SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 287


__ADS_3

"Aku juga merasa heran. Kita lihat saja apa yang mereka lakukan," ucap Syafiq.


Tak lama makanan mereka sampai. "Silakan Nona. Tuan, apa kalian juga memesan makanan dan minuman?" tanya pelayan tersebut.


"Iya, pesan seperti mereka?" ucap Yedi.


"Yang mana satu?" tanya pelayan itu heran, karena di sana ada 4 rasa minuman.


"Pesan 4 rasa minuman itu, kami akan mengambil bagian masing-masing," ucap Yedi.


"Baiklah, apa makanannya juga sama?" tanya pelayan itu.


"Iya, sama," angguk Yedi.


"Baik Tuan, harap menunggu sebentar," ucap pelayan itu kembali ke dapur.


"Jadi kami semua ikut kamu ke perusahaan QR itu?" tanya Yedi.


"Kalo nggak ikut mau tinggal di hotel aja?" tanya Syafiq.


"Hm… nggak juga, maksudnya kamu ke sana kami jalan-jalan," ucap Yedi mengembangkan senyumnnya.


"Tidak masalah, tugas kamu bikin sendiri ya," ucap Syafiq.


"Eh tidak, tidak, tidak, aku lupa kalo ke sana demi tugas," ucap Yedi menyengir.


"Aku akan ikut masuk ke sana, aku ingin melihat apa yang mereka lakukan," ucap Bara.


"Terima kasih Bang," ucap Syafiq.


"Silakan Tuan," ucap pelayan itu meletakkan makanan dan minuman di atas meja.


"Terima kasih," ucap Yedi.


"Sama-sama," ucap pelayan itu dan pergi.

__ADS_1


Mereka sedang asik berenang dan bersenda gurau, sekelompok orang datang dan menuju kolam renang tersebut.


"Bolehkah kami bergabung?" tanya salah satu pria itu.


"Silakan," Syafiq.


Mereka pun masuk ke dalam kolam renang.


"Apa kalian turis? Kalian dari mana?" tanya pria itu.


"Kami dari negara I," jawab Jelita.


"Senang bertemu dengan kalian, kami dari negara F," ucap pria itu mengulurkan tangannya.


Jelita menyambutnya, lalu ke arah Sahara. Sat Sahara ingin menyambut tangan pria tersebut, Syafiq terlebih dahulu.


"Nama Saya Syafiq, siapa nama Anda Tuan?" tanya Syafiq.


"Oh nama saya Jakson," ucap pria itu.


"Hm… sudah tak asik lagi," ucap Grizelda manyun.


"Tidak usah pedulikan mereka, kita senang-senang saja," ucap Sahara.


Setelah puas bermain, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka.


"Berapa makanan dan minuman tadi?" tanya Syafiq.


"Semuanya 400.000 ribu Tuan," ucap pegawai itu.


"Baiklah, aku akan membayarnya," ucap Syafiq memandang sekeliling. "Astaga, ponselku ada di dalam kamar, aku akan mengambilnya sekarang," ucap Syafiq berlari menuju kembali ke kamarnya.


"Biar aku yang bayar," ucap Bara mengeluarkan ponsel dari saku celananya karena ia nggak ikut mandi.


''Baik Tuan," angguk pegawai itu.

__ADS_1


Bara mengscan di kode pembayaran.


Setelah di bayar mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing.


"Lho? Sudah mau balik aja, biar aku bayar sebentar," ucap Syafiq.


"Udah di bayar tuh sama Bara," ucap Brima.


"Oh sudah ya, ya udahlah, balik ke kamar lagi, aku bahkan belum ganti baju," ucap Syafiq.


Syafiq dan yang lain balik ke kamar mereka masing-masing.


xxxx


Jam menunjukkan sudah pukul 18:50.


Tok!


Tok!


Tok!


"Syafiq, cari makan yuk!" teriak Brima dari balik pintu.


"Iya sebentar," ucap Syafiq memakai mantel, karena udaranya sangat berbeda dengan negaranya.


"Cari makan di mana?" tanya Yedi setelah Syafiq membukakan pintu.


"Sewa kendaraan, kita mutar-mutar dekat sini sambil bawa mereka jalan-jalan," ucap Bara.


"Ide bagus tuh," ucap Syafiq setuju.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2