SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 80


__ADS_3

Syafiq masuk ke dalam rumah dan melihat keadaan Grizelda.


"Griz, kamu kenapa makan seperti itu?" tanya Syafiq.


"Tidak apa-apa," jawab Grizelda tetap menundukkan kepala, ia tak berani mendonggakkan kepalanya.


"Apa Grizelda juga melihat sesuatu?" tanya Syafiq penasaran.


"Kalian lanjutlah makannya," ucap Syafiq.


"Iya," jawab Sahara.


Mereka pun kembali melanjutkan makanannya.


"Pppfffffttttttt," makanan dari mulut Glinda menyembur keluar. Ia melihat sosok putih lewat di depan pintu dengan terang-terangan sambil mengeret sebuah kepala yang penuh darah.


"Ada apa kak Glinda?" tanya Jelita sambil mengambilkan dan memberikan sehelai tissu kepada Glinda.


"Eum... bukan apa-apa, aku tergigit lidahku sendiri," ujar polisi cantik itu mencari alasan.


"Oh kakak makannya hati-hati," pesan Jelita.


"Jangan-jangan Grizelda dengan wajah pucat itu karena melihat sosok tadi," ucap Glinda dalam hati sambil menatap Grizelda yang wajahnya masih pucat pasi.


"Kenapa diam, ayo makan," ucap Syafiq.


"I-iya," jawab Glinda kembali makan dan kali ini Glinda juga menundukkan kepalanya sambil melahap makanannya.


"Satu lagi kena," ucap Syafiq.dalam hati. "Hantu itu benar-benar meresahkan," ucap Syafiq dalam hati.

__ADS_1


"Aku pergi sebentar ya," ujar Syafiq berdiri.


"Aku ikut," ucap Grizelda langsung berdiri.


"Aku juga ikut," ucap Glinda.


Tiba-tiba saja mati lampu.


"Aaaaaaa..." jerit para wanita itu kaget terutama Grizelda dan Glinda yang paling kuat pekiknya karena mereka sudah di takuti tadi.


"Udah, cuma mati lampu aja kok, ntar juga hidup," ucap Syafiq menenangkan.


Mereka berpegangan sangat kuat di tangan Syafiq sambil bergelantungan.


Dengan terpaksa Syafiq keluar dari rumah dengan sekuat tenaga membawa 4 gadis itu keluar.


"Aaaaaaaa...... Syafiqqqqqqqqqq!!!" teriak mereka ketakutan sambil mendekap dengan kuat.


"Hihihihi... keluar kalian dari tempat ini, ini adalah rumahku, pergi kalian sana," ucapnya dengan suara yang seram.


Mereka lagi-lagi menjerit ketakutan memeluk Syafiq erat sehingga baju Syafiq robek.


"Lebih baik Keluar kamu dan tunjukan dirimu, jika aku yang mencarimu habislah kau nanti setelah aku menemukanmu!" teriak Syafiq.


Para hantu itu berdatangan, ada yang membawa kepalanya, ada yang wajahnya seram sosok putih dengan rambut tak pernah di sisir dan lain-lain.


"Baguslah jika kalian datang, ternyata kalian punya nyali juga," ucap Syafiq. "Kalian berempat lepaskan aku, kalau mau pelukan, pelukan kalian berempat," ujar Syafiq melepaskannya meskipun para gadis itu tak rela.


Syafiq mengkretek kepalanya lalu merenggangkan tubuhnya lalu ia mendekati para hantu itu.

__ADS_1


"Kalian lebih baik pergi dari sini, ini adalah tempat kami," ucap para hantu itu.


"Enak saja kau mengusirku, ini rumahku, ini rumah sudah aku beli, kalian tamu yang tak di undang malah datang mengusir kami, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kalian," ucap Syafiq.


"Hihihihi... Jika kalian tidak mau pergi, kami akan terus gentayangan di sini terus," ucap hantu itu tertawa sangat seram.


"Oh begitu, aku sudah memperingati kalian, jika begitu, jangan salahkan aku yang kejam," ucap Syafiq.


Hantu itu terus tertawa seram agar Syafiq ketakkutan tapi siapa sangka, salah satu hantu itu Syafiq meninjunya dengan mendadak dengan keras.


Buuuk!


"Aduuuu," ucap hantu yang di tinju tadi.


"Hahahaha kena kau!" ucap Syafiq tertawa.


Syafiq menangkap salah satu hantu itu lalu membantingnya dan kemudian meninjunya habis-habisan.


Bak buk bak buk bak buk.


"Ampuuunn! Lepaskan aku!" teriaknya sambil memohon.


"Bisa gawat ini, kita ketahuan," ujar hantu yang lain terbirit-birit lari.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dam hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2