
"Oke! Oke! Aku juga ingin tahu apa penyebabnya semua orang bisa sakit begini," ucap Syafiq.
"Ya udah kalau begitu kami pupang duluan ya," ucap Jelita.
"Iya, kalian hati-hati di jalan," pesan Glinda.
"Oke," angguk Jelita dan mereka pun pergi pulang ke rumah.
Glinda dan Syafiq pun menuju dapur dan melihat para petugas sedang mengecek dapur tersebut dan pada makanan, piring, kebersihan air dan lain-lain.
"Glinda, Syafiq, kalian di sini juga?" tanya Brima.
"Ya iyalah, aku baru saja pulang dari rumah sakit gara-gara makan di sini," jawab Glinda.
"Wah... biasanya jika ada Syafiq berarti ada keberutungan, seharian nggak nemu pekerjaan dan sekarang ada Syafiq akhirnya nemu," ucap Brima senang sambil menyenggol Syafiq.
"Anda bisa aja Pak," ucap Syafiq tersenyum.
"Jadi apa yang kalian dapatkan?" tanya Syafiq.
__ADS_1
"Kami tidak menemukan apa-apa di makanannya, yang mengherankan kenapa hari ini hanya ada satu menu saja yang biasanya menu yang lain banyak?" tanya Brima heran sambil mengosok-gosokkan dagunya.
"Maksudnya?" tanya Syafiq.
"Iya, menu yang lain seperti tidak di beli bahannya, dan hanya ada Steak sapi di menunya dan hanya ada daging sapi saja yang ada di kulkas sedangkan bahan makanan yang lain tidak ada tapi kenapa bisa sakit perut berjamaah?" tanya Brima lagi.
"Jika tidak ada di makanannya berarti ada di minumannnya," ucap Syafiq.
"Tetap tidak ada," jawab Brima mengeleng.
"Ini sangat aneh ya, dari mana sakit perut berasal," ucap Syafiq juga bingung.
"Bagaimana pak polisi? Apa ada yang mencurigakan?" tanya bos tersebut.
"Tidak ada, tapi berhubungan mereka semua merasakan sakit perut di sini, jadi Anda tetap bertanggung jawab," ucap Brima.
"Baiklah pak terima kasih, apa boleh saya mengobrol dengan para koki saya?" tanya bos restoran itu.
"Oh silakan," angguk Brima.
__ADS_1
"Kalian lebih baik mengaku siapa yang telah melakukannya! Terutama kamu sebagai kepala koki di sini, kenapa hanya ada daging sapi saja di kulkas dan tidak ada menu lainnya?" tanya bos restoran itu mengintrogasi.
"Saya sendiri tidak tahu Bos, padahal saya sudah mengeceknya jika semua bahan sudah lengkap sebelum saya tidur," ucap kepala koki tersebut.
"Saya nggak mau tau dan nggak mau dengar alasanmu, mulai hari ini kamu pergi dari sini," ucap bos itu marah.
"Tapi Bos, saya bilang saya nggak tau apa-apa," ucap kepala koki itu membela diri.
"Makanan hari ini adalah makanan yang kamu masak sendiri dalam ke ahlianmu, tidak ada campur tangan koki yang lain, bisa jadi daging yang kamu beli itu bukan daging segar melainkan daging busuk sehingga mereka sakit perut," tuduh bosnya.
"Tidak bos, percayalah pada saya, saya tidak pernah niat melakukan hal buruk apa pun untuk restoran ini, saya berusaha melakukan yang terbaik, saya mohon bos jangan pecat saya," ucap kepala koki itu memohon.
"Cukup! Sekarang kamu pergi!" bentak bos restoran itu.
"Bos beri saya kesempatan lagi, saya janji akan melakukan hal yang lebih baik lagi, saya butuh pekerjaan ini untuk menghidupi anak dan istri saya, saya mohon bos," ucap kepala koki itu berlutut.
"Tidak! Kamu pergi sana!" teriak bos resyoran itu menendang kapala koki itu hingga tubuhnya terbalik.
Bersambung
__ADS_1