SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 83


__ADS_3

Syafiq menuju mobilnya dan di ikuti Glinda dengan wajah manyun.


Mereka berdua pun masuk mobil dan Syafiq pun menginjak gas meluncur pergi.


"Ya udah Griz, kami pergi dulu ya, nggak takutkan?" tanya Jelita.


"Nggak kok, tadi malam itu kan hanya boongan," ucap Grizelda.


"Kami pergi dulu ya, dada," ucap Jelita melambaikan tangan. Sahara juga melambaikan tangan.


Sesampainya di kantor polisi, Glinda langsung turun dari mobil Syafiq dan langsung melapor kepada komandannya.


"Glinda, di mana baju seragammu?" tanya komandannya.


Glinda melihat tubuhnya dan ternyata ia menggunakan baju yang ia pesan tadi malam.


"Maaf komandan bajunya ketinggalan karena buru-buru," jawab Glinda tegas


"Saya tidak mau mendengarkan alasan apa pun, kamu jemput kembali bajumu," ucap komandan itu.


"Siap komandan," ujar Glinda balik badan dan pergi.


"Ada apa denganmu? Kau tadi malam tidur di rumah Syafiqkan? Apa yang terjadi denganmu mengunakan pakaian baju mini begini?" tanya Brima terkekeh.


"Jangan ngomong asal kamu ya Brima, aku memang tidur di rumahnya tapi aku bersama 3 gadis itu," jawab Glinda dengan tatapan yang seperti ingin menerkam.


"Ups, aku cuma bercanda aja kok," ucap Brima.

__ADS_1


Glinda kembali ke mobil Syafiq. "Baju ku ketinggalan di rumahmu tolong anterin aku kembali donk," pinta Glinda.


"Hm... bagaimana ya? Aku harus berangkat kuliah nih," ucap Syafiq mengerutkan dahinya.


"Ayo donk anterin aku," pinta Glinda.


"Anterin nggak ya?" ujar Syafiq bercanda.


"Kamu jangan kayak gitu donk," ujar Glinda manyun.


"Ya udah, ya udah ayo cepat," ujar Syafiq dan Glida kembali tersenyum.


Syafiq membelokkan mobilnya dan meluncur pergi kembali ke rumahnya.


Ding ding.


Pemutilasi anak di umur 3 tahun di jalan merak.


Hadiah 1.000.000.000.


Syafiq membelokkanl mobilnya.


"Lho? inikan bukan jalan pulang kerumahmu, ke mana kita?" tanya Glinda heran.


"Udah nggak usah heran, nanti juga akan tahu, yang pastinya membuat kamu aman hari ini," ujar Syafiq menyakinkan.


"Kamu yang benar dikitlah," ucap Glinda.

__ADS_1


"Iya, aku jamin, kamu bebas hukuman hari ini," ucap Syafiq.


Akhirnya sampainya di tempat di sebuah semak-semak.


"Hey! Apa yang ingin kau lakukan di sini, atau kau jangan-jangan ingin kita melakukan sesuatu di sini," tebak Glinda dengan mata terbelalak.


Syafiq menatap Glinda dengan wajah manyun. "Sssstttt... kalau aku ingin melakukannya kenapa harus di sini, kamu bisa jangan berisik nggak sih, ikuti saja aku," ucap Syafiq pelan.


Mau tak mau Glinda menurut meskipun ia tak tahu apa yang di lakukan oleh Syafiq.


Syafiq berjalan pelan-pelan sambil menundukkan dan mengendap-endap di dalam semak belukar, di saat Syafiq membuka sehelai daun dan terlihat seorang pria sedang memotong-motong bagian tubuh seorang anak kecil.


Ketika itu Glinda ingin menangkapnya, namun di tahan oleh Syafiq. "Tunggu, kamu saat ini tidak berseragam dan kamu tidak punya senjata api bagaimana kau akan menangkapnya, sedangkan dia punya senjata tajam, kau tidak ingin mati dengan sia-siakan?" ucap Syafiq berbisik.


"Jadi apa yang ingin kau lakukan?" tanya Glinda.


"Kau tunggu di sini, aku akan melakukan sesuatu, setelah dia melepaskan senjata apinya baru kau menangkapnya," saran Syafiq.


"Baiklah," jawab Glinda mengangguk.


Syafiq pun berjalan mengendap ke arah belakang pelan-pelan dan ia pun memanjat pohon tepat di atas pria itu mencincang tubuh anak kecil itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2