
Kemal terdiam.
"Lalu ada apa kau datang ke rumah Rendi dan bertengkar?" tanya Fizan.
"Itu karena aku memberi tahu yang sebenarnya bahwa jangan sampai dia mendekat dengan kemal, jika tidak dia akan kehilangan nyawanya, dan dia malah tak percaya dan terus menganggap Kemal sebagai teman, aku sangat marah waktu itu karena dia tak mau di bilangi, dia terus membela kamu, apa kamu tidak merasa kehilangan dia! Atau kau puas membunuhnya dengan tanganmu sendiri!" teriak Jerry murka.
"Dari mana kamu tahu jika Kemal ingin membunuh Rendi?" tanya Dahlia.
"Aku datang ke rumah Kemal untuk mengajaknya keluar, karena kami terbiasa satu sama lain, maka aku langsung masuk saja ke dalam rumahnya, karena rumahnya terbuka, untung saja aku tidak memanggilnya dan aku tau jika dia di dalam kamar, aku juga langsung masuk ke dalam kamarnya saat aku sampai di depan pintu dan terdengar suara, aku mengintip dari pintu yang terbuka sedikit dan melihat ke dalamnya, aku melihat poster Rendi ia tempelkan ke dinding dan ia menancam terus dengan pisau dan menyayat gambar wajah Rendi, saat itu aku melihat dia seperti orang terganggu dengan kejiwaannya, ia tertawa dan kemudian marah dan terus menancapkan pisaunya dan terus berkata 'Mati saja kau biang kerok, dasar pria brengsek, seharusnya aku yang menjaga Lia, bukan kamu, jika kau mati maka Lia akan hidup bersamaku dan kami akan hidup bahagia, mati saja kau, ya benar aku harus membunuhnya,' begitulah ucapannya dan aku mundur perlahan-lahan agar tidak terdengar suara langkah kakiku dan mengeret motorku setelah laju aku baru menghidupkan mesin motorku, aku pulang dan ketakutan dan ingin langsung memberi tahu Rendi," jawb Jerry panjang lebar.
"Lalu alasan kau tiba-tiba ingin menikahi Lia adalah untuk menghindari Rendi di bunuhĺ oleh Kemal?" tanya Syafiq.
"Iya benar, itu adalah alasanku, agar Rendi menjauh dari Lia dan membiarkan dia menyerangku, karena aku punya ilmu bela diri untuk melawannya, selama ini aku terus bersamanya dan menjaganya, tapi aku tentu saja tak setiap detik bersamanya, dan saat itu aku berkata untuk menyuruhnya terus mengikutiku termasuk tidur di rumahku, tapi dia menolakku sudah aku katakan berkali-kali jika nyawanya terancam dan dia tidak percaya dan karena aku emosi aku mengatakan, jika kau tidak mau mendengarkan apa kataku, maka jangan salahkan aku jika kau tak bisa di selamatkan, aku sudah berusaha sejauh ini untuk melindungimu dan terus menjagamu, jika kau tak mau lagi mendengar apa katamu ya sudahlah, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi' dan aku pun pergi meninggalkan dia," ucap Jerry. "Seharusnya sekesal apa pun aku, aku tidak harus meninggalkan dia, aku benar-benar menyesal karena meninggalkan dia," ucap Jerry bersedih sambil menundukan kepalanya.
"Lalu kenapa kamu tidak lapor polisi masalah ini?" tanya Syafiq lagi.
"Aku tak punya bukti, di saat dia menancapkan pisau di poster Rendi aku tak berpikir untuk merekamnya dan mencari bukti pun aku tak bisa karena terus memantau Rendi terus, seharusnya yang ku pantau adalah Kemal, bukan Rendi," ucap Jerry menyesal.
"Baiklah semuanya sudah terungkap, haishhh... detektif palsu ini ternyata bisa mengungkapkannya, tidak seperti seseorang yang mengaku detektif tapi nggak menemukan apa-apa," ucap Syafiq mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Huh menyebalkan," ucap pria itu dan mereka pun pergi masuk ke dalam mobilnya.
Polisi memborgol tangan Kemal dan dengan pasrah Kemal di borgol tanpa perlawanan. "Untuk Jerry, kamu ikut ke kantor polisi untuk memberi keterangan," ucap Brima.
"Baik pak polisi," angguk Jerry.
"Ayo kita pulang dan istirahat," ajak Keiza memeluk Lia membantunya berdiri.
Kemal di bawa masuk ke dalam mobil polisi dan Jerry ikut ke dalam mobil tersebut.
"Akhirnya selesai juga, ini sudah hampir tengah malam, ayo pulang," ajak Syafiq kepada Glinda.
Melihat Glinda menuju mobilnya dan Syafiq juga menuju mobilnya dan duduk di kursi pengemudi.
"Baiklah, mari kita pulang," ucap Syafiq menginjak pedal gas mobilnya.
Ding ding
Misi selesai
__ADS_1
Selamat Anda mendapatkan 40.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 2.040.457.000.000
Selamat Anda mendapatk 20 poin.
Poin Anda menjadi 360 poin.
Sesampainya di rumah, Syafiq dan Glinda turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah dan Syafiq langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidur.
xxx
Ke esokan paginya.
"Syafiq... Syafiq... ayo sarapan!" panggil Sahara.
Syafiq bangun dan mengucek matanya dan melihat jam di diding, ternyata sudah jam 8 pagi.
Bersambung
__ADS_1