
"Lho? Kamu nggak langsung pergi?" tanya Sahara.
"Makananku belum habis, bentar lagi, lagian pula patung yang di curikan bakal di jual juga, nggak mungkin dia bikin koleksikan," ucap Syafiq.
"Iya juga sih," angguk Sahara yang juga mrnyantap makanannya.
"Ya udah, aku berangkat dulu," ucap Syafiq meneguk air kemudian ia pun pergi menuju mobilnya.
Syafiq menginjak pedal gas mobilnya dan melaju pergi.
Ding ding
Misi baru
Temukan pencurinya.
Hadiah 80.000.000.000
"Hehehe... apa-apa sekarang jadi misi nih, aku tambah kaya aja," ucap Syafiq.
Sesampainya di sana Syafiq pun turun mobil dan masuk ke dalam mesium. Namun ia di tahan oleh petugas pengaman yangnsedang berjaga di pintu masuk.
"Maaf Tuan, Anda tidak boleh masuk ke dalam," ucap petugas itu mengangkat tangannya menghadang Syafiq yang ingin masuk.
"Tapi aku ke sini di undang oleh seseorang," ucap Syafiq.
"Bisakah Anda memberi tahu dulu siapa yang mengundang Anda?" tanya petugas itu.
__ADS_1
"Dia polisi kriminal, namanya Glinda, umur 26 tahun, tinggi 170 cm, ukuran sepatu 38, ukuran baju L, ukuran celana 36, rambut lurus sebahu, mata bulat, cantik, kulit kuning langsat, penopang dada C cup," ucap Syafiq detail.
Petugas itu tak bisa berkata-kata, saking detilnya sampai di di dalam pun ia sebutkan.
"Baiklah, kami akan mencari orang dengan ciri-ciri yang Anda sebutkan," ucap petugas itu masuk ke dalam mesium.
"Maaf, untuk Nona yang benama Glinda, Anda di cari seseorang," ucap petugas itu.
"Oh baiklah," ucap Glinda berlari ke depan pintu mesium.
"Syafiq, ayo masuk," ajak Glinda.
"Oh ini orang yang Anda undang?" tanya petugas itu.
"Iya, dia adalah orang yang aku percaya untuk memecahkan kasusnya," ucap Glinda.
"Apa dia pacar Anda atau Suami Anda, karena ia tahu semua tentang Anda," tanya Petugas itu.
"Oh apa ini orangnya?" tanya Pemilik mesium itu.
"Iya Tuan, dia adalah detektif swasta yang terpacaya, saya yakin jika dia bisa memecahkan kasus bapak kali ini, Anda bisa ceritakan kejadian itu padanya," ucap Glinda menyerahkan Syafiq kepada pemilik mesium tersebut.
"Berhubungan kamu di percaya oleh polisi ini, saya juga akan mempercayai kamu, perkenalkan nama saya Hadi, pemilik mesium, siapa nama kamu?" tanya pak Hadi mengulurkan tangannya.
"Oh iya, perkenalkan nama saya Syafiq, terima kasih sudah mau mempercayai saya," ucap Syafiq membalas jabatan tangan pak Hadi.
"Mari kita duduk dulu," ajak pak Hadi mempersilakan duduk di kursi.
__ADS_1
Syafiq mengangguk dan mereka duduk bersama polisi Glinda dan Brima, pak Hadi di kawal oleh seorang pria berumur 55 tahun, dia adalah orang kepercayaannya dan 5 orang pengawal yang lain, sedangkan polisi yang lain masih memeriksa tempat patung yang di curi.
"Patung itu sangat berharga di antara lain barang di sini, para pengunjung datang kesini karena patung itu, tanpa patung itu, omset pemasukkan saya pasti akan berkurang," ucap Pak Hadi.
"Bolehkah aku melihat gambar patung itu?" tanya Syafiq.
"Oh, sebentar," ucap pak Hadi mengambil ponselnya dan memperlihatkan patung tersebut.
Syafiq melihat patung tersebut, patung itu berwarna perak yaitu patung seorang ibu yang mempunyai sayap sedang memeluk anaknya.
"Patung ini pasti punya sejarah dan jika orang melihatnya pasti orang tersebut menjadi menyayagi ibunya dan seseorang yang ibunya meninggal menjadi rindu dengan ibunya, apa benar begitu?" tanya Syafiq.
"Kamu benar sekali, patung itu bernama patung ibu malaikat dan anak suci dan itu sangat berharga, sudah Ada yang menawar seharga 4 triliun, namun saya tidak menjualnya, karena patung itu bagaikan keberuntunganku, dan juga sebagai pengingat aku kepada ibuku, aku berharap jika kamu menemukannya," ucap pak Hadi berharap.
"Baiklah, coba bapak cerita kejadiannya," ucap Syafiq.
"Ceritanya tidak terlalu panjang, hanya saja saat mesium di buka tiba-tiba saja patung itu sudah tidak ada, saya di beri tahu oleh penjaga saya tadi pagi," ucap Pak Hadi merasa sedih.
"Hm... rekaman CCTV-nya bagaimana?" tanya Syafiq.
"Sudah di cek, namun tidak ada orang yang masuk, tapi hanya saja, patung itu bergerak dengan sendirinya dan seperti di ambil lalu menghilang," ucap pak Hadi.
"Itu sangat aneh jika tidak terlihat seseorang yang mengambilnya, bolehkah saya melihat rekaman CCTV-nya?" tanya Syafiq.
"Perlihatkan CCTV-nya," perintah pak Hadi kepada pengawalnya.
Pria berumur 55 tahun itu mengambil laptopnya dan memperlihatkan kepada Syafiq.
__ADS_1
Syafiq melihat rekaman CCTV-nya, Di vedio itu tidak terlihat siapa pun, saat penjaga yang berada di depan pintu tetap berjaga seperti biasa. Yang mengejutkan patung itu memang bergerak secara perlahan-lahan, namun menghilang dari rekaman itu, tidak ada tanda-tanda jika seseorang masuk, itu malah terlihat seperti makhluk gaib yang mengambilnya.
Bersambung