
"Itu agar Mama tidak khawatir," jelas Yedi.
"Benar juga, makasih ya Syafiq udah ngasih tau Tante," ucap Ibu Yedi memegang lengan Syafiq. "Terima kasih juga untuk pak polisi dan buk polisi udah bantu juga," ucap ibu Yedi.
"Iya sama-sama Tante," angguk Syafiq.
"Sama-sama buk sebenarnya Syafiq yang lebih banyak membantu ibu harus berterima kasih padanya lebih banyak dari pada kami. semoga Yedi cepat sembuh ya buk," ucap Brima.
"Iya, terima kasih banyak ya Syafiq, kapan-kapan setelah Yedi sembuh kamu makan malam di rumah Tante ya sebagai ucapan terima kasih, buk polisi dan pak Polisi juga datang ya," ucap ibu Yedi.
"Iya, kami usahakan datang," angguk Glinda tersenyum.
"Syafiq, kamu pulanglah agar bisa istirahat, kamu pasti lelahkan," ucap Yedi.
"Iya, aku ingin pulang, lagian juga udah hampir senja," ucap Syafiq.
"Iya, kalian hati-hati di jalan ya," pesan ibu Yedi.
"Iya Tante," angguk Syafiq.
"Iya buk, kami pergi dulu," ucap Glinda.
Mereka pun pergi menuju mobil dan masuk ke dalam.
"Syafiq, gimana dengan mobilku?" tanya Glinda.
"Dalam keadaan sakit kamu masih aja mikirin mobil, berhubungan kamu terluka kamu istirahat aja di rumah, mobil itu untuk sementara di pakai dulu sama bang Brima," ucap Syafiq.
"Wah... bener banget tuh, sebulan pun kamu libur nggak apa-apa," ucap Brima seneng.
"Awas ya kalo mobilku kenapa-napa," ancam Glinda.
__ADS_1
"Tenang saja, akan ku jaga dengan sepenuh hati," ucap Brima.
"Ya udah kita pergi ke tempat tadi," ucap Syafiq menginjak pedal gas mobilnya
Krucuk! Krucuk!
Glinda langsung menutup perutnya.
"Kok aku kayak dengan suara gajah mengamuk ya," ucap Brima sambil tertawa.
Sriingg!
Tatapan Glinda rasanya lebih tajam dari samurai, Brima langsung terdiam.
Syafiq tersenyum namun ia tetap fokus menyetir.
"Ngapain kamu senyum-senyum," ucap Glinda.
Tak lama kemudian Syafiq memberhentikan mobilnya dan ia pun keluar dari mobilnya.
"Kalian tunggu sebentar," ucap Syafiq dan kemudian menuju sebuah warung.
"Pak, pesan hamburger 3 sama minuman cappucino moca," pesan Syafiq.
"Baik, sebentar ya," ucap penjual tersebut.
Bapak itu pun memangang daging dan rotinya. Sedangkan istrinya membuatkan minuman.
"Ini pesanannya," ucap bapak itu menyerahkan kotak makananya.
"Berapa semuanya pak?" tanya Syafiq menerima pesanannya.
__ADS_1
"Hamburger 3, 150 ribu, minumannya 3, 50 saja, semuanya 200 ribu," ucap bapak itu.
Syafiq mengeluarkan uang dari saku celananya dan menyerahkan kepada bapak tersebut.
"Terima kasih," ucap bapak itu.
"Sama-sama," angguk Syafiq dan pergi menuju mobilnya.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 200.000.
Sisa hadiah Anda 1.860.228.800.000.
"Nih makan," ucap Syafiq menyerahkan kepada Glinda.
"Terima kasih," ucap Glinda. Ia mengambil bagiannya lalu menyerahkan kembali kepada Syafiq
"Beri sama bang Brima juga. Oh iya, tangan kamu 'kan sakit" ucap Syafiq mengambil kotak hamburger dari tangan Glinda.
"Kau memperlakukanku seperti tanganku patah saja," ucap Glinda manyun.
Syafiq menyerahkannya sekotak burger kepada Brima. "Mau ku suapin nggak?" tanya Brima terkekeh.
"Kau mengejekku?" tanya Glinda menatap tajam Brima.
Brima kembali diam sambil membuk mulutnya lebar-lebar menyantap burgernya.
Syafiq kembali menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan menuju tempat kejadian tadi untuk mengambil mobil Glinda.
Bersambung
__ADS_1
370