SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 58


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Syafiq membuka pintu kamar, wanita itu pun bingung melihat 2 orang pria dan 1 orang perempuan.


"Kalian... kalian... apa yang kalian lakukan kepadaku di hotel ini!" teriaknya sambil menunjuk ke arah ketiga orang yang di depan pintu melihatnya kebingungan.


"Hotel?" tanya Yedi.


Bibi pun memberanikan diri mendekati wanita itu. Wanita itu ketakutan dan memiringkan badannya menjauhi Bibi.


"Ini bukan hotel, ini rumah, dan mereka berdua sudah novel ini hanya ada di noveltoon, jika ada di tempat lain berati di plagiat orang yang tidak bertanggung jawab, segera laporkan.membawamu kesini karena mereka menemukanmu pingsan di jalan," ujar Bibi menjelaskan.


"Tidak mungkin, aku... bukannya aku akan di bawakan kehotel untuk di suguhkan dengan pria tua busuk itu, aku ingat waktu itu aku pingsan," ucap wanita itu mengigit jari.


"Iya, dan kami menolongmu menghajar para penjahat itu," jawab Yedi.


Syafiq melihat Yedi manyun. Kami? Bukannya dia hanya duduk di dalam mobil?


"Hm... jika begitu aku sangat berterima kasih kepada kalian sudah menyelamatkanku, maafkan aku jika tadi berkata kasar dengan kalian, tapi tempat ini seperti hotel mewah," ucap wanita itu melihat sekeliling kamar itu.

__ADS_1


"Ini hanya rumah biasa," jawab Syafiq.


"Ayo keluar, kita sarapan dulu," ajak Bibi kepada gadis itu. "Kalian berdua sana mandi, sebentar lagi berangkat kuliah," ucap Bibi.


Syafiq dan Yedi pun berjalan kembali menuju kamarnya dan segera mandi.


"Syafiq, ngomong-ngomong wanita itu cantik juga ya, pantas saja dia di taksir sama bapak-bapak tua, tapi kenapa dia di bawa ke hotel ya, apa dia di jual oleh ayah kandungnya untuk membayar hutang seperti di novel-novel?" tanya Yedi sambil mengosok kepalanya dengan shampo.


"Kenapa kau tidak tanya langsung dengannya?" Saran Syafiq.


Mereka pun berganti pakaian, seperti biasa, Syafiq menggunakan Baju casual, celana jins, sepatu kets biru putih senada dengan bajunya, jam tangan keren bertengger di tangannya dan rambut di sisir menyamping.


Wanita yang duduk di meja makan tertegun melihat penampilan Syafiq, ia segera menutup mulut dengan punggung tangannya.


"Ada apa? Apa makanannya tidak selera denganmu?" tanya Bibi melihat ke arah wanita itu.


"Eh nggak Tante, enak kok," jawab wanita itu, Syafiq duduk kursi di depan wanita itu dan di ikuti Yedi.

__ADS_1


Syafiq mengambil piring dan meletakkan nasi kedalamnya dan tak lupa mengambil lauknya tampa memperhatikan wanita itu, sedangkan wanita itu terus memperhatikan Syafiq.


"Ehem..." Yedi berdehem.


Syafiq dan wanita itu melihat ke arah Yedi.


"Itu... kamu... kenapa bisa ingin di bawa ke hotel?" tanya Yedi memberanikan diri untuk bertanya.


Wanita itu menundukkan kepala dan mengigit bibirnya dengan wajah sedihnya.


"Katakan saja, siapa tau kami bisa bantu," ucap Bibi yang juga ikut duduk di meja makan.


"Ibu meminjam uang dengan rentenir dan kemudian ia kabur meninggalkan aku dan ayah dan akhirnya aku di tangkap oleh mereka, sedangakan Ayah yang ingin menyelamatkanku dia di tolak hingga ia terluka, aku mengatakan kepadanya agar dia tidak menolongku lagi agar ia tak terluka, karena aku terus memberontak akhirnya mereka memukulku hingga pingsan, aku langsung pulang, jika aku terlalu lama di sini, mereka pasti akan melukai Ayahku," ucap wanita itu bangun dari meja makan.


"Mau kemana kamu?" tanya Syafiq.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2