SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 67


__ADS_3

Dan Ririn malah menabrak tembok.


"Aduuhh!" teriak Ririn memegang kepalanya yang sakit.


Grizelda makan sambil menundukan kepalanya tak berani menatap Sahara secara langsung.


Pesanan Sahara pun siap, Ririn segera mengatarnya.


"Terima kasih," ucap Sahara mengambil sumpitnya lalu menyantapnya.


Ririn segera datang kepada bosnya. "Bos, aku minta izin mau gabung dengan temanku yang di sana," ucap Ririn.


"Ya sudah, buat mereka sering datang kesini ya," ucap bosnya.


"Siap bos," ucap Ririn membuka celemeknya dan datang ke meja Syafiq.


"Hey," sapa Ririn ikut bergabung bersama mereka.


"Lho? Kamu nggak kerja?" tanya Syafiq.


"Aku di bolehin gabung sama kalian, yang penting, sering-sering saja kesini," ucap Ririn tersenyum.


"Oh ya, bagaimana kabar Ayahmu?" tanya Syafiq memegang garpu sambil melihat ke arah Ririn.


"Berkat bantuanmu, dia baik-baik saja dan dia juga sudah kerumah sakit dengan uang yang kamu berikan, dan ia sekarang sedang istirahat dirumah," ucap Ririn tersenyum bangga.


Grizelda dan Sahara melihat kearah Ririn yang senyam senyum kepada Syafiq.


"Ya sama-sama," jawab Syafiq mengangguk.

__ADS_1


"Hm... itu Syafiq tadi aku juga lupa mau bilang makasih, udah belikan baju ini, makasih ya," ucap Grizelda.


Giliran Sahara dan Ririn melihat ke arah Grizelda.


"Iya sama-sama," Syafiq kembali mengangguk.


Sedangkan Sahara mau bilang apa? Syafiq emang pernah beliin baju tapi itu udah lama, nggak mungkin dia bilangnya makasih sekarangkan?


"Syafiq, makasih ya udah traktir makanan, jadi hari ini aku yang traktir, selama ini kamu sering traktir aku, aku jadi nggak enak sama kamu," ucap Sahara tersenyum.


Kali ini Grizelda dan Ririn melihat ke arah Sahara.


"Ah, nggak usah, masa laki-laki traktir wanita," tolak Syafiq.


"Kalian udah lama kenalnya?" tanya Ririn ragu-ragu.


"Iya, aku teman lamanya, satu kampus lagi," jawab Sahara merangkul pundak Syafiq dan mendekatkan ke bahunya.


"Oh iya Grizelda, rumah kamu di mana biar sekalian aku antar, siapa tau rumahmu searah dengan rumah Sahara," tanya Syafiq.


"Aku belum berani pulang, bagaimana jika mereka bisa pulang dan balas dendam dan aku bisa mati di tempat," ucap Grizelda.


"Benar juga ya," ucap Syafiq mengangguk-angguk. "Ya sudah kamu tidur di rumahku untuk sementara waktu," ujar Syafiq.


Ririn dan Sahara melihat ke arah Syafiq, seolah-olah mereka tak terima atas keputusan Syafiq.


Ding ding


Misi baru

__ADS_1


Di samping penjual baju, seorang ibu-ibu sedang mencuri pakaian


Hadiah 800.000.000.


"Hm... aku pergi sebentar ya, sebentar aja," ujar Syafiq berlari meninggalkan mereka berempat.


Mereka berempat terdiam membisu dan jadi canggung. Yedi malah ikut-ikutan canggung.


Yang hanya bisa di lakukan Yedi melirik gadis 3 orang di hadapannya, yang biasanya ia sudah terbiasa dengan Sahara tapi kali ini ia malah segan ingin berbicara.


Syafiq masuk ke dalam toko baju itu dan berjalan masuk.


"Orang sebanyak ini, bagaimana aku mencarinya?" tanya Syafiq sambil mencari-cari.


Di samping Syafiq ada seorang ibu-ibu dengan cepat mengambil baju, biasanya jika orang itu benar-benar ingin membeli baju, maka ia memilih dulu tapi ibu yang ini mengambil asalan saja dan memasukkannya ke dalam tas.


Ia pun melirik kiri dan kanan, dengan cepat Syafiq berpura-pura tidak lihat dan pura-pura memilih baju.


Ibu itu pun langsung pergi meninggalkan toko bajunya.


Syafiq mengikuti ibu itu dari belakang dan Ibu itu keluar. Syafiq juga mengikutinya lalu mengapai pundaknya.


"Buk, mencuri itu perbuatan buruk," ucap Syafiq tiba-tiba.


Ibu itu melihat ke arah Syafiq. "Saya tidak mencuri," jawab Ibu itu.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2