SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 118


__ADS_3

"Wah aku mau!" teriak mereka menyerbu toko Syafiq.


"Hehehe bagaimana?" tanya Syafiq nyengir.


"Jika sebanyak ini yang beli emang kamu bisa bayar mereka.


"Justru itu, hasil penjualnnya bisa ganti barang baru dan juga untungnya dari penjualannya yang untuk mereka, aku sama sekali tidak merasa rugi, yang penting pelanggan senang bisnisku lancar," ucap Syafiq meninggalkan wanita itu dan melayani para pelanggannya.


"Sial! Dia malah untung banyak," ucap wanita itu pergi dengan kesal.


"Mari ibu-ibu ayo di beli akan ada cas back 300.000," ucap Syafiq.


Mereka pun membeli meskipun yang mereka pilih yang harga murah saja, dari harga 1.000.000.


"Terima kasih ibu-ibu dan bapak-bapak jangan bosan-bosan kalian kesini," ucap Syafiq tersenyum bahagia.


"Wah... untung banyak nih Syafiq," ucap Grizelda.


"Hahaha... sepertinya aku harus berterima lasih dengan wanita tadi, jika dia tidak datang memprovokasi mungkin barang kita lama akan laku, ngomong-ngomong dia di mana ya?" tanya Syafiq celingak celinguk.


"Ya udah pergilah masa dia harus melihat keberhasilanmu sambil bertepuk tangan dan bersorak, yang ada dia makan panas," jawab Grizelda.


"Kamu benar, oh ya kamu yang tadi pemberani, nih aku kasih 500.000 sebagai penyemangatmu untuk bekerja, nah kalian juga jika semangat dan rajin bisa jadi gajian bisa naik," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk mereka.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan atas kebaikan Anda," ucap pegawai itu.


"Sama-sama, hehehe sopan banget sih kamu, tapi itu sangat bangus dan karena kalian tadi bekerja keras maka kalian dapat 100.000," ucap Syafiq memberi pegawainya uang.


"Terima kasih Tuan," ucap mereka senang.


"Wah bos kita royal banget ya," bisik mereka senang.


"Semoga saja bos kita selalu seperti ini," ucap mereka menengadahkan tangannya ke atas.


"Jadi uang ini dan nanti aku akan tambahkan uang lainnya aku akan pergi ke paris untuk membeli beberapa barang untuk toko kita ini, berhubungan aku masih libur, jadi kalian tetap bekerja seperti biasanya ya dan jam juga sudah menunjukkan pukul 09:50, kalian bersiap-siaplah pulang," ucap Syafiq.


"Baik Tuan dan terima kasih," ucap pegawai itu.


"Ayo kita pulang, besok aku ingin mengurus pasport dan kamu juga biar kita bisa berangkat ke paris," ucap Syafiq.


"Iya, terus masa sekretarisku ku tinggal dan aku malah ngajak orang lain," jawab Syafiq.


"Makasih Syafiq, paris adalah tempat impian yang ingin aku kunjungi!" teriaknya bahagia sambil memeluk Syafiq.


"I-iya," jawab Syafiq.


"Ini boleh aku balas pelukannya nggak sih?" tanya Syafiq dalam hati.


"Maaf-maaf, aku nggak sengaja, itu hanya refleks aja karena aku seneng banget ketika kamu mengajakku," ucap Grizelda melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Eh nggak apa-apa, ya udah ayo pulang, ini malam udah semakin larut besok kita harus bangun pagi-pagi," ajak Syafiq.


"Iya," angguk Grizelda bersemangat.


Mereka pun masuk mobil dan dan toko pun di tutup oleh karyawanya.


Sesampainya di rumah para 3 gadis itu ternyata masih belum tidur dan mereka menonton tv sambil ngemil.


"Ternyata kalian belum tidur?" tanya syafiq.


"Belum mengantuk," jawab Sahara.


"Bagaimana Griz, apa kamu di bawa ke dalam semak?" tanya Glinda.


"Iya," jawab Grizelda duduk di sofa samping Jelita..


"Serius!" tanya mereka penasaran.


"Iya, sayangnya di dalam semak menyelamatkan orang," jawab Grizelda.


"Yaaahhhh..." sahut mereka kecewa.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2