
"Oh ada Tuan, berhubungan beberapa hari yang lalu ada salah satu perusahaan yang bangkrut dan ingin menjual gedung tersebut untuk membayar hutang, tapi tidak tahu apa gedung itu sudah terjual atau belum," ucap Karyawan itu.
"Hm… apa jauh dari sini?" tanya Syafiq.
"Tidak juga, bahkan juga sebuah rumah di samping miliknya juga di jual" jawabnya karyawan tersebut..
"Wah, itu sangat bagus, mari kita ke sana sekarang, kalian bertiga tetap di sini, lihat perkembangan perusahaannya, yang lain apa mau ikut?" tanya Syafiq.
"Tentu donk," jawab mereka bersemangat.
Mereka pun masuk mobil meskipun di belakang dudulnya bertiga.
"Tuan, ini adalah gedungnya," ucap karyawan tersebut menujuk salah satu gedung yang cukup tinggi.
Syafiq memberhentikan mobilnya dan kemudian masuk di perkarangan perusahaan tersebut.
Mereka pun keluar dan melihat-lihat gesung tersebut.
"Ini cukup bagus untuk menjadi perusahaan kamu Syafiq," ucap Yedi mengangguk-angguk.
"Ayo kita masuk," ajak Syafiq.
Mereka pun masuk ke dalam gedung tersebut. Ternyata ada beberapa orang yang sedang beres-beres.
"Ada apa Tuan?" tanya orang yang berada di gedung tersebut.
"Di mana pemilik gedung ini?" tanya Syafiq.
"Oh sedang ada di rumahnya," jawab pria itu.
"Bolehkah aku bertemu dengannya?" tanya Syafiq.
"Untuk apa Tuan mencarinya?" tanya pria itu memberhentikan pekerjaannya.
"Aku ingin membeli gedung ini," ucap Syafiq.
"Tapi Tuan, gedung ini sudah ada yang mengambilnya," ucap pria itu.
"Boleh aku tahu berapa pembayaran mereka?" tanya Syafiq.
"Kalau tidak salah itu 1,2 triliun, tapi masih status kredit," ucap pria itu.
"Katakan pada pemilik gedung ini, aku akan membeli seharga 2 triliun dan cash," ucap Syafiq.
"Ah benarkah? saya akan menghubunginya dulu," ucap pria itu bersemangat.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab suara pria yang sedikit berat.
"Pak, ada yang ingin membeli gedung Anda," ucap pria itu.
"Tapi'kan gedung itu sudah aku kreditkan," ucap pria dengan suara berat tersebut.
"Tapi Tuan ini ingin membelinya dengan harga 2 triliun dan itu cash," ucap pria itu.
"Benarkah? Di mana dia sekarang?" tanya pria itu bersemangat.
"Ada di sini," jawab pria itu.
__ADS_1
"Baiklah, taham dia sebentar, aku akan ke sana sekarang, jangan sampai dia ke mana-mana," ucap pria itu secepatnya masuk ke dalam mobilnya.
"Kamu sesenang itu," ucap Syafiq.
"Tentu saja, karena saya adalah karyawan di sini, berhubungan perusahaan ini bangkrut akhirnya uang kerja kami oun di tangguhkan, jika ada yang membeli gedung ini secara Cash berarti uang kerja saya akan di bayar semua," jawab Pria itu.
"Ooo..." Syafiq mengangguk.
Ckiiitttttt!!!
Sebuah rem mendadak di sebuah mobil berdecit keras.
"Ha... itu pemilik gedung itu," ucap pria itu menunjuk ke arah mobil berhenti mendadak.
Seorang pria berbadan gemuk itu berlari ke arah Syafiq sambio ngos-ngosan.
"Anda… Anda…"
"Bapak tarik nafas dulu. Ambilkan kursi," pinta Syafiq kepada pria yang berbadan kurus itu.
"Ini pak," ucap pria itu meletakkan kursinya.
Bapak gendut itu pun duduk.
"Tuan, apa Anda yang ingin membeli gedung ini secara Cash?" tanya pria gendut itu.
"Iya, jika boleh tau apa sartifikatnya apa ada bersama Anda?" tanya Syafiq.
"Iya Tuan, berhubungan orang itu membelinya masih kredit, meskipun katanya mau bayar 3x, jadi sartifikatnya masih dengan saya karena dia baru membayar 500 juta, jika Anda ingin membeli secara Cash sekarang, saya akan langsung membelik nama Anda langsung," ucap pria gendut itu.
"Baiklah. Oh ya, di sebelah itu rumah Anda juga?" tanya Syafiq.
"Iya Tuan, Apa Anda ingin membelinya juga?" tanya Pria gendut tersebut.
"Tadi Anda ingin membeli gedung ini seharga 2 triliun 'kan? Jadi di tambah dengan rumab itu menjadi 2,7 triliun? Bagaimana menurut Anda?" tanya pria gendut itu.
"Baiklah, aku akan membayarnya, tapi tolong sartifikatnya langsung menjadi namaku," pibta Syafiq.
"Baik Tuan," ucap Pria itu setuju.
Pria gendut itu mengambil surat-surat tersebut di dalam mobilnya beserta sartifikat rumah tersebut.
"Ini Tuan sartifikatnya, saya akan menanda tangani pindah kepemilikan sekarang, tapi yang pastinya Tuan harus menstransfer uangnya dulu," ucap pria gendut itu.
"Baiklah, berikan nomor rekening Anda," ucap Syafiq.
"Ini Tuan," ucap pria gendut itu memlerlibatkan layar ponselnya.
Syafiq mencatatnya lalu menstransfenya.
Pengiriman berhasil✔
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 2.700.000.000.000
Sisa hadiah Anda 16.315.185.500.000.
"Ini sudah aku kirim," ucap Syafiq memperlihatkan layar ponselnya.
"Terima kasih Tuan, saya akan langsung menanda tanganinya," ucap pria gendut itu bersemangat.
Pria itu menandatanganinya. "Ini Tuan sartifikatnya sekarang gedung ini menjadi milik Anda," ucap pria itu menyerahkan sartifikat tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih," angguk Syafiq.
Pria itu memegang tangan Syafiq. "Tuan, Anda adalah penyelamat saya, saya benar-benar berterima kasih sekali, jika tidak Ada Anda mungkin gedung yang sudah susah payah yang saya bangun ini akan terjual murah, terima kasih Tuan, jika begitu saya permisi dulu," ucap pria gendut itu pergi secepatnya ke arah mobilnya.
"Hey pak! Bayar dulu uang gajiku," ucap pria kurus itu mengejar bapak tersebut.
"Ya sudahlah, biarkan masalahnya dia menyelesaikanya sendiri. Menurut kalian apa kalian berlima saja kira-kira sanggup nggak menghandle perusahaan ini?" tanya Syafiq.
"Hm… kalau hanya untuk urusan komputer itu saja kami sanggup, tapi untuk masalah lain kami tidak menjamin," ucap karyawannya.
"Ya, kalian hanya fokus komputer itu saja, tapi mungkin kalian ingin mencari asisten kalian, jika seandainya kalian sedang sakit atau ada keperluan lain, tapi cari orang yang bisa di andalkan," ucap Syafiq.
"Baik Tuan," masalah fasilitas, aku akan membelikan mobil untuk kalian," ucap Syafiq.
"Terima kasih Tuan," ucap mereka senang.
"Besok kalian mulai beres-beres tempat ini, hari ini kita istirahat dulu, kalian boleh pulang karena hari besok kita akan mulai beres-beres, atau mungkin kalian bisa langsung mencari asisten dan besok bisa bantu-bantu untuk memberekan tempat ini," ucap Syafiq.
"Baik Tuan, bagaimana jika kita cari OB saja," saran mereka.
"Boleh juga, tapi kalian yang cari ya," ucap Syafiq.
"Oke, tidak masalah Tuan," ucap mereka.
"Tapi untuk hari ini mari kita beli mobil dulu," ajak Syafiq.
"Baik Tuan," angguk mereka senyam senyum karena akan di belikan mobil.
"Tunjukkan jalannya, kita akan ke showroom sekarang," ajak Syafiq.
"Mari Tuan," ucap mereka pun masuk ke dalam mobil.
Mobil mereka berangkat melaju di jalanan.
Sesampainya di sana, mobil Syafiq berhenti di depan Showroom.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.
Hey geaes akan ada season 2 nya lho,
Yaitu System Miliyader 2, tapi belum rilis.
sebelumnya ayo mampir ke karyaku yang lain
[System Super Kultivasi]
[System Super Kultivasi 2]
[System kekuatan dan kekayaan]
[System Kekayaan Super Box]
[SYSTEM NEXT LEVEL]
[System Level Up Super Rich]
[The Power Of The System]
Ig: Erna Less22
__ADS_1
FB: Erna Liasman