
"Tapi janji ya tunggu di sini," ujar Anak itu.
"Iya, kamu cepat sana," ucap Syafiq.
Anak itu berlari pulang kerumah dengan pakaian kotornya.
Tak lama kemudian anak itu keluar denga baju yang pakainya asalan, sepertinya ia ingin cepat-cepat.
"Bang aku sudah siap," ucap anak itu.
"Ya udah ayo naik mobil," ujar Syafiq.
Mereka berdua pun naik mobil dan Syafiq mengantarnya ke toko baju.
"Sana kamu pilih, biar nanti abang yang bayar," ucap Syafiq.
Anak itu dengan senangnya masuk ke toko baju, memilih baju yang ia sukai, Syafiq juga mencari baju yang cocok untuknya.
"Hey! Kamu mencuri ya," ujar salah satu pegawai di sana melihat seorang anak yang dekil mengambil pakaian.
"Nggak saya nggak mencurinya," ujar anak itu menggelengkan kepalanya.
"Lalu di mana uangnya jika kamu ingin membelinya?" tanya pegawai itu.
"Hmm... aku ada yang bayarin," ucap anak itu.
"Mana yang bayarin kamu?" tanya Pegawai itu.
__ADS_1
"Dia..." anak itu melihat ke kiri dan ke kanan tapi tidak ada yang terlihat olehnya.
"Tadi dia bersamaku masuk ke sini," ucap anak itu berusaha menyakinkan.
"Jika iya, di mana orangnya? Kamu ya masih kecil sudah pandai mencuri, apa kamu tidak pernah di ajarkan oleh orang tuamu," ucap pegawai itu menjinjing telinga anak itu.
"Aku tidak mencurinya, beneran ada yang bayarkan," ucap anak itu lagi.
"Keluar kamu! terserah kamu mau bilang ada yang bayarin kek atau apalah itu," ucap petugas itu marah, terdengar suara seorang petugas yang memarahin seorang anak.
"Eh ada apa ini?" tanya Syafiq menghampiri petugas itu.
"Anak ini berani mencuri pakaian di toko ini," ucap petugas itu marah.
"Dia tidak mencuri, aku yang membawanya ke sini dan menyuruhnya memilih pakaian sendiri, setelah dia memilihnya aku yang membayarnya nanti," ucap Syafiq.
"Oh begitu. Maaf, maaf saya salah sangka, habis dia dengan pakaian seperti ini datang ke toko," jawab petugas itu.
Petugas itu sangat terkejut melihat mobil mahal itu.
"Maaf, maaf bang, saya benar-benar tidak tahu," ucap petugas itu memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Ya sudah kamu sana ambil baju yang kamu pilih tadi," ucap Syafiq.
"Iya bang," ucap anak itu tersenyum meskipun telinganya memerah.
Syafiq merasa kasihan dengan anak itu lalu menatap petugas itu.
__ADS_1
"Bagaimana bapak akan bertanggung jawab untuknya, dia adalah anak yang di bully aku temukan tadi, jika semua orang membullynya bagaimana dengan mental anak itu, bagaimana jika itu adalah anak bapak? Bagaimana perasaan bapak," ucap Syafiq.
"Saya... benar-benar minta maaf, saya memang salah membentaknya tadi," ucap petugas itu merasa bersalah.
"Kalau mau minta maaf, dengannya bukan denganku," ucap Syafiq. Syafiq pun pergi mengikuti anak itu.
"Apa sudah selesai memilihnya?" tanya Syafiq.
"Sudah bang," jawab anak itu senang.
"Ya sudah ayo kita bayar," ajak Syafiq
kasir itu menjumlahkan harga baju itu. "Semuanya 3.000.000," jawab kasir itu.
Syafiq pun membayarnya. "Ini baju kamu," ucap Syafiq menyerahkan paper bag kepada anak itu.
"Terima kasih bang," jawab anak itu tersenyum.
"Iya sama-sama, ayo abang bawakan kamu sesuatu tempat lagi," ajak Syafiq.
"Kemana Bang?" tanya anak itu.
"Ayo sajalah," jawab Syafiq.
Mereka pun masuk mobil bersama.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih