SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 206


__ADS_3

"Benarkah kamu tidak cemburu?" goda Syafiq dari balik jendela mobil Sahara.


Sahara terdiam.


Dag dig dug dag dig dug.


"Perasaan macam apa ini?" tanya Sahara dalam hati sambil memegang dadanya.


"Ada apa dengan dadamu?" Tanya Syafiq.


"Ah bukan apa-apa," ucap Sahara menginjak pedal gas mobilnya dan melaju kencang meninggalkan Syafiq.


Syafiq masuk dalam mobilnya dan melaju di jalanan menuju restorannya.


Ding ding


Hadiah Anda kurang 45.000.000


Sisa hadiah Anda 1.860.168.800.000


Tak lama kemudian mobil Syafiq sampai di restorannya.


Syafiq turun dari mobil dan menuju gedung reatorannya.


"Selamat datang Tuan," sapa kedua koki itu.


Syafiq mengangguk. "Bagaimana? Apa kalian sudah membuat masakan andalan untuk restoran kita?" Tanya Syafiq.


"Kami sudah menyediakan 4 menu, mungkin Tuan ingin mencicipinya kira-kira makanan yang mana di jadikan menu utamanya," ucap kepala koki.


"Baiklah," angguk Syafiq setuju.


"Hidangkan," ucap kepala koki itu kepada koki yang satunya lagi.


Ia mengangguk dan mengambil makanan dan meletakkan ke atas meja roda dan membawanya ke hadapan Syafiq.


"Silakan Tuan," ucap kepala koki.


Syafiq mencicipinya satu persatu, ada steak sapi, spageti sea food pedas, chiken goreng wijen dan desser box strawabrry.


"Hm... semuanya enak... semua bisa jadi makanan andalan kita, tapi apa kalian bisa melakukannya? Apa tidak keteteran jika ada pelanggan?" Tanya Syafiq.


"Berhubungan ini baru di buka dan kokinya masih kami berdua, bagaimana jika kita menyajikan 2 menu saja dulu," saran kepala koki.

__ADS_1


"Begini, jika aku menambahkan koki lagi, apa menu ini bisa di adakan?" Tanya Syafiq.


"Mungkin bisa, berhubungan ada 4 menu, maka harus ada 4 koki yang bekerja sesuai dengan keahlian mereka masing-masing, bagaimana menurut Tuan?" Tanya kepala koki meminta saran.


"Bagus juga jika begitu, mungkin kalian ada yang kenal seorang koki kalian bisa membawanya, atau mungkin saudara kalian, kalian bisa mengajarinya," ucap Syafiq.


"Benar juga, tapi apa aku boleh membawakan keponakanku untuk menjadi pelayan di sini?" Tanya bapak koki satunya.


"Ya, restoran kita butuh pelayan dan kasir," jawab Syafiq. "Temanku sudah menemukan 2 orang pelayan, berarti kita butuh 3 orang pelayan lagi," sambungnya.


"Baiklah kami akan mencari sisanya nanti," ucap bapak koki itu.


"Oh ya, apa bahan makanannya masih ada?" tanya Syafiq.


"Masih ada Tuan," jawab koki itu.


"Kalian bikin makanan untuk malam ini, karena jam 19:00 para wartawan datang untuk mewawancaraiku malam ini, buat yang terbaik ya," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk mereka.


"Ini sudah jam 14:20, sekitar jam 16:00 kalian mulai mempersiapkan bahan-bahan makanannya, biar nanti tidak keteteran pas malam nanti," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk mereka lagi.


Ding ding


Bongkar kejahatan salah satu polisi.


Hadiah 100.000.000.000


"Ha? Kejahan apa yang di lakukan mereka, aku harap ini tidak akan lama," ucap Syafiq.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Brima.


"Apa di kantor polisimu ada masalah?" tanya Syafiq.


"Hm... sepertinya tidak ada, ada apa?" tanya Brima.

__ADS_1


"Apa ada polisi yang mencurigakan?" tanya Syafiq lagi.


"Hm... sepertinya ada satu orang yang dari tadi asik menelpon dan dia menelpon secara sembunyi-sembunyi tapi kami dia bilang ada masalah dengan keluarganya dan dia meminta pulang dan libur hari ini," jelas Brima.


"Apa kalian tidak curiga apa yang dia lakukan? Polisi juga ada yang bermasalah juga 'kan," tanya Syafiq.


"Iya juga, tapi apa yang harus aku lakukan?" tanya Brima.


"Mari cek rumahnya," ajak Syafiq.


"Tapi aku harus lapor dulu kepada komandan," ucap Brima. "Tapi bagaimana jika memang masalah keluarganya," sambungnya.


"Kita lihat saja, kira-kira ada yang mencurigakan atau tidak," ucap Syafiq.


"Baiklah, kita ke rumahnya, alamatnya ada di jalan nanas blok c nomor 40, aku langsung meluncur ke sana, kamu menyusul saja ya," ucap Brima.


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang," ucap Syafiq.


Syafiq pun melajukan mobilnya menuju alamat yang Brima berikan.


Sesampainya di sana, terlihat mobil Glinda yang di pakai Brima yang terparkir di depan sebuah rumah.


Syafiq keluar dari mobilnya dan menghampiri rumah tersebut.


"Permisi," ucap Syafiq di depan rumah yang di sana sudah ada Brima dan 2 orang polisi lainnya.


"Silakan masuk," ucap Istri polisi tersebut.


"Terima kasih Nyonya," angguk Syafiq masuk ke dalam rumah.


"Jadi ada apa mencari suami saya?" tanya istri polisi itu.


"Sepertinya dia tidak tahu jika suami melakukan sesuatu," ucap Syafiq dalam hati.


"Tidak apa-apa, tadi katanya dia ada masalah keluarga, jadi kami sebagai teman ingin membantunya, entah di kekurangan uang atau lainnya," ucap Brima.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


370

__ADS_1


__ADS_2