
Syafiq pun melajukan mobilnya dan ia mampir sebentar di perusahaannya untuk mengambil jam tangan dan sebotol parfum dan ia kembali lagi dan membelikan buah-buahan 1 mobil L 300.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 7.000.000
Sisa hadiah Anda 1.968.500.400.000
Tuuuut
Tuuuut
Tuuuut
"Halo," jawab Yedi.
"Halo, kamu di mana?" tanya Syafiq.
"Aku sedang di dalam mobil menuju rumahmu," jawab Yedi.
"Tapi mau ke rumah sakit, kamu tunggu aku di jalan, kita ke rumah sakit bareng," ucap Syafiq.
"Oke! Aku tunggu depan Ratu cafe," ucap Yedi.
"Oke!" jawab Syafiq memutuskan panggilannya.
Setelah melihat Ratu Cafe, Mobil Syafiq pun berhenti.
"Hey Syafiq, akhirnya kamu sampai juga, ayo kita berangkat," ucap Yedi.
"Ayo," angguk Syafiq dab kemudian mobil mereka berjala beriringan.
"Hey Syafiq, itu mobil buah terus mengikutimu, apa jangan-jangan dia penguntit!" teriak Yedi dari dalam mobilnya.
"Dia bukan penguntit, aku memang memesankan buah-buahan untuk Roni," jawab Syafiq.
"Apa! hahahha... kau ingin membuat perutnya buncit makan buah-buahan'?" tanya Yedi tertawa.
"Dia sakit, wajarlah aku bawakan buah-buahan untuk orang sakit," jawab Syafiq tersenyum licik.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit dan banyak teman-teman kampus yang datang menjengguuknya.
__ADS_1
Syafiq dan Yedi pun masuk dalam rumah sakit.
"Permisi," ucap Yedi menongolkan kepalanya.
"Ya silakan masuk," ucap Ibu Roni tersenyum ramah.
Syafiq dan Yedi pun masuk ke ruangan.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Syafiq yang menahan tawanya karena kepalanya di bungkus seperti mummy.
"Jangan sok perhatian kamu," ucap Roni ketus.
"Roni, kamu nggak boleh begitu, semua teman kamu gitukan, nanti kamu nggak punya teman," ucap ibunya lembut.
"Aku tidak mau berteman dengan wajah menyebalkan seperti mereka," ucap Roni lagi.
"Kamu nggak boleh gitu ucapannya, mereka sudah berbaik hati datang untuk menjenggukmu," ucap ibu.
"Mereka itu datang untuk menertawakanku," ucap Roni lagi.
"Maafkan Roni ya, dia selama sakit sangat sensitif," ucap ibunya.
"Iya, kami ngerti kok Bu," angguk Syafiq.
"Oh iya, aku ada beli buahh-buahan untuk Roni, berhubungan aku tidak tahu buah apa yang di sukai Roni, jadi aku beli saja buah secara acak, semoga Roni suka," ucap Syafiq tersenyum.
Syafiq pun menelpon tukang buah tersebut untuk membawakan buah tersebut ke dalam ruangan.
Tukang buah itu membawakan buah-buahan tersebut ke dalam ruangan hingga tempatnya penuh dengan buah.
"Hey! Apa-apaan ini, kau ingin membuat ruangan ini menjadi toko buah!" ucap Roni geram.
"Ini niat baikku, masa kamu nggak mau menerimanya, maaf ya Bu jika saya menganggu anak ibu, jika begitu buahnya saya bawa kembali jika niat baik saya tak di terima dengan baik," ucap Syafiq memasang wajah sedih.
"Eh jangan, Ibu sangat berterima kasih kamu sudah membawakan buah-buahan untu Roni, terima kasih ya," ucap ibu Roni.
"Aku tidak akan memakan buah darinya, siapa uang tahu di dalamnya sudah di taruh racun," ucap Roni tak suka.
"Aku tidak seburuk itu Roni, ini adalah tanya keiklasanku padamu," ucap Syafiq.
"Ibu mewakili Roni berterima kasih sudah datang," ucap ibu.
__ADS_1
"Baik Bu, jika begitu kami permisi dulu, semoga Roni cepat sembuh," ucap Syafiq menyalami ibu Roni.
"Iya, hati-hati di jalan," pesan Ibu Roni.
"Mati saja kau di jalanan," maki Roni sambil mengabil buah apel lalu melempar ke arah pintu yang di tutup oleh Syafiq.
Syafiq dan Yedi tertawa di balik pintu.
Tririring
Tririring
Tririrng
Ponsel Syaiq berbunyi.
"Halo," jawab Syafiq.
"Syafiq, kok kamu nggak pulang-pulang, janjinya tadi kamu mau ngasih uang, dan juga kami sangat lapar, kirimkan kami makanan," ucap Sahara.
"Baiklah-baiklah, tapi aku mungkin akan pulang telat," ucap Syafiq.
"Terserah, tapi kirimkan kami makanan enak," ucap Sahara.
"Baiklah, kirimkan nomor rekening kalian, aku akan mentrasferkan uangnya," ucap Syafiq.
"Terima kasih Syafiq, muah," ucap Sahara mematikan ponselnya.
"Astaga, aku bagaikan memelihara kelinci rakus di rumahku," ucap Syafiq.
"Kenapa, apa para gadis itu main di rumahmu?" tanya Yedi.
"Bukan hanya main, mereka tinggal di rumahku, rumahku itu bagaikan kost gratis untuk mereka," jawab Syafiq manyun.
"Hahahaha... kau sangat keren bro, bisa mengaet 4 orang gadis sekali gus," ucap Yedi bangga sambil menepuk-nepuk pundak Syafiq.
"Ayo kita pergi makan sekalian membungkuskan makanan untuk mereka," ucap Syafiq.
"Ayo," angguk Yedi.
Dan mereka kembali ke mobilnya dan menuju restoran dekat pantai.
__ADS_1
"Wah... di sini sangat enak, kenapa kamu tidak menyuruh para gadis itu ke sini saja, ngumpul bareng?" Saran Yedi.
Bersambung.