
Mereka melanjutkan perjalanannya menuju kampus. Sesampainya di sana Syafiq dan Sahara turun mobil.
"Lho? Ini mobil siapa lagi?" tanya Yedi dengan mata pandanya.
"Nggak tau punya siapa, bawa sajalah," ucap Syafiq.
"Hahahaha... Syafiq, Syafiq, mana mobil kebanggaanmu itu? Apa ucapanku benar jika itu hanya mobil sewaan, dan lihatlah apa seleramu sudah berubah," ejek Roni terkekeh.
"Kau sepertinya sangat suka menghina orang, nggak takut di hina balik," ucap Syafiq.
"Lalu kenapa? Masalah aku di hina orang bukan urusanmu," ucap Roni meninggalkan Syafiq.
"Ya udah masuk yuk," ajak Syafiq. Sahara pun menuju ruangannya dan tinggallah Yedi dan Syafiq menuju ruangannya.
Dengan lemas Yedi juga ikut masuk. "Ada apa denganmu?" tanya Syafiq menekan kelopak mata Yedi.
"Ah, ini gara-gara anak Bibiku menangis terus dan aku tidak di bolehkan kerumahmu karena aku di suruh bawa ke rumah sakit dan juga bibi menginap di rumahku," jawab Yedi lemas.
"Kalau kau ngantuk begini kenapa datang ke kampus, bahaya kamu nyetir begini," ucap Syafiq.
"Ya udah aku bolos aja, aku tidur di mobil saja," ujar Yedi berbalik badan dan kembali keluar menuju mobilnya.
Syafiq melihat kebelakang tersenyum sambil mengeleng kepala. Ketika Syafiq berbalik badan Amara sudah ada di depan.
__ADS_1
"Astaga! Bikin kaget aja," ucap Syafiq mengelus dada.
"Kamu kok ganti mobil?" tanya Amara.
"Aku di perhatikan oleh primadona kampus jadi tersanjung," ucap Syafiq tersenyum.
"Aku bukan memperhatikanmu, aku cuma nanya," ucap Amara dengan nada kesal.
"Bertanya juga termasuk di perhatikan," jawab Syafiq.
"Sudahlah malas berbicara denganmu," ucap Amara masuk keruangan dengan wajah kesal.
Syafiq pun masuk ke ruangan sambil tersenyum lalu duduk di kursinya.
"Tanya aja sendiri sana," jawab temanya yang bernama Mira.
"Iya, kamu sendiri yang tanyai, masa kami yang nanya tiba-tiba, biasanya kami nggak pernah ngomong sama dia, kan aneh jika kami udah mulai bicara dengannya," sambung Jenny.
Amara langsung manyun mendengar ucapan temannya itu.
"Ya udah yuk, yuk," ajak Mira mendorong Jenny agar ia pergi terlebih dahulu.
Temanya pun datang ke tempat duduk Syafiq.
__ADS_1
"Hm... Syafiq, itu mobil punya kamu apa minjem?" tanya Jenny.
"Kenapa? Kalian kepo juga sama seperti teman kalian itu? Apa kalian di suruh dia?" tanya Syafiq melihat ke arah Amara, sedangkan Amara menutup kepala dengan tasnya karena malu.
Mira mencibir dan Jenny manyun.
"Baiklah akan ku beri tahu kepada kalian yang terus bertanya-tanya, aku jawab dengan senang hati. Itu mobil punya seorang gadis yang sangat cantik jadi kami itu tukaran untuk beberapa saat, maklumlah orang ganteng ya beginilah nasibnya, terus di kejar-kejar cewek cantik," ucap Syafiq membanggakan diri.
Amara langsung mual di buatnya yang pastinya ia sudah mendapat jawabannya meskipun itu entah benar entah tidak.
Tak lama kemudian mobil Syafiq datang ke kampus dan berhenti di tengah tempat mobil lalu lalang.
Seorang wanita modis nan cantik menggunakan jas rapi dan rok di batas lutut beserta heels yang cukup tinggi.
Terlihat dari jendela mobilnya pulang, Syafiq langsung berlari keluar ruangannya.
Seorang gadis melihat-lihat di perkirannya mencari mobilnya dan setelah ketemu tapi kunci mobilnya malah tidak ada.
"Cepat juga kamu sampainya," ucap Syafiq tiba-tiba.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih