SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 188


__ADS_3

Syafiq pun masuk dan berlari menuju atas gedung mengunakan tangga dari belakang sekolah.


"Hehehe... padahal dia 'kan bisa minta tolong sama guru yang lain," ucap Syafiq nyengir.


Ia terus berlari dan menaiki tangga tersebut.


Siswa tersebut di pegang oleh teman-temannya dan ia ingin di campakkan ke bawah, mereka awalnya hanya main-main hanya untuk menakut-nakutinya, tapi karena tangan mereka berkeringan dan ia pun terlepas dari tangan teman-temannya.


Akhirnya ia jatuh ke bawah, untung saja ia jatuh tidak jauh dari tembok dan Syafiq bisa menangkap tangannya dan bergelantung.


Semua orang menyaksikan penyelamatan siswa tersebut secara dramatis, semua orang melihatnya menjerit ketakutan.


"Pegang tanganku dengan erat," ucap Syafiq yang sebelahnya memegang tangan siswa itu dan sebelahnya memegang trali jendela.


Semua guru berkumpul di bawah, jika jatuh mereka siap menangkapnya termasuk para siswa yang badannya besar-besar.


Syafiq turun perlahan-lahan dari tangga tersebut, dan sampailah kakinya di aspal dan Syafiq pun melepaskan tangannya dengan siswa itu.


Mereka pun bersorak karena anak itu selamat.


"Terima kasih sudah menyelamatkan siswa saya," ucap guru itu menyalami Syafiq.


"Sama-sama buk, semoga ini tak terjadi lagi," ucap Syafiq.


"Kamu juga jangan bikin lagi ya, sangat berbahaya," ucap ibu guru itu kepada siswa tersebut.


"Dia bukan ingin melakukan sesuatu, tapi ia di jatuhkan oleh 5 orang siswa lainnya, ia di bully, apa ibu tidak tahu?" tanya Syafiq mengibas bajunya yang terkena debu.


"Apa itu benar?" tanya Ibu itu kepada siswa tersebut.


Anak itu terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Aku melihat beberapa orang di atas gedung, mereka memegang tangan dan kak mereka dan akhirnya tubuhnyan terlepas dan untung saja aku sempat menangkap tangannya," ucap Syafiq.


"Apa benar begitu?" tanya Ibu itu lagi.

__ADS_1


"Jawablah, ini sudah keterlaluan, jika kau hanya diam tanpa memberi tahu siapa pun, bagaimana jika mereka melakukan lagi, hari ini hanya kebetulan aku datang, aku nggak mungkin terus datang menjadi pahlawankan," ucap syafiq.


"Iya, kamu katakan saja apa yang terjadi, kami pihak sekolah akan mengklaravikasinya, jadi jangan takut untuk mengataakannya meskipun kamu di ancam mereka," ucap ibu guru itu.


"Mereka sudah lama membullyku, mengambil uang jajanku dan bahkan berani melukaiku," jawab Anak itu akhirnya ia bersuara.


"Siapa mereka?" tanya ibu guru itu.


"Dimas, Arman, Jidan, Beno dan Kazy," ucap siswa itu.


"Baiklah, ibu akan memberi tahu kepada kepala sekolah, karena saat ini dia tidak di tempat, kemungkinan jam 11 nanti dia akan datang, dan kami para guru akan mengamankan siswa yang bersangkutan," ucap Guru itu.


"Baiklah jika begitu saya permisi dulu," ucap Syafiq.


"Baiklah, tapi kami sangat berterima kasih kepada Anda, dan ingin sekali memberi hadiah untuk Anda sebagai tanda terima kasih," ucap guru itu.


"Tidak perlu buk, saya hanya orang yang kebetulan lewat saja, semoga ini tidak terjadi lagi," ucap Syafiq.


"Iya, akan kami pastikan tidak akan terjadi lagi," angguk ibu guru itu.


"Terima kasih ya," ucap Satpam itu.


"Iya sama-sama pak," angguk Syafiq yang kemudian masuk kedalam mobilnya.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 70.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 1.780.456.000.000


Selamat, Anda mendapat 20 poin.


Poin Anda menjadi 380 poin.

__ADS_1


Mobil Syafiq melaju menuju perusahaannya.


Sesampainya di sana, Syafiq pun turun.


"Kalian bolosnya kompak banget," ucap Grizelda menhangkat alisnya sambil tersenyum.


"I-iya... itu karena aku," ucap Sahara merasa bersalah.


"Bagaimana penjualan hari ini?" tanya Syafiq.


"pagi ini sudah ada pemasukan 70 juta, sedangkan pemasukkan semalam ada 420 juta, parfum yang tejual 27 botol, tas 6 dan jam tangan 7 buah," ucap Grizelda memberikan buku laporannya.


Syafiq menerimanya. "Ini sudah mau akhir bulan, para karyawan saatnya di gaji, baiklah, gajian hari ini saja mumpung aku ada di sini," ucap Syafiq.


"Tanggal gajian sebenarnya 4 hari lagikan?" tanya Sahara.


"Iya, tidak apa," jawab Syafiq.


"Hore gajian!" teriak Grizelda dan Sahara.


"Kenapa kalian yang senang?" tanya Syafiq.


"Emang saat gajian kami harus menangis bersedih?" tanya Sahara.


"Uang gajian kalian di potong dari pembelian mobil baru itu," ucap Syafiq.


"Apa!!!" mereka berdua langsung manyun.


"Ayo sini kumpul semuanya, kalian aku gaji di majukan saja, nggak apa-apa 'kan?" tanya Syafiq.


"Terima kasih Tuan Ceo," ucap mereka senang.


"Kalian semuanya ada 8 orang, saya akan beri kalian fasilitas berupa sepeda motor matic untuk kaluan berangkat ke sini, namun gajian tidak di potong," anggap saja sebagai hadiah kalian yang sudah bekerja keras," ucap Syafiq.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2