SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 133


__ADS_3

Wanita itu pun berhenti mendadak.


Emerson pun menelpon polisi dan tak lama polisi pun datang.


"Ayo ikut kami ke kantor polisi sekarang dan berikan kami keterangan," ucap polisi itu.


"Ayo Syafiq ikut aku ke kantor polisi," ajak Emerson.


"Kayaknya tidak bisa, temanku tinggal di sana dan dia tidak bisa berbahasa inggris, masalah saksi, wanita itu saja saksinya," ucap Syafiq.


"Ya sudahlah jika begitu, nanti aku temui lagi di hotel ya," ucap Emerson masuk ke mobil polisi, sedangkan mobil sewaan tadi Syafiq yang bawa.


Syafiq pun kembali ke hotel.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 7.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 29.501.000.000.


Selamat Anda mendapatkan 50 poin.


Poin Anda menjadi 210 poin.


Syafiq pun sampai di hotel. Ia pun segera masuk ke dalam hotel dan mendapatkan Grizelda tidak ada di kamar.


"Kemana gadis itu, mana ponsel belum daftar internasional lagi," gerutu Syafiq.


Dan ia pun mencarinya dan menemui resepsionis.


"Apa Anda ada melihat gadis ini keluar?" tanya Syafiq memperlihatkan foto di ponselnya yang pernah ia ambil diam-diam.

__ADS_1


"Tidak ada Tuan," ucap pegawai itu.


"Oh baiklah jika begitu," angguk Syafiq. Tiba-tiba ia ingat sesuatu. "Oh iya tadi aku memberinya uang, mungkin ia mencari makanan," ucap Syafiq berbalik berbadan.


"Di mana restoran yang berada di hotel ini?" tanya Syafiq.


"Ada di lantai paling atas Tuan," jawab pegawai itu.


"Oh baiklah terima kasih," ucap Syafiq.


"Sama-sama," jawab pegawai itu.


Syafiq pun berlari menuju arah restoran di lantai atas.


Sesampainya di sana, Syafiq melihat di sekeliling dan mendapati Grizelda sedang duduk menyantap makanannya sambil melihat pemandangan.


"Grizelda," panggil Syafiq.


Grizelda pun melihatnya. "Kamu," ucap Grizelda.


"Oh iya, aku lupa," ucap Grizelda.


"Tapi ngomong-ngomong kok kamu bisa sampai di sini, siapa yang memberi tahumu?" tanya Syafiq penasaran.


"Oh tadi aku ketemu sama pegawai di sini dan dia orang indonesia, jadi dia membawaku ke sini," ucap Grizelda menjelaskan.


"Oh Syukurlah jika begitu, tapi di mana dia?" tanya Syafiq celingak-celinguk.


"Tentu saja dia bekerja, nanti setelah selesai, dia akan kesini," ucap Grizelda.


"Laku-laki apa perempuan?" tanya Syafiq.


"Perempuan," jawab Grizelda mensruput minumnya.

__ADS_1


"Pesan aku makanan donk, laper banget," ucap Syafiq mengosok perutnya.


"Kamukan bisa bahasa inggris ya pesan sendirilah, aku aja Evelin yang pesankan," ucap Grizelda.


"Oh namanya Evelin," angguk Syafiq.


"Permisi, aku mau pesan makanan," panggil Syafiq kepada pegawai yang sedang lewat.


"Baik, Anda mau pesan apa?" tanya pegawai itu memberikan buku menunya.


"Aku pesan yang ini, yang ini dan ini," ucap Syafiq menunjuk menu makanannya.


"Baiklah, silakan Anda menunggu ya," ucap Pegawai itu.


Syafiq mengangguk.


Pegawai itu pun pergi kedapur.


"Terus bagaimana dengan teman barunu itu?" tanya Grizelda.


"Sekarang dia di kantor polisi," jawab Syafiq.


"Apa! Ngapain dia di sana?" tanya Grizelda kaget. "Kalian nggak ngapa-ngapainkan, tidak terjadi apa-apa padamukan?" tanya Grizelda khawatir.


"Ya enggaklah, dia itu mau di bunuh oleh Pacar dan sahabatnya dan ia melapor ke polisi, dan itu dia memberi keterangan," jawab Syafiq.


"Oh, tapi kasian banget ya, di khianati sama orang yang di cintai dan di khianati orang yang ia percayai, untung saja ketahuan kalau nggak dia pasti mati dalam penyesalan," ucap Grizelda menyayangkan.


"Mau gimana lagi, keduanya sepakat ingin mengambil harta Emerson," jawab Syafiq.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2