SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 285


__ADS_3

Pesawat pun terbang tinggi ke atas awan.


"Hm… kira-kira aku mau beli oleh-oleh apa ya untuk pulang nanti?" tanya Sahara berpikir.


"Belum sampai udah mikir beli oleh-oleh," celetuk Glinda.


"Itu harus," ucap Sahara tertawa.


Perjalanan yang sangat menyenangkan, sekitar 7 jam perjalanan di udara, akhirnya mereka pun sampai di negara M.


"Wah… ini ya negara M, cantik banget," ucap Grizelda terpesona yang masih melihat dari ketinggian.


"Wahh… negara M ini termasuk negara kaya juga ya," ucap Jelita.


Pesawat pun mendarat di bandara.


Mereka semua keluar dari pesawat. "Ayo kita cari hotel dulu," ajak Syafiq.


"Permisi, boleh saya tau di mana hotel di dekat sini?" tanya Syafiq.


"Oh 500 meter dari sini, lurus saja jalannya," jawab warga pribumi yang sedang duduk bersantai.


"Terima kasih," ucap Syafiq.


"Sama-sama," jawabnya.


"Ayo, kita pergi," ajak Syafiq.


Mereka semua pun pergi menuju hotel yang di tunjukkan.


Ding ding


Misi baru


Seseorang yang lewat sambil mencuri


Hadiah 800.000.000.000


Syafiq tiba-tiba berhenti, Y2di yang ada di belakang Syafiq menabraknya.


"Aduh! Hey Syafiq, kok kamu berhenti mendadak sih," ucap Yedi memegang jidadnya.


"Kalian perhatikan barang kalian, aku merasa ada seseorang yang akan mencuri barang," ucap Syafiq.


"Oh ya," ucap Jelita mengangjat alisnya melihat barang-barangnya.


Syafiq melihat seorang pria memakai jacket dan memakai topi hitam.


Ia lewat di salah satu wanita yang sedang berjongkok sedang mencari-cari sesuatu.


Pria itu berjongkok sebentar lalu kembali berjalan.


"Ternyata itu dia," ucap Syafiq.


"Kalian tunggu di sini," ucap Syafiq berlari mengejar pria tersebut.


Karena merasa ada yang membuntutinya, pria itu langsung lari dan Syafiq mengejarnya.

__ADS_1


Pria itu masuk di gang-gang kecil yang sangat sangat sempit, karena ia sudah menenal tempat tersebut, Syafiq sempat kehilangan jejak.


"Di mana dia?" tanya Syafiq melihat sekeliling.


Tik!


Setetes keringat jatuh di genangan air, Syafiq mencari arah suara tersebut dan menemukan pria itu bersembunyi di balik tembok dan langsung menendangnya dan pria itu mundur beberapa langkah.


"Kembalikan milik ibuk itu," ucap Syafiq.


"Heh! Kenapa barang yang sudah di tanganku sudah jadi milikku," ucap pria itu menyengir.


"Begitu ya, kalau begitu nyawamu jika sudah ada di tanganku berarti akan menjadi milikku juga," ucap Syafiq.


"Jika kau bisa," ucapnya menyengir.


Syafiq menendang ke arah Pria itu dan pria itu menghindar, Syafiq langsung menendang dengan kaki yang sebelahnya mengenai tulang rusuknya.


Pria itu terjatuh sambil memegang tubuhnya yang sakit tersebut, Syafiq langsung menangkap kerah bajunya.


"Kembalikan barang yang bukan milikmu," ucap Syafiq.


Pria itu memasukkan tangan di mulutnya dan bersuit.


Tanda itu biasanya di gunakan untuk memanggil teman-temannya.


Syafiq menghantam pria itu lalu memeriksa tubuh pria itu untuk mengambil barang yang pria itu ambil tadi.


Saat Syafiq berbalik badan, beberapa orang pria sudah di belakangnya membawa balok kayu.


"Ternyata kalian berkelompok ya," ucap Syafiq. Tak lupa Syafiq memasukkan dompet di saku celananya terlebih dahulu sebelum melawan mereka agar tidak di rebut kembali oleh mereka.


"Lebih baik kalian yang berhenti dari pekerjaan ini, berhenti merugikan orang lain" ucap Syafiq.


"Tidak perlu kamu nasehati kami, lebih baik pikirkan saja hidupmu saat ini, kembalikan atau rasakan akibatnya," ancam pria itu.


"Heh! Aku yang seharusnya mengatakan itu, berhenti atau rasakan akibatnya," ucap Syafiq membalikkan kata-kata mereka.


"Kurang ajar! Kami sudah berbaik hati memberikan kesempatan, sepertinya kau memang tak boleh di kasih kesemoatan untuk hidup. Ayo bunuh dia," perintah pria itu.


Mereka maju ke depan dan memukul ke arah Syafiq dan Syafiq menangkap balok kayu tersebut lalu menarik kayu iyu ke depan dan menghantam perut pria itu dengan dengkulnya lalu memutar dan menghempas tubuh pria itu ke tanah.


"Ternyata punya kemampuan juga, tapi kamu tidak akan lepas dari tanganku," ucap Pria itu yang langsung mengibaskan balok kayunya ke arah Syafiq. Syafiq menghindarinya namun dari samping ia mengeluarkan senjata tajam dan mengores perut Syafiq.


Syafiq mundur ke belakang beberapa langkah karena pakaiannya robek oleh pisau yang tajam itu.


"Kau sudah merusak bajuku, aku sangat marah sekarang," ucap Syafiq membuka baju luarnya dan menyisakan baju kaos lengket di tubuh kekarnya.


"Apa!!! Tidak mempan! Aku percaya tadi sudah mengenai tubunya," ucap pria itu kaget dengan membelalakan matanya.


Syafiq melompat dan menendang pria itu hingga tubuhnya terbanting ke tembok, yang lain juga menyerangk ke arah Syafiq, Syafiq menarik tangan para pria itu sekali gus lalu melemparnya ke belakang.


Mereka menjerit ke sakitan karena ada bagian tubub mereka yang patah.


Syafiq mendekati pria itu tadi. "Jangan mendekat!" teriak pria itu memgibas-kibaskan senjata tajamnya.


Syafiq menangkap senjata tajam tersebut lalu mematahkan pisau tersebut.

__ADS_1


Pria itu sangat kaget. "Kau… kau monster!" pekiknya siap untuk berlari.


Syafiq menangkap kerah baju belakangnya lalu.


Krak!!


"Aaaaaaaaaa………!!!" pekik pria itu sangat keras.


"Syafiq! Syafiq!" panggil Brima.


"Astaga!! Dia sangat sadis," ucap Bara melihat pria yang sudah tak bergerak di hadapan Syafiq.


"Syafiq!" ucap Brima mendekati Sayafiq yang di ikuti Bara.


"Mereka nggak mungkin mati semua'kan?" tanya Brima melihat di belakang juga ada beberapa pria yang tergeletak.


"Aku rasa tidak, paling mereka hanya cacat saja," ucap Syafiq.


Mereka hanya terdiam saja.


"Kalian ngapain ke sini?" tanya syafiq.


"Aku tadi menelponmu tapi kamu tidak mengangkatnya, jadi aku dan Bara memutuskan untuk mencarimu, meskipun aku tau, kamu tidak perlu pertolongan," ucap Brima.


"Ya udah, ayo pulang," ajak Syafiq.


Brima menganggul dan mereka pun berjalan melewati gang tersebut.


"Ini, berikan kepada kepada ibu-ibu berbaju hijau yang tidak jauh dari tempat kita berhenti," ucap Syafiq memberi kepada Brima.


"Kenapa tidak kamu memberikannya langsung sendiri, dia pasti sangat ingin berterima kasih kepadamu," ucap Brima.


"Tidak perlu, abang saja yang berikan," ucap Syafiq.


"Baiklah jika begitu," ucap Brima menerimanya.


"Kamu tidak apa-apa? Sepertinya kau terkena senjata tajam?" tanya Bara.


"Aku baik-baik saja, hampir saja aku terkena senjata tajamnya tadi dan aku menghindarnya," jawab Syafiq beralasan.


"Syukurlah jika begitu," ucap Bara.


Mereka pun kembali ke tempat semula.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 800.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 7.020.850.000.000.


Selamat Anda mendapatkan 50 poin.


Poin Anda menjadi 2000 poin.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2