SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 264


__ADS_3

"Wah… mantap nih," ucap Brima.


Mereka langsung menyantap makanannya karena sudah sangat lapar.


Tririring


Tririring


Tridiring


Ponsel Brima berdering.


"Halo komandan," jawab Brima.


"Apa sudah selesai kasusnya?" tanya komandan.


"Sudah selesai komandan," jawab Brima.


"Hm… pasti saudara Syafiq lagi yang menyelesaikannya," tebak komandan.


"Hehehe… iya komandan," jawab Brima cengengesan.


"Baiklah, nanti buat laporannya," ucap komandan tersebut.


"Baik komandan," angguk Brima.


"Mulai sekarang, kalian berdua di tugaskan khusus mengikuti Saudara Syafiq, karena saudara Syafiq sering bertemu kasus, dampingi dia terus, tapi jika ada kasus yang butuh para petugas segera hubungi ya," ucap komandan tersebut.


"Baik Komandan, terima kasih atas tugas yang Anda berikan," ucap Brima senang.


"Sampaikan kepada saudara Syafiq nanti, jika begitu saya tutup dulu," ucap Komandan.


"Baik komandan," angguk Brima semangat.


"Ada apa? Sepertinya sangat senang?" tanya Syafiq mengigit daging lobsternya.


"Tentu saja aku sangat senang, ini adalah berita yang sangat baik," ucap Brima membetulkan posisi duduknya di kursi.

__ADS_1


"Apa kata komandan tadi?" tanya Glinda.


"Hm… mulai sekarang kita berdua di tugaskan untuk mengikuti Syafiq," ucap Brima.


"Aku tidak tertarik sama penguntit," ucap Syafiq.


"Hey! Hey! Aku tidak jadi pengguntitmu, hanya akan menjadi penjagamu," ucap Brima.


"Aku bukan anak bayi yang harus di jaga, entah mungkin kalian yang butuh penjagaanku," ucap Syafiq.


"Baiklah, baiklah. Komandan menyuruh kami berdua terus mengikutimu karena kamu sering menemukan kasus, kami akan membantumu dalam kasus yang kamu temui, jadi kalau ada kasus kamu nggak perlu menelpon kami lagi, kami selalu ada untukmu," ucap Brima.


"Oh ya? Terserahlah, asal tidak menganggu ku berpacaran dengan Sahara," ucap Syafiq.


Sahara tersenyum melihat ke arah Syafiq.


"Cie… ada yang berbunga nih," ucap Glinda.


"Ah kakak apa'an sih," ucap Sahara tersenyum.


"Dasar pasangan sok malu-malu," ejek Glinda.


"Berapa Mbak?" tanya Syafiq.


"800 ribu," jawab karyawan tersebut.


Syafiq mengeluarkan ponselnya dan mengscan di digital pembayaran.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 800.000


Sisa hadiah Anda 5.600.149.000.000.


"Ya udah ayo pulang," ajak Glinda.


Mereka pun segera masuk mobil dan pulang ke vilanya.

__ADS_1


Sesampainya di vila mereka semua masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan tidur.


xxxx


Jam 17:10


Jelita masuk perkarangan vila dan memarkirkan mobilnya.


Ia masuk ke restoran yang sudab buka sedari siang tadi.


"Tumben, di mana mereka?" tanya Jelita.


"Sehabis pulang sekitapr pukul 14:00 tadi mereka sudah pulang dan masuk ke dalam vila dan belum keluar lagia," ucap kepala koki.


"Oh begitu ya, pak bikinkan aku jus jeruk ya," ucap Jelita.


"Baik Nona," angguk kepala koki.


Tak lama Grizelda pun pulang.


"Lho? Kak Jelita sendiri? Di mana yang lain?" tanya Grizelda duduk di hadapan Jelita.


"Iya, kata koki mereka habis pulang langsung ke vila dan belum keluar, mungkin mereka ketiduran, kira-kira mendapatkan kasus apa sampai selelah itu?" tanya Jelita.


"Hm… entahlah. Apa jangan-jangan kasus semalam?" tebak Grizelda.


"Mungkin saja," ucap Jelita mengangguk sambil melihat ponselnya.


Jus untuk Jelita pun di antar oleh kepala koki.


"Pak koki, aku mau jus melon donk," ucap Grizelda.


"Siap Non," ucap kepala koki mengacungkan jempol.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2