SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 51


__ADS_3

"Oh iya, Bude, Syafiq hari ini minta tolong bersihkan rumah Syafiq yang baru pindah tadi, Syafiq mau ke rumah sakit, bibi juga sedang belajar menyetir mobil," ucap Syafiq.


"Ya, ya, ya, Bude ke sana sekarang," ucap Bude cepat sambil menyeka air matanya.


"Ayo sama Syafiq aja," ajak Syafiq.


"Pak, jaga rumah ya," pesan Bude.


"Iya Bu," jawab pak de Heri.


Bude ikut masuk ke dalam mobil Syafiq duduk dengan tenang dan tak berani memegang apa pun.


Sesampainya di depan rumah Syafiq menyerahkan kunci rumah kepada Bude Rania.


"Bude, tolong susun ya, aku pergi sekarang," ucap Syafiq tanpa keluar dari mobilnya dan juga hari sudah sore.


"Iya, hati-hati Nak," pesan Bude.


Syafiq melambaikan tangannya dan melaju kencang di jalanan menuju rumah sakit


Ding ding


Hadiah Anda di kurangi 20.000.000


Sisa hadiah anda 3.069.950.000


Mobil Syafiq pun sampai di rumah sakit dan ia segera masuk ke ruang di mana tempat Yedi berada.


"Eh kamu kok kesini?" tanya Yedi terkejut dengan kedatangan Syafiq.

__ADS_1


"Nggak boleh aku kesini?" tanya Syafiq.


"Bukan gitu, bukannya kamu sibuk dengan rumah baru?" tanya Yedi.


"Udah Siap kok, sana minggir," ucap Syafiq menyuruh Yedi duduknya di geser.


Baru saja mau duduk


Ding ding


Misi baru


Seorang suster salah memasukkan obat kentubuh pasien membuat pasien kejang-kejang, selamatlan dia. Di ruang 017


Hadiah 800.000.000


Syafiq tiba-tiba berdiri kembali.


"Hm... aku keluar sebentar?" ucap Syafiq yang langsung keluar dari pintu ruang tempat paman Yedi di rawat.


"Kenapa dia?" tanya Yedi menekuk alisnya dan kembali melanjutkan main gamenya.


Syafiq langsung memcari ruangan 017, ia mengecek satu persatu dan akhirnya ia pun menemukan kamarnya.


"Oh ini kamarnya," ucap Syafiq menunjuk nomor kamarnya dan masuk ke ruangan.


Syafiq berdiri di depan pintu.


Ternyata Suster itu sudah menyuntikkan obatnya dan mencabut jarum dari lengan pasiennya.

__ADS_1


"Setelah ini, Ibu istirahat ya," ucap suster itu.


"Iya, makasih ya sus," ucap pasien itu.


Baru saja suster itu mengangkat napan yang berisi obat-obatan, pasien itu langsung kejang-kejang tak menentu.


"Suster! Suster! Ini kenapa?" tanya anak pasien itu menjerit melihat keadaan ibunya.


Suster itu langsung meletakkan napan di atas meja dan memeriksa tubuh pasien.


"Ini kenapa ya?" tanya Suster itu panik.


"Itu Suster salah menyuntikkan obat," ucap Syafiq tiba-tiba.


"Di saat seperti ini, kamu jangan ikut campur, cepat panggil dokter!" teriak Suster itu.


Anak pasien pun pergi mencari dokter.


"Kamu ngapain kesini, sana pergi jangan menganggu pekerjaan orang," ucap Suster itu marah sambil menahan kejang di tubuh pasien itu.


"Aku tidak menganggu, tapi ucapanku benar, kamu salah memberi obat," ucap Syafiq.


"Siapa yang salah memberi obat?" tanya dokter itu yang masuk ke dalam ruangan.


"Dokter ini bagaimana ini, tiba-tiba saja dia kejang-kejang," ujar suster itu panik.


Dokter itu pun melihat obat yang ada di napan. "Benar kamu salah kasih obat ya," ucap dokter itu melihat ke arah suster itu.


Suster itu jadi binggung, rasanya ia tak mungkin salah kasih obat.

__ADS_1


"Ini obat untuk menyuntikan penyakit tambah darah, sedangkan dia sakit karena darah tinggi," jelas dokter itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2