SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 172


__ADS_3

"Tidak Maya, jangan pergi! Jangan tinggalkan aku, Mayaaaaa!" teriak Jamal tak rela sambil meraih asap itu, tanpa ia sadari jika ia bisa berdiri dan berjalan dan ia pun terjatuh sambil memeluk asap yang sudah mengilang itu.


"Astaga! Kenapa ini sangat mengharukan," ucap Syafiq dengan mata berkaca-kaca.


"Mayaaa! Kenapa kau tak menghukumku untuk menebus kesalahanku, pria berdosa sepertiku kenapa kau biarkan hidup berkeliaran begitu saja di dunia ini, kenapa Mayaaaa, kenapa kau tetap mencintaiku meskipun aku sudah membunuhmu dan anak kita, kenapa kau sangat baik membiarkanku begitu saja! Kenapa kau harus menungguku selama bertahun-tahun, aku salah Maya, aku salahhhh!... Maafkan aku Maya!" teriak Jamal dengan isak tangis sambil memukul-mukul dadanya yang sesak.


"Ayo kita tunggu di luar saja," ajakSyafiw kepada 2 pengawalnya. Dan mereka pun menurut.


Mereka duduk di luar namun pintu tetap di biarkan terbuka. Cukup lama Pak Jamal merenungi di dalam kamar itu atas semua kesalahan yang ia buat.


Siapa sangka, atas kejadian ini pak Jamal malah bisa berjalan dan berdiri lagi karena keiklasan orang yang mencintainya.


Ia pun berdiri menatap tembok itu.


"Terima kasih maya atas kesembuhan untuk kakiku, kau mencintaiku dengan sepenuh hatimu dan membuat aku bisa berdiri lagi, aku tak bisa membalas kebaikan yang kau berikan kepadaku di sisa umur hidupku akan aku kenang selalu. Baiklah Maya, aku akan hidup bahagia demi memegang janjimu, aku tidak akan menikah lagi sampai aku mati, kau dahulu pernah memintaku buat tempat usaha buket bunga, karena kau suka bunga, aku akan membangunkan atas namamu dan anak kita membuatnya menjadi buket bunga nomor satu di dunia ini," ucap Jamal yakin.


Pak jamal itu menghampiri Syafiq dan menatapnya.


"Jika bukan karena kamu, mungkin seumur hidupmu aku tidak akan pernah melihat Dia dan anakku, kau sudah banyak membantu atas kejadian ini, Terima kasih karena kau sudah mempertemukan kami kembali, sebenarnya aku ingin mengambil alih vila ini sebagai kenang-kenangan untukku, tapi aku tidak boleh egois karena ini sudah menjadi milikmu, karena kejadian ini juga karena keegoisanku ingin menikahi wanita lain dan di jadi korbannya, aku tak mau lagi karena keegoisanku ada yang terluka lagi, Maya sudah memveriku kehidupan ini dan aku harus hidup dengan baik, kau minta kompensasi apa padaku, aku akan memberikan apa yang kau minta," ucap Pak Jamal memegang pundak Syafiq.


"Aku tidak meminta apa-apa, aku hanya meminta jika hiduplah bahagia seperti yang di inginkan Maya, turutkan keinginannya karena ketika dia sudah tiada, maka di saat itu barulah kita menyadari jika dia sangat berarti, wujudkan keinginan dia, karena keinginannya juga keinginanku," jawab Syafiq.


"Kamu... haish... baiklah, 2 orang yang sudah mengatakan itu ya sudahlah, aku akan menuruti kalian, teruntukmu semoga apa yang kau inginkan juga semoga berhasil, selamat sukses," ucap Pak Jamal menepuk-nepuk pundak Syafiq lalu memeluknya.


"Sekali lagi terima kasih, aku akan selalu berkunjung ke sini untuk mampir, aku harap vila ini selalu terbuka atas kedatanganku," ucap Jamal penih harap.


"Aku tak akan pernah menutup pintu ini untuk bapak, membuka pintu sama dengan aku tetap mempertemukan kalian kembali, bapak juga berbahagialah, semoga usaha untuknya menjadi sukses dan laris," ucap Syafiq.


"Baiklah jika begitu, aku permisi dulu,tolong jaga vila ini untukku," ucap Pak jamal berlqlu pergi.


Syafiq mengangguk melihat kepergian pak Jamal yang lagi tidak memakai kurai roda.


Cinta iti sungguh hebat, bisa merubah apa pun, termasuk kejadian hari ini, namun takdir meminta yang lain, pak Jamal harus hidup dalam kesendiriannya selama ini, dan kini ia sudah keluar dari zona itu, semoga ia juga bisa bahagia seperti yang lainnya.


Ding ding

__ADS_1


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan 50.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 2.013.457.400.000


Selamat Anda mendapatakan 20 poin


Poin Anda menjadi 340 poin.


"Akhirrrrrrrnyaaaaaa selesaiiiiiiiiiiiiiiii!" teriak Syafiq lega dan ia pun terduduk.


"Teruntuk kamu bernama Maya, jangan datang lagi dan bergentayangan ya, jika tidak pelangganku pada kabur, kalau mau gentayangan sana di usaha pak Jamal aja, dia malah senang jika kamu gentayangan di sana," ucap Syafiq.


Hihihihihihihihihihi...


"Astaga! bikin kaget aja," ucap Syafiq yang ternyata suara ponsel seseorang yang sedang lewat.


"Berhubungan tempat ini Sudah menjadi milikku, maka aku akan segera bangun restoran secepatnya," ucap Syafiq.


Syafiq memfotokan tempat tersebut.


Ckrek!


Ckrek!


"Oke! Selesai, hehehe... mereka pasti sangat penasaran tempat ini," ucap Syafiq menyimpan foto di galeri ponselnya.


Ia pun kembali masuk mobilnya dan pergi ke toko bangunan.


Sesampainya di sana, Syafiq pun membeli bahan dan juga di borongkan kepada pemilik toko bangunan itu.


"Saya minta 4 hari selesai ya pak," ucap Syafiq.


"Bisa di atur, akan saya kerahkan semua pekerja dan alat pembangunan yang ada, akan saya pastikan semuanya akan cepat selesai dan langsung bisa di tempati," ucap bapak itu.

__ADS_1


"Jadi berapa semuanya?" tanya Syafiq.


"Semuanya bahan bangunan dan upah pekerja senilai 13.000.000.000," ucap bapak itu.


"Baiklah saya transfer sekarang, mana nomor rekeningnya," ucap Syafiq.


"Ini," ucap bapak itu memperlihatkan nomor rekeningnya dan Syafiq pun mencatatnya.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 13.000.000.000


Sisa hadiah Anda 2.000.457.400.000


"Terima kasih, kami akan mengirim barang dan mulai bekerja hari ini juga," ucap bapak itu.


"Baik terima kasih," ucap Syafiq ia pun kembali masuk mobilnya dan menuju perusahaannya.


"Karena kejadian ini, aku bahkan sampai lupa makan, lama-lama aku kenapa penyakit lambung juga, ihhh... aku nggak mau jadinorang kaya yang penyakitan, pak Jamal aja jadi pengusaha yang sehat setelah ia punya masalah, masa aku yang nggak punya masalah jadi penyakitan, nggak mau ah, sebentar ya cacing, akan ku kasih kamu makan enak," ucap Syafiq keroncongan karena ini sudah mulai sore.


Sesampainya di perusahaannya, di sana Grizelda dan Sahara sedang mengecek parfum, tas dan jam tangan tak jika ada yang lecet dan harga jual akan menurun.


"Hay ledis," panggil Syafiq.


"Hay Boy," jawab Grizelda tersenyum. "Gimana? Udah dapat tempat strategisnya?" tanya Grizelda.


"Udah, plus villanya," ucap Syafiq.


"Ah yang beneran, ada fotonya?" tanya Sahara penasaran.


"Nih lihat," ucap Syafiq memperlihatkan fotonya.


"Oh My God, keren banget, keren banget," ucap mereka gregetan melihat keindahannya.


"Serius nih, ini tempatnya, aku mau kesinin," ucap Sahara yang nggak sabaran.

__ADS_1


"Nanti setelah restorannya jadi, kita pergi sama-sama untuk membuka acara peresmiannya," ucap Syafiq tersenyum.


Bersambung


__ADS_2