SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 134


__ADS_3

"Mereka sangat berani ya" ucap Grizelda.


"Demi uang," jawab Syafiq.


Tak lama kemudian makanan Syafiq pun sampai.


"Silakan di makan," ucap pegawai itu.


"Thank you," jawab Syafiq.


"Ayo makan," ajak Syafiq kepada Grizelda.


"Cicip donk," pinta Grizelda mengambil sendok dan menyendokkan makanan Syafiq dan memasukkan ke mulutnya.


"Enak banget, untukku aja deh," ucap Grizelda mengambil piring Syafiq.


Syafiq pasang wajah manyun namun ia tetap mengalah. Ia pun menyantap yang ada.


"Hay," sapa Evelin.


"Evelin, ayo duduk," ucap Grizelda tersenyum. Evelin pun duduk.


"Terima kasih, oh ini teman yang kamu bilang itu ya?" tanya Evelin kepada Grizelda.


"Iya," angguk Grizelda senang karena ia dapat teman baru.


"Perkenalkan, aku Evelin," ucap Evelin mengulurkan tangannya ke arah Syafiq.


"Syafiq," jawab Syafiq tersenyum mebalas jawabatan tangan Evelin.


"Kalian ke sini liburan atau bagaimana nih?" tanya Evelin.


"Nggak, kami ke sini mau cari produk yang akan di jual di perusahaanku," jawab Syafiq.


"Oh kamu punya perusahaan ya, wah hebat banget, tapi produk seperti apa yang kalian mau?" tanya Evelin penasaran.


"Tas branded dan parfum," jawab Syafiq.


"Oh, aku punya teman yang kerjanya toko jual tas dan jam tangan juga, kalian mau aku kenalkan, siapa tau kalian tertarik?" tanya Evelin menyarankan.


"Wah boleh banget tuh," ucap Grizelda setuju.


"Iya, besok aku telpon dia, biar dia yang jemput kalian," ucap Evelin.


"Kamu nggak ikut?" tanya Grizelda.


"Hm... besok aku coba minta cuti 1 hari buat nemanin kalian deh," ucap Evelin setuju.


"Nah gitu donk, soalnya aku nggak punya teman buat di ajak ngobrol," ucap Grizelda.

__ADS_1


"Ini kan teman," ucap Evelin menunjuk ke arah Syafiq.


"Dia nggak sejenis dengan kita," ucap Grizelda.


Syafiq mencibir. "Ya udah biat sejenis, ku tinggal kau di sini, aku pulang ke indonesia," ucap Syafiq.


"Ihk... kamu nih gimana sih, akukan cuma becanda," ucap Grizelda manyun.


"Ya udah, aku mau bayar billnya dulu nih, ini nggak terasa udah sore aja," ucap Syafiq.


"Bentar ya, aku panggilkan dulu," ucap Evelin pergi menuju tempat pegawai khusus restoran dan tak lama mereka pun datang.


"Berapa?" tanya Syafiq.


"300.000," ucap Pegawai itu.


Syafiq pun mengeluarkan kartu ATM-nya dan mengeseknya.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 300.000


Sisa hadiah Anda 29.500.600.000


"Ya udah balik ke kamar yuk," ajak Syafiq.


"Oke!" jawab Evelin.


Syafiq dan Grizelda pun kembalu ke kamarnya masing-masing.


"Syafiq!" teriak Emerson.


"Eh Emerson," ucap Syafiq berhenti.


"Aku dari tadi cari kamu, tapi tidak ketemu, kemana saja kamu?" tanya Emerson ngos-ngosan.


"Oh, aku di restoran lantai atas," jawab Syafiq menunjuk ke atas.


"Kamar kamu di mana?" tanya Emerson.


"Di nomor 10," jawab Syafiq


"Syukurlah semua sudah selesai," ucap Emerson tersenyum.


"Jadi hukuman apa yang mereka dapat?" tanya Syafiq mengangkat alisnya.


"Penjara masing-masing 3 tahun dan denda 500.000.000," ucap Emerson puas.


dg"Kau jangan merasa puas dulu, 3 tahun itu tidaklah lama, mereka kau jebloskan ke penjara takutnya dendam mereka akan bertambah besar dan pembalasan mereka juga akan besar, dan saat itu kau harus punya pengawal, karena di dalam penjara mereka akan membuat rencana," ucap Syafiq.

__ADS_1


"Kamu benar juga, apa aku harus punya pengawal dari sekarang?" tanya Emeraon meminta pendapat.


"Boleh juga, jika kau mencari pengawal setelah mereka keluar bisa jadi itu suruhan mereka untuk memata-mataimu dan mencari kesempatan untuk membunuhmu," ucap Syafiq.


"Idemu sangat membantuku, tapi ngomong-ngomong kamu kenapa bisa ada di paris?" tanya Emerson.


"Oh, aku di sini mau mencari produk untuk perusahaanku," jawab Syafiq.


"Produk apa itu?" tanya Emerson.


"Seperti tas, jam tangan dan Parfum, atau barang lainnya," ucap Syafiq.


"Wah kebetulan sekali, aku penjual parfum, bagaimana kalau kau beli saja denganku, karena kau temanku, akanku beri kau diskon," ucap Emerson merangkul pundak Syafiq.


"Sejak kapan aku jadi temanmu?" tanya Syafiq mengkerut alisnya.


"Sejak aku bertemu denganmu," ucap Emerson membawanya ke dalam kamarnya.


"Tuhkan kalo udah punya teman lupa," ucap Grizelda manyun, ia segera masuk kekamarnya.


"Ngapain kamu bawa aku ke kamarmu?" tanya Syafiq mengangkat tangan Emerson dari bahunya.


"Kita akan melakukan sesuatu yang hot," bisik Emerson.


"Menjijikkan," ujar Syafiq geli.


"Hahahaha... aku hanya bercanda, aku juga tak tertarik sama pria, oh iya tadi itu teman perempuanmu?" tanya Emerson.


"Iya," angguk Syafiq.


"Nanti malam kita makan bersama biar aku yang traktir, dan juga uangmu yang 200 juta itu akan aku ganti," ucap Emerson.


"Udah nggak perlu, aku ikhlas kok," ucap Syafiq.


"Aku tidak masalah, kau sudah membantuku banyak hari ini, jika tidak nyawaku yang sudah pergi, tidak akan bisa berdiri di hadapanmu lagi, meskipun aku tidak bisa membalas budimu, setidaknya biarkan aku mengenangnya, oke malam ini aku akan bawa kalian ke restoran paris yang mewah," ucap Emerson tersenyum.


"Terserah kamu, tapi kau penduduk di sini, kenapa kau malah nginap di hotel?" tanya Syafiq penasaran.


"Oh itu gara-gara teror itu, makannya aku pergi jauh dari rumahku ku pikir dengan begitu aku bisa tenang dan ternyata itu malah kesempat mereka bertambah besar, untung ada kamu," ucap Emerson tersenyum.


"Oh baiklah jika begitu, aku kembali ke kamarku, nanti malam kamu datang aja ke kamarku," ucap Syafiq pergi menuju kamarnya.


"Oke!" jawab Emerson dan ia pun masuk ke kamarnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2