SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 282


__ADS_3

"Silakan di nikmati Tuan, Nona," ucap bibi.


"Terima kasih,"


Mereka pun melahap makanannya yang tersedia di meja makan.


"Untuk hari ini, kalian istirahat aja di rumah, aku dan Bang Brima pergi untuk mengurus pasportnya," ucap Syafiq.


"Aku mau pergi ke perusahaan sebentar," ucap Jelita.


"Aku mau perawatan di rumah dan istirahat," ucap Sahara.


"Aku juga mau perawatan," ucap Yedi.


Selesai makan Syafiq dan Brima masuk ke dalam mobil dan menuju tempat pembuatan pasport.


Tak berapa lama kemudian, pasport milik Brim selesai.


"Ta-da… pasportku sudah kadi sekarang, wah… tidak menyangka aku akan keluar negeri," ucap Brima senang mencium pasportnya.


"Ya udah, ayo pulang," ajak Syafiq.


"Hebat kamu, hanya sebentar saja selesai, apa kamu punya kenalan orang dalam?" tanya Brima.


"Kenal saat waktu kita menangkap buronan itu, dan mereka juga mengingat wajah abang kok, makanya cepat selesai," ucap Syafiq.


"Oh iya kah? Ternyata aku terpopuler juga ya," ucap Brima senang.


Mereka pun kembali ke vila.


Saat di tengah perjalanan.


Sebuah pemotor melaju cepat menyalip mobil yang sedang melintas.


"Orang itu benar-benar ya," ucap Brima.


Tak lama kemudian, salah satu pemotor lewat lagi.


Beberapa detik kemudian lewat beberapa motor.


"Kejar mereka," ucap Brima


"Tapi abang marah kalau orang lain ngebut," ucap Syafiq.


"Udah, nggak ada waktu lagi, mereka pasti mau balapan liar," ucap Brima.


Syafiq menginjak pedal gas mobilnya melaju mengejar para pemotor itu.

__ADS_1


"Itu mereka," ucap Brima.


Mobil Syafiq dan beriringan dengan mobil mereka.


"Berhenti!" teriak Brima.


Merek hanya memandang sekilas lalu kembali melajukan motornya.


Syafiq kembali mengejar para pemotor itu.


"Kenapa sih dengan pengendara itu, apa dia tidak terima karena kita menyalipnya tadi," ucap pria itu.


"Ku rasa begitu, ya sudah, tidak usah pedulikan dia, ada hal yang lebih penting lagi," ucap temannya.


Mereka melajukan mobilnya dan Syafiq juga tak mau kalah.


Motor itu menghalangi laju mobil Syafiq dan mereka pun menelpon para teman-temannya.


"Halo," jawab temannya.


"Ada sebuah mobil yang terus mengikuti kami," ucap temannya.


"Baiklah, 800 meter lagi ada persimpangan, kalian belok sana terus belok kanan, di sana hanya sebuah gang yang hanya bisa di lewati pemotor," ucap Temannya.


"Baik," ucap temannya menutup panggilannya.


Syafiq juga membelokkan mobilnya mengikuti para pemotor dan pemotornya berbelok ke kiri dan Syafiq mengikutinya.


Sayangnya jalan itu sempit dan tidak bisa di lewati oleh kendaraan roda 4.


"Ya sudah, abang bawa mobil ini, aku akan mengejar mereka," ucap Syafiq. Ia keluar dari mobil dan berlari mengejar motor tersebut.


Syafiq melihat tukang ojek menganggur.


"Ojek pak," ucap Syafiq menaiki motor tersebut, dan tukang ojek tersebut terpaksa jadi penumpang.


Syafiq melajukan motor tersebut dengan kecepatan tinggi. Tak lama kemudian motor yang di kejar Syafiq terlihat.


"Berhenti!" teriak Syafiq.


"Ada apa dengannya? Terus saja mengikuti kita," ucap pria itu kesal.


"Hey! Apa yang kau inginkan!" teriak pria itu.


"Berhenti! Apa yang sedang kalian lakukan!" teriak Syafiq.


"Menyingkirlah atau kau alan tahu akibatnya!" ancam pria itu.

__ADS_1


"Aku akan terus mengikuti kalian sampai aku tahu apa yang kalian lakukan," ucap Syafiq.


"Kurang ajar, menyingkirlah," ucap pria itu menendang motor Syafiq, untungnya Syafiq menghindarkan motornya.


Motor itu tancap gas dan Syafiq juga tak mau kalah.


Mereka beriringan.


"Halo, orang ini masih mengikuti kami," ucap temannya menelpon seseorang.


"Baik, aku akan menghalangi jalannya di persimpangam depan, kalian langsung belok kanan," ucap pria itu.


motor itu menghalangi laju motor Syafiq, tiba-tiba saja sebuah mobil tronton besar menghalangi motor Syafiq, sedangkan motor itu sudah duluan lewat sebelum mobil itu menghalangi jalan tersebut.


Ckiiiiiiitttt!!!


Syafiq terpaksa mengrem mendadak agar mereka tidak menanbrak mobil tersebut.


"Ah, sial," ucap Syafiq gagal mengejar mereka.


"Ya sudahlah, aku juga besok akan ke luar negeri, hari ini cukup sampai di sini saja," ucap Syafiq.


"Maaf ya pak membuat motor Anda lecet, aku akan mengantikan kerugaian Anda, tapi kita kembali ke tempat semula," ucap Syafiq.


"Baiklah," angguk tukang ojek tersebut.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Brima.


"Aku kehilangan jejaknya," ucap Syafiq.


"Tidak apa-apa, semoga saja mereka tidak melakukan perbuatan jahat," ucap Brima.


"Baiklah, Abang di mana sekarang?" tanya Syafiq.


"Aku tidak jauh dari tempat tadi, sekarang akau berhenti di pingir jalan di bawah pohon," ucap Brima.


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang," ucap Syafiq memutuskan panggilannya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2