
"Maman, eh kaka mau nana?" tanya anak mungil itu.
"Kakak pergi sebentar aja ya, Alviso di sini aja ya," ucap Syafiq dan kemudian ia keluar dari mobil dan tak lupa jika ia mengunci mobil agar Alviso nggak keluar.
Syafiq kembali berlari masuk ke dalam taman bermain itu, dan menuju tempat permainan kapal terbang dan di sana para penumpang menjerit-jerit dan tiba-tiba seorang anak terjun bebas karena tali pengamannya putus.
Para pengunjung menjerit, Syafiq segera berlari arah datangnya anak itu untuk menyambutnya.
Gedebuuukk!
Anak itu mendarat di tangan Syafiq, Syafiq dan anak itu jatuh terpental.
Para pengunjung itu mendekati Syafiq yang terbaring di tanah dan segera membantunya bangun.
"Kamu tidak apa-apakan?" tanya mereka.
"Aku sepertinya baik-baik saja, pinggangku yang sedikit encok," jawab Syafiq memegang pinggangnya.
"Syukurlah jika kamu tidak terluka, ayo saya bantu meringankan sakit pinggangmu," ucap seorang bapak-bapak.
Bapak itu membaringakan tubuh Syafiq dan membalikannya lalu menekan pinggang Syafiq.
Pletek!
"Adduuuuh!" jerit Syafiq kesakitan.
"Bagaimana, udah enakkan belum?" tanya bapak itu.
"Eh, udah baikkan, terima kasih ya Pak," ucap Syafiq menganguk-angguk.
"Ya sama-sama," angguk bapak itu.
Syafiq pun berdiri dan langsung menuju mobilnya, ia khawatir jika dengan Adik sepupunya itu.
Ding ding
Misi selesai.
__ADS_1
Selamat Anda mendapatkan hadiah 1.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 2.439.500.000.
Selamat Anda mendapatkan 30 poin.
Poin Anda menjadi 100 poin.
Peringatan!
Peringatan!
Ada bahaya
Sebuah mobil berwarna hitam meledak.
Dari kejauhan Syafiq melihat di mana mobil hitam dan setelah ia menyadari ternyata mobil hitam itu ada di belakang mobilnya.
"Astaga! Alvisooooo!" teriak Syafiq dan ia berlari kencang menuju mobilnya.
Duarrrr!
Duuaaaaaaaaaarrrr!
Letusan kedua mobil itu terbakar dengan api yang menyembur.
"Astaga! Untung selamat," ucap Syafiq berdegup kencang sambil memeluk Alviso.
"Syukur kamu baik-baik saja Alviso," ucap Syafiq mengelus kepala adiknya itu merasa lega.
Mereka keluar dari mobilnya dan melihat mobil terbakar itu, dan penyebabnya adalah karena seseorang membuang sebuah puntung rokok dan menyangkut di pintu pengisian bahan bakar, karena mengakibatkan panas berlanjutan dan bahan bakar itu merespon dari panasnya dan terjadilah ledakan.
"Syukurlah tidak ada korban jiwa," ucap Syafiq kembali mengendong adiknya masuk mobil dan kembali kerumah.
Sesampainya di rumah ternyata Bibi sudah di rumah duduk di teras menunggu kepulangan Syafiq dan Alviso.
"Bibi sudah selesai belajarnya?" tanya Syafiq ketika ia sudah keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Baru pulang, dia kelupaan jadi ngajarnya sampe 1 jam setengah," ucap Bibi tersenyum.
"Sering-sering aja begitu," ucap Syafiq.
"Besok Bibi di beri jadwal pagi 3 jam dan sore 3 jam, katanya biar nggak terlalu capek duduk di mobil," jelas Bibi.
"Oh ya, sepertinya dia sangat perhatian," ucap Syafiq tertawa.
"Kamu mulai deh," ucap Bibi manyun. "Ayo cepat masuk rumah," ajak Bibi.
Syafiq membawa Alviso masuk rumah. "Bi aku ke kamar dulu ya," ucap Syafiq.
"Ya."
Syafiq melangkahkann kakinya masuk kamar.
Trriring!
Tririrng!
Triring!
Ponsel Syafiq berbunyi dan ia segera mengangkatnya.
"Halo," jawab Syafiq.
"Kamu di mana Syafiq?" tanya Yedi.
"Di rumah, ada apa?" Syafiq balik bertanya.
"Pamanku kecelakaan sekarang sedang di rumah sakit," ujar Yedi memberi tahu.
"Rumah sakit mana? Share lokasinya, aku kesana sekarang," ucap Syafiq cepat
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH