
Bibi menghela nafas. "Kamu benar Syafiq, kita harus memulai hidup baru," ucap Bibi tersenyum.
"Ayo kita masuk dan memilih kamar, karena kamarnya terlalu banyak," ucap Syafiq sambil membuka bagasinya dan mengangkat barang-barangnya.
"Iya," jawab Bibi membawa yang ringan dan jyga mengandeng tangan Alviso.
"Bibi, ini ada kamar utama yang lebih besar, mungkin bibi butuh kamar ini untuk kalian berdua," saran Syafiq.
"Tidak usah Syafiq, jika kamar terlalu besar, bibi capek membersihkanya, apa lagi ada Aviso bermain di sana" tolak Bibi.
"Baiklah Bi," ucap Syafiq membawa barangnya ke dalam kamar utama.
"Kama ini sungguh luas, apa aku yang sudah kelamaan tinggal di kamar kecil ya?" ucap Syafiq duduk di tempat tidur yang memang sudah di sediakan oleh pemilik gedung.
Syafiq menepuk-nepuk ranjangnya yang super empuk itu.
Ia kembali keluar kamar dan segera mengambil barang bawaannya tadi.
Ding ding
Misi baru
Seorang ibu-ibu di hipnotis dekat sebuah ATM di jalan melati.
__ADS_1
Hadiah 800.000.000
"Bibi, barangnya sudah ku angkat di depan teras, aku pergi sebentar," ucap Syafiq buru-buru.
"Eh... iya," jawab Bibi yang tercengang.
Syafiq segera masuk mobilnya dan melaju arah tujuannya.
Tak berapa lama Syafiq pun sampai dan melihat ke arah ATM tersebut.
"Orang seramai itu, tidak mungkinkan seseorang berani menghipnotis? Lebih baik aku turun dan melihat situasinya.
Para orang bergantian dan mengantri dan sisa 3 orang yang tidak saling mengenal.
Syafiq menerobos pintu dan masuk ke dalam ruangam mesin ATM dan memukul pundak ibu-ibu itu dan seketika ibu itu sadar.
Pria tadi berusaha lari, Syafiq langsung memegang tangannya
"Hey! Mau kemana kamu?" tanya Syafiq membulatkan matanya.
"Lepaskan!" teriaknya sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Jangam harap, kembalikan uang ibu ini dulu!" bentak Syafiq membulatkan matanya.
__ADS_1
"Ah iya, apa yang terjadi?" tanya Ibu itu setelah sadar.
"Uang ibu di ambil pria ini," ucap Syafiq.
"Ah iya, kembalilan uang saya!" teriak Ibu itu kembali menarik uang di tangan pria itu.
"Syukurlah jika ibu sudah sadar," ucap Syafiq lega.
"Terima kasih ya, dia tadi tiba-tiba masuk dan menepuk pundak saya dan saya pun sudah tak ingat apa-apa lagi," ucap ibu itu. "Jangan lepaskan dia, aku akan menelpon polisi segera," ujar ibu itu mengambil ponselnya dan lalu menelpon polisi.
Mendengar ibu itu menelpon polisi, pria itu dengan berusaha melepaskan diri, Syafiq semakin kuat memegang tangan pria itu.
"Hey ke sini, bantu aku!" terialnya dari dalam ruang ATM kepada temannya di luar.
Temannya itu masuk ke dalam dan menarik tangan temannya itu dan mereka pun menjadi tarik menarik.
"Hey! Jika begini tanganku akan putus!" ujar temannya marah.
Temannya tadi itu berbalik arah dan memeluk Syafiq dari belakang, dan ibu tadi juga tak mau tinggal diam ia memeluk teman pria itu dari belakang dan tidak lupa memukuli wajah teman pria itu.
Karena Syafiq di geluti tangan pria itu terlepas pria itu pun kabur.
"Hey tunggu Aku!" teriak temannya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG