
Eil tersenyum ke arah Syafiq.
Syafiq mengalihkan pandangannya ke arah Yedi yang sedang berjoget-joget kegirangan.
"Hey! Kau tidak lelah berjoget terus?'' tanya Syafiq.
"Tentu saja tidak," ucap Yedi memundurkan tubuhnya ke depan dan ke belakang.
Syafiq memutarkan bola matanya lalu melihat ponselnya.
Eil terus memperhatikan Syafiq dan itu di sadari oleh Amara.
"Apa dia tertarik dengan Syafiq?" tanya Amara dalam hati.
"Ehemm…" Amara berdehem untuk menyadarkan Eil.
Eil pun tersadar dan ia kembali menghadapa ke depan.
"Yedi, apa yang kamu lakukan?" tanya dosen yang tiba-tiba masuk ke ruangan.
"Eh maaf buk," ucap Yedi kembali ke tempat duduknya.
"Kamu nggak bilang-bilang kalo ada dosen masuk," sungut Yedi.
"Aku saja kaget kalo dosen tiba-tiba menegurmu," ucap Syafiq.
"Selamat pagi semuanya," ucap dosen.
__ADS_1
"Selamat pagi," jawab mahasiswa dan mahasiswi.
"Pagi yang indah ini, kembali kita sambut buat teman kita Eilesya Putri Handoko, anak dari pak Handoko yang sekarang bisnisnya melompat tinggi ke langit. Selamat ya buat Eilesya atas bisnis orang tuamu, dan selamat datang kembali ke kampus ini, kau bisa jadi pelajaran buat mahasiswa di kampus ini, sekali lagi selamat buat Eilesya," ucap bul dosen.
"Terima kasih atas ucapanya buk," ucap Eilesya menundukkan kepala sembari memberi hormat.
"Sama-sama, semoga kalian bisa berteman dengan baik seperti dulu lagi ya. Baiklah kembali kita lanjut pembagian materi kita kali ini," lanjut buk dosen.
Setiap materi yang di berikan oleh dosen, Eil bisa menjawabnya sedangkan yang lain tidak dapat bagian.
"Wah… teman kita yang satu ini benar-benar jenius ya, atau mungkin bisa jadi Eil yang malah lebih pintar dari ibu," ucap dosen tersebut.
Eil hanya tersenyum.
"Oh ya ibu perkenalkan dia adalah Syafiq, kebanggan kampus kita, dia mendapat penghargaan dari komanda kepolisian dan juga pengusaha muda yang sukses. Oh iya, bagaimana dengan tempat usahamu sekarang? Ada berapa usaha yang sudah kamu kembangkan?" tanya dosen itu kepada Syafiq.
"Wah… wah, kamu memang sangat di banggakan, sedangkan ibu malah masih tinggal di apartemen," ucap ibuk dosen.
"Tidak apa-apa buk, setidaknya masih bisa tinggal di tempat layak," ucap Eil.
"Astaga! Aku jadi malu dengan kalian, ya udah pembagian materinya sampai di sini, saya akan memberi kalian tugas tentang manajemen, terserah manajemen apa saja, mau manajemen bisnis, manajemen dapotik, keuangan, operasional, perkantoran, strategi, sumber daya manusia, produksi dan lain-lain, saya akan beri waktu 2 minggu. Baiklah saya keluar sekarang," ucap dosen itu melangkahkan kaki keluar dari ruang tersebut.
Anak kampus pun berhamburan keluar dari ruangan masing-masing.
Eilesya melihat Syafiq yang sedang mengobrol dengan Yedi. Tatapan Eil dengan tatapan kagum.
"Jika kau menyukainya, lebih baik kau mengurungkan niatmu," ucap Amara tiba-tiba datang dari arah belakang.
__ADS_1
Eil membalikkan badannya menatap Amara.
"Dia sudah punya pacar, aku saja tidak sanggup menyaingi pacarnya meskipun aku lebih kaya darinya," ucap Amara.
"Memangnya kenapa? Perusahan papaku saja bisa ku taklukkan, apa lagi dia," ucap Eil.
"Heh! Ternyata kau cukup kejam juga, semoga berhasil," ucap Amara meninggalkan Eil sambil melambaikan tangannya.
"Pulang ini mau ke mana?" tanya Sahara.
"Ayo mengerjakan tugas," ajak Syafiq.
"Iya, aku ikut kamu deh Syafiq, hm… aku lebih baik jadi asistenmu saja oke!" ucap Yedi mengacungkan jempol.
"Terserah," ucap Syafiq masuk ke dalam mobil bersama Sahara dan meninggalkan kampus.
Eil menatap kepergian Syafiq.
"Semuda itu sudah punya usaha sendiri, sekaya apa dia?" tanya Eil. Ia pun masuk dalam mobilnya yang di kemudikan oleh supir pribadi.
"Hm… tapi aku harus mencari pekerja dulu untuk membuat taman, setelah itu aku juga sekalian mengerjakan tugas," ucap Syafiq
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1