SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 190


__ADS_3

"Ya sudah jika begitu, nanti setelah selesai milih aku telpon lagi, aku juga akan kasih tau sama pemiliknya," ucap Frida.


"Oke!" jawab Grizelda.


Panggilan pun di putuskan.


"Gi mana?" tanya Syafiq.


"Kalo udah selesai di pilih sama di hitung, nanti dia telpon balik," ucap Grizelda tersenyum.


"Baiklah jika begitu, tapi kok perutku kok lapar ya," ucap Syafiq mengosok-gosok perutnya.


"Iya, aku lapar juga," ucap Sahara.


"Pesan makanan gih," ucap Syafiq.


"Oke! Karena habis gajian aku yang traktir," ucap Sahara.


"Aku traktir kalian semua ya," ucap Sahara.


"Terima kasih Nona," ucap para karyawan senang.


Tak lama kemudian motor yang di pesan pun sampai.


"Wah itu motornya udah sampai," ucap karyawan itu berbisik dengan gembira.


"Permisi, sepeda motor Anda sudah sampai," ucap pegawai dialer.


"Terima kasih sudah mengantarkannya," ucap Syafiq.


"Ini BPKB dan STNK-nya, silakan di isi Tuan," ucap pegawai dealer itu menyerahkan kepada Syafiq.


Syafiq menerimanya. "Ini kalian isi masing-masing nama kalian," ucap Syafiq menyerahkan kepada para pegawainya.


Mereka berlari mendekat dan mengisi data dirinya.


"Tuan Ceo baik banget ya," ucap mereka tertawa senang.


"Atas nama kita berarti ini punya kita," ucap salah satu pegawainya.


"Iya lah," jawab yang lain.


"Tuan, ini kami sudah selesai mengisinya," ucap Para pegawai itu menyerahkannya kepada Syafiq.


"Untuk apa kalian berikan kepadaku lagi, kalian pilih motornya sesuai platnya," ucap Syafiq.


"Terima kasih Tuan," ucap mereka membungkukan badannya.


Mereka berlari ke arah motornya dengan suka cita.


"Silakan di tes," ucap pegawai itu.


Mereka pun mengeteskan motor barunya.


"Berapa semuanya?" tanya Syafiq.

__ADS_1


"Persatu unit 25 juta, ada delapan unit semuanya menjadi 200 juta," jawab pegawai itu.


"Baiklah, berikan aku nomor rekeningnya," ucap Syafiq.


Tidak Tuan, saya membawa mesin pembayaran," ucap pegawai itu menyerahkan pembayaran itu.


"Oh baiklah jika begitu," ucap Syafiq membuka silikon ponselnya dan mengeluarkan kartu ATM-nya karena kartu ATM-nya ia simpan di belakang ponselnya.


Syafiq mengesek kartunya.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 200.000.000


Sisa hadiah Anda 1.809.229.000.000.


"Terima kasih Tuan," ucap Pegawai itu.


"Iya sama-sama," angguk Syafiq.


Pegawai itu pun pergi dengan mobil pengangkut sepeda motornya.


"Hey kalian, jika sudah selesai mengetesnya, kembali bekerja," teriak Syafiq melihat para karyawannya sedang asik memutar bersama motornya sambil tertawa.


"Baik Tuan," ucap Mereka segera memarkirkan motornya dan berlari masuk ke dalam.


"Motor sudah aku barikan, ingat! Kalian harus rajin bekerja," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," ucap Mereka kembali bekerja.


Tririring


Tririring


Tririring


"Halo," jawab Grizelda.


"Halo, Barangnya udah di pilih nih, udah mau di kemas juga," ucap pemilik tas tersebut menggunakan bahasa inggris.


"Nah, aku nggak ngerti bahasa inggris," ucap Grozelda memberikan ponselnya kepada Syafiq.


"Berapa semuanya?" tanya Syafiq juga menggunakan bahasa inggris.


"Untuk jam tangan 19 milyar dan untuk tas 13 milyar, semuanya menjadi 32 milyar, saya kasi diskon menjadi 29 milyar saja," ucap pemilik tas tersebut.


"Terima kasih Madam, saya akan mentransfer uangnya segera," ucap Syafiq.


"Baiklah saya akan mengirimkan nomor rekeningnya. Terima kasih sudah menjadi pelanggan saya, akan saya beri bonus kecil-kecilan, semoga Tuan menyukainya," ucap pemilik tas itu.


"Baiklah, Terima kasih madam," ucap Syafiq.


Tririt tririt.


Pesan singkat masuk, yaitu nomor rekeningnya.

__ADS_1


Syafiq pun menstransfer uangnya.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 29.000.000.000


Sisa hadiah Anda 1.780.229.000.000.


"Oke! Semuanya sudah selesai, akhirnya aku bisa bersantai sedikit," ucap Syafiq baring di sofa.


"Paket makanan Anda sudah datang," ucap pengantar makanan.


"Oke, udah di bayar lewat aplikasi ya pak," ucap Sahara menerimanya.


"Iya Nona, terima kasih, sila berlangganan lagi," ucap kurir itu mengatup kedua tangannya sambil tersenyum dan kemudian ia pun pergi.


"Ayo, ayo, ayo semuanya mari makan," ajak Sahara.


Para pegawai itu berkumpul, Sahara membagi-bagi makanannya.


"Terima kasih nona, semoga hari-harimu bahagia," ucap pegawai itu.


"Terima kasih ya," jawab Sahara tersenyum.


Syafiq juga mengambil makanannya dan kemudian melahapnya.


Tririrng


Tririring


Tririring


"Halo," jawab Syafiq.


"Halo Syafiq, ini ada kasus lagi," ucap Glinda.


"Kasus apa lagi?" tanya Syafiq sambil mengunyah makanannya.


"Sebuah patung peninggalan sejarah dari mesium hilang, mereka tidak tau siapa pencurinya," ucap Glinda.


"Jadi?" tanya Syafiq.


"Kami butuh bantuanmu, untuk menemukan pencurinya," ucap Glinda.


"Hm... bagaimana ya?" tanya Syafiq.


"Ayolah, bantu kami Syafiq, Plissss," ucap Glinda memohon.


"Baiklah, aku akan ke sana, kirimkan lokasinya," ucap Syafiq.


"Baiklah," jawab Glinda memutuskan panggilannya.


Tin! Tin!


Pengiriman lokasi terkirim.

__ADS_1


"Oh, di mesium," ucap Syafiq mengangguk-angguk namun ia tetap memakan makanannya.


Bersambung.


__ADS_2