
"Iya, aku juga pindah di sini, berhubungan teman-teman semua ada di sini, jadi aku juga di sini," sahut Jelita.
"Terus alasan kamu apa Sahara?" tanya Syafiq.
"Aku sudah bilang sama papa dan Mama jika aku kots bersama teman-teman agar aku bisa belajar bersama," jawab Sahara.
"Belajar bersama dengan siapa, kalian semua beda profesi," ucap Syafiq.
"Ya belajar, belajar mandiri," jawab Sahara.
"Lumayan dapat tempat gratis," ucap Glinda memegang kopernya melihat sekeliling ruangan dan mengeret kopernya masuk ke kamar mereka masing-masing.
Syafiq menarik nafas panjang lalu membuangkan keras. "Ya sudahlah, tersera mereka," ucap Syafiq pasrah dan ia juga menuju kamarnya.
Mereka pun tidur untuk menunggu esok harinya.
Sedangkan ke4 gadis itu masih belum tidur, entah apa yang mereka rembukkan, Syafiq mending nggak ikutan karena nanti ceritanya malah nggak nyambung.
xxx
Pagi yang indah di taburkan cahaya matahari yang menyilaukan mata jika di lihat langsung.
"Ayo bangun bangun, saatnya sarapan," ucap Grizelda membangunkan mereka semua karena ia sudah bangun duluan untuk memasak.
Para gadis-gadis itu segera mandi dan berganti pakaian.
"Oh iya, bos besar belum di bangunin tuh?" tanya Jelita.
"Iya, baru aja mau di bangunin, tapi bangunin kalian dulu," ucap Grizelda.
"Baiklah mari kita kerjai dia," ucap Sahara bangun dari tempat tidurnya dan menuju pintu kamar Syafiq.
__ADS_1
"Bangun Syafiiiiq, ke-ba-ka-raaaaaannnnnn!" teriak Sahara dengan keras.
Syafiq langsung bangun dan ia langsung membukakan pintu kamarnya.
"Di mana? Di mana kebakarannya?" tanyanya panik.
"Aaaaaaa...." teriak Sahara karena Syafiq hanya mengunakan celana pendek tanpa baju.
Jelita, Grizelda dan Glinda mereka malah tertawa.
"Kurang ajar! Kalian jangan bercanda begituan, bagaimana jika aku keluar nggak pake apa-apa," ujar Syafiq dan ia kembali masuk kamarnya.
Para gadis itu duluan menuju dapur dan menyantap makanannya.
"Hey! Kalian makannya nggak nungguin aku?" tanya Syafiq.
"Kamu kelamaan," jawab Glinda.
"Hm... enak, masakanmu emang best, oh iya, nanti setelah pulang kuliah, seperti yang di janjikan aku akan mencari perusahaan yang ingin ku beli," ucap Syafiq.
"Wah... kami juga ikut untuk meramaikannya," ucap Sahara.
"Ya sudah, aku bantu kamu pilih deh," ucap Jelita tersenyum.
"Wah ada senior yang turun tangan pasti sangat membantu," ucap Syafiq terkekeh.
"Ya udah, ayo berangkat ," ajak Jelita.
"Kami berangkat dulu ya Grizelda, hati-hati di rumah," pesan Sahara..
"Justru kalian yang harus hati-hati," ucap Grizelda.
__ADS_1
"Iya, yq udah kami berangkat," ucap Glinda dan mereka pun semunya sudah menenteng tasnya dan pergi.
Berhubungan Glinda tidak punya mobil, jadi Jelita mengantarkan Glinda terlebih dahulu dan kemudian ia baru ke kantornya.
Sultan Sahara melajukan mobilnya menuju kampus.
Ding ding
Misi baru
Menemukan cincin seorang anak yang hilang di pinggir jalan.
Hadiah 500.000.000.
Syafiq memepankan mobilnya dan ada seorang anak menangis sekitar umur 10 tahun dan Syafiq mendekatinya.
"Ada apa dek?" tanya Syafiq yang keluar dari mobilnya.
"Cincin aku hilang, aku harus menemukannya, jika tidak, ibu pasti memarahiku," jawab anak itu menangis.
"Di mana hilangnya? Biar kakak bantu cari," ucap Syafiq.
"Di sana tadi, tapi pas lihat lagi nggak ada," ucap anak itu.
"Ya sudah, ayo kita ke sana lagi," ajak Syafiq.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1