa?" tanya Syafiq.


"Itu karena… saya… saya di pilih oleh rakyat," ucap pak lurah.


"Karena itu, bantulah rakyat bapak ini untuk mengambil haknya kembali, pemerintah seharusnya tidak begitu, mereka di pilih oleh rakyat seharusnya untuk rakyat, bukan setelah di pilih oleh rakyat lalu melupakannya dengarkan jeritan rakyat, hak mereka juga harus di perjuangkan," ucap Syafq.


"Baiklah, saya akan membuat surat pengantarnya, akan saya kirim nanti ke email ke bapak kepala desa," ucap pak lurah.


"Baiklah, jika begitu saya harap masalah tanah ini cepat selesai, nanti kami akan datang lagi, kami permisi dulu," ucap Syafiq.


"Baiklah," angguk pak lurah.


Syafiq dan yang lain pun pergi dari kantor tersebut.


"Terima kasih bang atas bantuannya," ucap pria itu.


"Sama-sama, tapi kalian jangan bikin orang takut lagi, jika kalian tak mau bukit ini ternodai lagi, lebih baik kalian tutup dulu, nanti jika sudah ada kejelasan itu terserah pada kalian," ucap Syafiq.


"Baiklah, terima kasih atas bantuan kalian semua," ucap pria itu.


"Iya sama-sama, jika begitu kami permisi," ucap Syafiq.


Syafiq dan yang lainnya masuk mobil, sedangkan yang lainnya pulang rumah masing-masing.

__ADS_1


"Udah jam berapa ini, udah laper banget," ucap Sahara.


"Iya, kita mampir ke restoran saja," ucap Syafiq.


"Baiklah," angguk Sahara.


Sesampainya di sebuah restoran, Syafiq masuk di perkarangan restoran yang terpencil, namun memberi nuansa yang asri dan hijau.


Yedi, Brima dan Glinda juga ikut ke restoran tersebut.


"Wah, tempat ini nyaman juga," ucap Sahara.


"Silakan masuk, Nona dan Tuan," ucap pegawai restoran.


Syafiq dan yang lainnya duduk di meja yang sama. karyawan itu memberikan buku menunya.


"Hm… aku pilih lobster panggang mozarella sama cumi bakar baberqiu, minumannya jeruk peras," ucap Syafiq.


"Hm… aku lobster asam pedas, sama kepiting rebus, minumannya jeruk peras," ucap Sahara.


"Baiklah, yang lain?" tanya pegawai itu.


"Aku ikut pesan Syafiq aja deh," ucap Yedi.


"Aku juga sama," ucap Glinda.


"Ya aku juga," ucap Brima.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu, harap menunggu," ucap pegawai itu pergi kebelakang.


"Hey kalian tidak ada ikut aku kah?" tanya Sahara.


"Aku nggak sempat buat milih ini dan itu, jawaban yang tercepat adalah 'Samakan semua','' ucap Glinda.


"Ikh kakak, kakak kan bisa ikut pesananku," ucap Sahara cemberut.


"Aku mau, tapi aku nggak suka kepiting rebus," ucap Glinda.


"Huh! Aku sendiri yang berbeda," ucap Sahara.


"Tapi aneh juga sih, tempat yang seperti ini malah makanannya sea food, biasanya restoran seperti ini makanannya seharusnya bukan Sea food," ucap Brima.


"Apa'an?" tanya Glinda.


"Dinosaurus," ucap Brima terkekeh.


"Iya, hewan purba itu sangat mirip denganmu," ucap Glinda menimpuk muka Brima.


"Aduhh! Sakit tauk," ucap Brima memegang kepalanya.


Tak lama kemudian, makanan mereka pun datang


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2