SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 230


__ADS_3

Polisi itu memandang satu sama lain.


"Iya, turunkan senjata kalian, aku tidak apa-apa," ucap Syafiq.


"Biarkan kami membawanya atau kami akan mati bersama," ancam penjahat itu.


"Tapi bagaimana jika kami tak bisa di selamatkan?" tanya para polisi itu.


"Jangan pikirkan aku, selamatkan orang yang ada di dalam perkantoran," ucap Syafiq.


"Syafiq, aku akan membawakan bunga di makammu setiap satu minggu sekali," ucap Brima menangis.


"Aku akan terus mengingat jasamu sepanjang masa," jawab Yang lain menurunkan senjata mereka.


"Kau adalah pahlawan, kami akan membawakan sejumlah uang untuk kau bawa masukke dalam makammu," sahut yang lain merasa sedih.


"Kami akan memakammu secara terhormat," sambung yang lain.


"Kurang ajar! Mereka bahkan sudah bersedih dan menyediakan makam untukku. Hey! Bangsat kalian! Kalian memang benar-benar mendoakanku mati, bukannya berusaha menolongku dengan memasang strategi dan pasrah dengan kematianku!" teriak Syafiq tk terima.


"Hahaha… Mereka bahkan sudah menyediakan peti mati dan uang untukmu," ucap penjahat itu terkekeh.


"Diam kalian, pikirkan nanti bagaimana kalian lolos dariku," ucap Syafiq.


Syafiq pun di bawa pergi oleh ketiga penjahat itu masuk dalam mobil dan mobil itu pun melaju kencang.


"Hehehe… salah kalian yang membawa diriku, coba saja kalian sandera yang lain, mungkin kalian akan selamat," ucap Syafiq.


"Apa maksudmu?" tanya mereka tak mengerti.


Syafiq mengambil tangan salah satu penjahat di sampingnya lalu mematahkannya.


Krakk!!


Suara patahan tulang terdengar, pria yang Syafiq patahkan itu belum kaget dan melihat tangannya patah.


Selang beberapa menit, barulah ia menjerit kesakitan.


"Tangankuuuuuuu!!!!!" teriaknya memegang tangannya.


Teman yang di sebelahnya lagi mengambil senjata api dan menembak Syafiq, namun itu tidak menembusnya.


Ia sangat kaget. Pria itu melihat senjata apinya dan sangat heran kenapa itu tidak menembusnya.


Ia menembak lagi dan Syafiq mengambil senjata api lalu memayahkannya. Syafiq meninju wajah pria itu hingga ia pingsan.


Dan pria yang sedang mengemudi itu ingin keluar, Syafiq menjepit leher pria itu lalu memukul kepala bagian belakang pria itu beberapa kali dan ia pun pingsan.


Pria yang tangannya patah juga ingin melarikan diri dan membuka pintu mobil, Syafiq menarik kakinya membawanya masuk ke dalam mobil dan meninjunya beberapa kali dan pingsan.


Syafiq duduk di kursi pengemudi dan memindahkan pria yang pingsan itu ke kursi penumpang dan ia pun memutar mobil lalu membawanya kembali menuju perkantoran tadi.


"Eh itu bukannya mobil penjahat tadi kenapa balik ke sini? Apa mereka ingin menyerahkan diri?" tanya Brima heran.


Setelah dekat, Syafiq pun turun dari mobil.

__ADS_1


"Syafiqqqqqq!!…" teriak Sahara berlari dan memeluk Syafiq.


Para polisi itu pun mendekati Syafiq.


"Untung saja kamu selamat, jadi aku tidak perlu memasukkan uang ke peti matimu," ucap polisi itu.


"Wah… kamu tidak perlu mati menjadi pahlawan," jawab yang lain.


Mereka memeluk Syafiq dan Sahara terpaksa keluar dari desakan polisi itu dan malah melambung Syafiq ke atas sambil bersorak.


"Astaga! Mereka benar-benar membuatku kesal," ucap Sahara manyun, kemudian ia tersenyum karena Syafiq datang dengan selamat.


Ketiga penjahat itu di bawa langsung ke kantor polisi untuk di beri hukuman.


"Syafiq, terima kasih kamu lagi dan lagi membantu pekerjaan kami, padahal para polisi sudah menunggu lama mencari cara menyelamatkan para pekerja, dan kamu selalu punya cara untuk menyelamatkan mereka," ucap komandan itu tersenyum senang.


"Sama-sama komandan, aku juga senang bisa membantu dan menyelamatkan nyawa orang banyak," ucap Syafiq.


Komandan itu mengangguk sambil menepuk pundak Syafiq.


Para reporter datang mendekat dan mewawancarai Syafiq dan komandan. Syafiq kembali masuk berita utama karena sudah menyelamatkan pekerja kantoran tanpa terluka. Syafiq juga mendapat penghargaan dari pemilik perusahaan tersebut.


"Baiklah jika begitu, saya permisi dulu ya," ucap komandan itu karena sudah selesai mewawancarai.


Ding ding


Selamat Anda mendapatkan hadiah 700.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 3.716.447.000.000


Selamat Anda me dapatkan 500 poin


Sahara, Glinda dan Grizelda mendekati Syafiq.


"Aku sudah tebak kalau kau bisa mengalahkan mereka, jadi aku nggak perlu khawatir lagi, dan Sahara kamu nggak perlu khawatir kalau dia di culik, malah penculiknya di culik balik," ucap Glinda.


"Ternyata kakak lebih mengenal dia dari pada aku ya," ucap Sahara.


"Jangan gitu donk, aku tau sejak penangkapan geng buronan itu," jawab Glinda.


"Hm… ayo pulang, hari ini bolos kuliah lagi, dan Glinda apa kegiatanmu?" tanya Syafiq.


"Aku karena masih terluka jadi di suruh pulang aja meskipun ini sudah mendekati sembuh," ucap Glinda.


"Ayo aku antarkan kamu pulang," ajak Brima yang tiba-tiba muncul.


"Ehem… cie… bakalan tumbuh bunga setaman nih," ucap Sahara tertawa sambil menutup mulutnya.


"Hm… siapa juga yang mau sama pria yang menyebalkan ini," ucap Syafiq.


"Tega banget sih kamu mengatakan aku menyebalkan," ucap Brima cemberut.


"Abang memang menyebalkan, masa aku di doakan mati tadi," ucap Syafiq manyun.


"Maaf, aku tidak tahu kalo kamu sekuat itu, kamu memang best deh," ucap Brima mengacungkan jempol.

__ADS_1


"Ya udah antarkan kak Glinda pulang, aku juga mau ke tempat lain," ucap Syafiq.


"Ayo Griz," ajak Glinda menarik tangan Grizelda.


"Grizelda biar di jemput sama Yedi," ucap Syafiq.


Syafiq pun menelpon Yedi.


Tuut


Tuut


Tuut


"Halo," jawab Yedi.


"Udah pulang belum?" tanya Syafiq.


"Tinggal 20 menit lagi pembagian materi selesai," ucap Yedi.


"Oh begitu ya," ucap Syafiq.


"Ada apa emangnya?" tanya Yedi.


"Tolong jemput Grizelda," jawab Syafiq.


"Nggak perlu, aku bisa pulang sendiri kok," jawab Grizelda.


"Ah jangan gitu donk, aku mau bawa kalian jalan-jalan dulu," ucap Syafiq.


"Oke aku ke sana sekarang, kirimkan lokasi kalian saat ini," ucap Yedi.


"Oke," jawab Syafiq. Syafiq memutuskan panggilannya dan mengshare lokasi terkini.


"Kalian mau jalan-jalan, aku ikut sama kalian juga," ucap Brima.


"Tapi Abang bertugas nggak?" tanya Syafiq.


"Enggak apa-apa, setelah bertugas tadi aku bilang mau mengantar Glinda, tapi nanti kalo ada permasalahan lagi pasti di telpon," ucap Brima.


"Nggak masalahkan?" tanya Syafiq.


"Aman kok, dan juga polisi yang sudah bertugas tadi di suruh istirahat gantian polisi yang tidak bertugas untuk berjaga di kantor," ucap Brima.


"Ya sudah kalau begitu, kita tunggu Yedi sebentar lagi," ucap Syafiq.


Mereka pun mengobrol, sesekali Brima mengombal Glinda dan di goda Sahara.


"Kak Glinda, Bang Brima udah kasih kode tuh, masa nggak ada kasi lampu hijau," ucap Sahara terkekeh.


"Lampu hitam yang ku beri," ucap Glinda manyun.


"Jangan tega donk sama aku," ucap Brima.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2