
Syafiq menjadi geram, ia menyuruh pengawal itu untuk menelanjanginya.
"Buka bajunya dan beri dia makan harimau," ucap Syafiq.
Pengawal itu saling berpandangan.
"Lakukan saja," ucap bapak itu.
"Baik Tuan," angguk Pengawal itu dan mereka merobek baju wanita itu.
"Ampuni aku, ampuni aku, aku akan memberi tahunya!" teriaknya memohon.
"Baiklah, tapi beri tahu kami di mana tempatnya," ucap Syafiq.
"Penawar itu... penawar itu ada di dalam kamarku," jawabnya.
"Ayo kita ke kamarmu," ucap Syafiq membawa wanita itu ke kamarnya.
"Tapi kamu harus tunggu di luar," ucap wanita itu kepada Syafiq.
"Ah! Hanya orang bodoh yang mempercayai ucapanmu," ucap Syafiq ikut masuk ke dalam kamar.
Wanita itu menunduk di dekat lemari tapi entah apa yang dia lakukan.
"Itu obat penawarnya," ucapnya menunjuk di tembok dan Syafiq melihat ke arah yang di tunjuk wanita itu, dia pun kabur lewat jendela.
Dengan sigap Syafiq menarik kakinya dan membawanya masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Sepertinya kamu belum puas main-mainnya, aku akan mengajakmu main-main," ucap Syafiq menarik baju wanita itu hingga sebagian bajunya terbuka.
Syafiq melanjutkan merobek roknya dan ia pun menjerit.
"Bunuh saja aku!" teriaknya.
"Aku tidak akan membunuhmu sebelum penawar itu aku dapatkan," ucap Syafiq marah.
"Akan aku beri tahu, tapi kamu janji akan melepaakanku," tawarnya.
"Itu bukan keputusanku, itu adalah keputusan Tuan besar sendiri, aku hanya bertugas melepaskannya," ucap Syafiq.
Bapak itu pun datang masuk ke kamar bersama istrinya.
__ADS_1
"Berikan penawarnya, kami janji akan melepaskanmu, asal kamu tidak datang dan menganggu kebahagian kami lagi," ucap ibu anak itu.
"Apa aku harus memberi kepada kalian yang memamerkan kebahagian kelian kepadaku, Aku tak rela," ucapnya sambil menangis.
"Jadi apa yang harus kami lakukan agar kau memberikan penawarnya?" tanya bapak itu berharap.
Wanita itu melempar obat penawar itu sungai yang mengalir di samping rumah bapak itu.
"Hahaha, jika kalian dapat maka kalian beruntung," ujarnya sambil tertawa.
Para pengawal itu langsung menuju sungai tersebut dan berenang untuk mengambil penawar tersebut.
"Penawar itu kalian dapat atau tidak, aku tak peduli," ucapnya.
Ia pun memecah kaca jendela dan mengambil pecahan kaca tersebut.
"Apa yang ingin kau lakukan!" teriak istri tuan besar itu kaget.
"Pengawal cepat buang kaca di tangannya," perinta bapak itu.
"Jangan mendekat, atau kalian juga aku bunuh," ancamnya menodongkan serpihan kaca di tanganya.
Bapak itu mengisyaratkan pengawalnya agar tidak mendekat. Pengawal itu berhentikan langkahnya.
Istri bapak itu menjerit saat melihat darah yang sudah mengenang di lantai, tubuh pelayan itu pun jatuh terkulai.
"Ya sudahlah, ini adalah ke inginannya sendiri, bawa jasadnya, kita akan makamkan jasadnya di pemakaman umum, saya harap tidak ada yang tahu alasan dia meninggal," ucap bapak itu.
Pengawal itu membawa tubuhnya keluar dari kamar tersebut dan menyuruh pelayan lain untuk segera membersihkan jasadnya.
Pengawal yang mencari obat penawar tadi pun pulang membawa penawarnya pulang.
"Syukurlah penawarnya sudah di temukan, berikan kepadanya," ucap bapak itu menyuruh pengawal itu memberikan kepada Syafiq.
Syafiq menerima penawar itu dan membukan mulut anak itu lalu menuangkan cairan berwarna putih itu dan kembali anak itu memuntahkan darah dari mulutnya, kali ini sangat banyak.
Anak itu bangun dan ia kembali menangis sambil memegang dadanya.
"Apa ada yang sakit?" tanya Syafiq.
"Dadaku sakit," ucap anak itu.
__ADS_1
Syafiq memegang dadanya dan ia mengusap dada anak itu dengan kuat dan kali ini cairan hitam keluar dari mulutnya.
"Apa masih sakit?" tanya Syafiq.
"Tidak," jawab anak itu mengeleng.
Ayah anak itu memeluk anaknya dengan erat. "Syukurlah kamu sembuh," ucap bapak itu.
Istrinya pun mendekat dan memeluk anaknya dan mereka saling berpelukan.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.056.740.000.000
Selamat Anda mendapatkan 100 poin
Poin Anda menjadi 180 poin
"Syukurlah, semua sudah berakhir," ucap Syafiq.
"Wah kamu memang orang para normal ya," puji Emerson merangkul pundak Syafiq.
"Siapa tadi yang ketakutan minta aku keluar dari barisan?" tanya Syafiq melihat Emerson.
"Tadinya aku menang meragukanmu, tapi kali ini aku mempercayaimu 100%," ucap Emeson mengacungkan jempol.
"Tidak usah memujiku berlebihan, hari ini adalah hari keberuntunganku, aku tidak tahu jika bertemu seperti ini lagi aku bisa menyembuhkan atau tidak," ucap Syafiq.
"Siapa nama Anda Tuan?" tanya bapak itu.
"Syafiq," jawab Syafiq.
"Saya akan memberikan hadiah yang lebih dari pada yang sudah di janjikan," ucap bapak itu.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih