SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 142


__ADS_3

"Nah gitu Donk, tapi kamu janji ya Syafiq, kalau nggak aku gantung lehermu itu," ancam Sahara.


"Iya, tunggu barang belanjaan habis," ucap Syafiq.


"Sahara, udah dulu ya, nanti aku hubungi lagi dan akan ku belikan oleh-oleh untukmu," ucap Grizelda.


"Beneran ya, awas ya kamu bohong, nggak temanan kita," ucap Sahara.


"Justru kamu temanku makannya aku belikan," ucap Grizelda.


"Oke! Kamu hati-hati ya," pesan Sahara.


"Oke, da-dah," ucap Grizelda memutuskan panggilannya.


"Kita kemana lagi nih?" tanya Grizelda bersemangat.


"Ayo kita cari makan dulu, di sebelah sana ada makanan enak," ucap Evelin.


"Ayo, aku juga sangat lapar," ucap Grizelda mengandengan tangan Evelin.


"Bukannya tadi kamu sudah makan banyak, nanti kamu jadi gendut," ejek Syafiq.


"Pulang ke indonesia aku bakalan diet," ucap Grizelda.


Syafiq memutar bola matanya. Dan mereka berempat pun pergi ke sebuah restoran.


Mereka memesan makanan sesuai selera masing-masing.


Ding ding


Misi baru


Seseorang ingin bunuh diri di menara Eiffel


Hadiah 20.000.000.000


"Hm... kalian tunggu di sini, ayo Emerson ikut aku," ucap Syafiq.


"Kemana?" tanya Emerson.


"Ke menara tadi," ucap Syafiq buru-buru.


Meskipun Emerson merasa heran, tapi ia tetap mengikutinya.


Sesampainya di sana, Seseorang sedang menaiki menara tersebut.


"Hey Turun!" teriak Syafiq.


"Dia mau ngapain Syafiq?" tanya Emerson mendonggakan kepalanya.

__ADS_1


"Dia mau bunuh diri," ucap Syafiq. "Cepat turun!" teriak Syafiq lagi. Tapi pria itu tidak mau mendengarkannya dan malah terus naik ke atas.


"Apa! Mau bunuh diri! Tapi kamu dari mana tau?" tanya Emerson.


"Dia yang ngomong barusan," jawab Syafiq ngasal.


"Oh bisa gitu juga, terus apa yang harus kita lakukan, aku telpon pemadam kebakaran deh," ucap Emerson mengambil ponselnya dan menelpon pemadam kebakaran.


Pria itu telah sampai di ujung dan ia berteriak.


"Frida, Aku sangat mencintai kamu, tapi kenapa kau malah mengkhianatiku, dan berselingkuh dengan pria yang lebih kaya dariku, aku tau aku hanya punya cinta dan tidak punya harta, tapi sayangku sangat besar padamu, cintaku melebih dari apa pun, jika kau menginginkan nyawaku sebagai bukti cintaku, aku rela mati demi kamu Frida, kau cinta pertamaku, kau cinta matiku, aku mencintaimu lebih dari nyawaku, Jika kau tidak menginginkanku lagi, lebih baik aku mati saja," ucap pria itu menangis.


"Ya ela... pake acara puisi pula di atas sana," ucap Syafiq manyun.


"Hey! Cepat terjun! Kalau kamu kelamaan aku nggak bantuin kamu lagi, panas tau!" teriak Syafiq.


"Frida ternyata kau tidak datang, sepertinya kau tidak menginginkanku lagi jika begitu aku juga tak menginginkan nyawaku lagi. Selamat tinggal Frida sayangku!" ucapnya dan ia menerjunkan diri.


Gunakan poin untuk menyelamatkannya


Misi penyelamatan


Memuat...


Loading...


Mulai...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai...


Poin Anda di potong 50 poin

__ADS_1


Sisa Poin Anda 200


Pria itu terjun dengan mata terpejam, berharap ia secepatnya mati.


Syafiq pun menyambutnya dengan mengangkat kedua tangannya seperti menyambut bola, dengan kaki memasang kuda dan dan memperkuat tubuhnya jika menyambutnya nanti tubuhnya tidak goyang oleh berat badan pria itu dan pria itu pun jatuh tepat di tangan Syafiq.


Pria itu terdiam sejenak, karena ia pikir ia sudah ke alam lain.


"Hey! Kau ingin berapa lama lagi di tanganku?" tanya Syafiq melihat pria itu manyun.


Pria itu pelan-pelan membuka matanya.


"Kok aku belum mati?" tanyanya.


Syafiq mencampakkan pria itu ke aspal.


"Aduuuh!" teriaknya sambil memegang bokongnya dan Syafiq mendekatinya dan menarik kerah baju lalu menampar kedua belah pipinya.


Plak!


Plak!


"Hey sakit tau!" teriak pria itu memegang pipinya


"Oh tau juga kau sakit, aku pikir kau mau bunuh diri itu kau sudah kebal, tadi aku cuma mengetes saja," ucap Syafiq mencibir.


"Apa urusanmu! Kenapa kau menyelamatkanku!" teriak ya marah.


"Kau punya Ibu?" tanya Syafiq.


"Punya," jawabnya mengangguk.


"Punya Ayah?"


"Punya."


"Punya kakak?"


"Punya."


"Punya Adik?"


"Nggak." jawabnya.


"Kau gara-wanita yang tidak mencintaimu kau ingin bunuh diri? Hey kau sadar nggak ibumu melahirkanmu mempertaruhkan nyawanya demi mengeluarkanmu untuk melihat dunia ini, dan kau malah ingin menghilangkan nyawamu, kau tanya sama Ayah dan Ibumu berapa habis uang mereka, berapa habis waktu mereka, berapa habis air susu ibumu, berapa habis tenaga ayahmu demi mencari nafkah untukmu, berapa habis jajanmu? jika sudah kau bayar lunas semuanya, terserah kau mau bunuh diri atau jungkir balik, terserah. Jika mereka Ayah dan Ibumu tahu kau ingin bunuh diri, dari kecil kau sudah di pencetnya, untuk apa selama ini mereka menghabiskan waktu dan uang mereka untuk membesarkan kau yang sekarang besar malah ingin bunuh diri, bayar jasa mereka dulu, main bunuh diri aja," ucap Syafiq panjang lebar


Bersambung


Jangan luoa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2