
Syafiq kembali melajukan mobilnya di jalanan menuju kampusnya.
"Eh Syafiq, kok kamu baru sampai? Kemana aja kamu tadi?" tanya Yedi heran karena tadi mereka pergi bersama tapi sampainya berbeda.
"Eh iya, tadi aku ada ketemu seorang bapak-bapak yang kelaparan, jadi aku menolongnya sedikit," jawab Syafiq cengengesan.
"Kamu emang baik ya," ucap Yedi bangga dengan temannya sambil menepuk pundak Syafiq.
"Kalo mukul yang pelan ngapa?" tanya Syafiq memegang bahunya.
Lewatlah Roni dan kawan-kawannya berjalan dengan bagaknya.
"Heh! Orang yang sudah kalah, tapi nggak mau mengaku kalah," ujar Yedi mencibir.
Ternyata di dengar oleh Roni dan ia berhenti lalu mendekati Yedi.
"Apa kamu bilang?" tanya Roni menatap tajam Yedi.
Syafiq menepuk pundak Roni dan membalikan tubuh Roni kehadapannya. "Kau lebih baik jangan buat masalah, ku pukul sedikit nanti kau menangis," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Heh! Tunggu saja aku menjadi kuat, aku akan mengalahkanmu dengan segalanya, kau tidak akan punya kesempatan untuk menang," ucap Roni dengan nada tinggi.
"Silakah, aku memang berharap kalah dari mu, nyatanya aku nggak kalah," ucap Syafiq tersenyum memgejek.
"Kau kalah dalam cinta, Nyatanya kau menyukai Amara tapi dia tidak menyukaimu dia malah menyukaiku," ucap Roni dengan bangganya.
"Heh! Wanita di kampus dan dunia ini, berhubungan aku kaya, aku bisa mendapatkan lebih darinya," balas Syafiq.
"Oh ya, di mananya yang kaya, rumah saja masih bobrok begitu," ujar Roni mencibir sambil melipat tangannya.
"Mari kita lihat besok, apa aku tinggal di rumah bobrok lagi atau tidak," tantang Syafiq.
"Alah, paling kau hanya sanggup sewa beberapa hari saja dan kita lihat berapa lama kau akan tinggal di sana," sahut teman Roni.
Mereka terdiam.
"Benar juga, sewakan berati ia punya uang, berarti dia nggak susah-susah amat," batin Roni.
"Alah, Palingan itu uang gajimu untuk sewa," ujar Ronibtak mau kalah.
__ADS_1
"Lihatlah, apa ada aku kerja? Aku adalah pria pengangguran yang sukses tidak sepertimu, dikit-dikit minta uang dengan Ayahmu," ucap Syafiq.
"Mulai sekarang aku tidak akan meminta uang orang tuaku," ucap Roni yakin.
"Tapi kau akan meminta uang orang lain," jawab Syafiq membuat Syafiq dan Yedi tertawa.
"Kalian!" Roni ingin meninju Syafiq namun di tahan oleh temannya.
"Udah, nanti di marahi dosen," ucap temannya. "Ya udah kita pergi saja, dan pada akhirnya kita yang menang, kita akan mempermalukannya habis-habisan."
"Kamu benar juga, untuk apa aku emosi sekarang, aku akan tertawa melihat kekalahanmu nanti," ucap Roni tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Syafiq dan Yedi.
"Sepertinya dia punya kartu As," ucap Yedi.
"Ku rasa juga begitu, apa yang akan dia lakukannya? Melakukan sesuatu pada mobilku atau di bisa beli mobil yang lebih mahal dariku?" Syafiq bertanya-tanya.
"Udah kalo dia beli yang mahal, kamu tinggal beli lagi, eh Syafiq ngomong-ngomong kamu nggak punya pekerjaan, tapi kok kamu bisa kaya, uangnya emang dari mana?" tanya Yedi penasaran.
"Mampus aku, mau jawab apa?" tanya Syafiq dalam hati.
__ADS_1
"Oh itu uang warisan dari kakek buyutku, ternyata mereka itu orang kaya, sejak keluargaku meninggal dan kami menjadi miskin, setelah mendapatkan rahasia keluarga, baru kami menjadi kaya lagi," jawab Syafiq ngasal.
BERSAMBUNG