
"Halo," awab Brima.
"Abang di mana?" tanya Syafiq.
"Di vilamu," jawab Brima.
"Oh Syukurlah kalo kalian sudah di sana, aku pikir kalian belum pulang," ucap Syafiq.
"Di suruh pulang sama komandan, di suruh istirahat juga besok, lumayan buat ngajak jalan-jalan Glinda," ucap Brima terkekeh.
Brakk!
"Aduh!" teriak Brima karena kepalanya di hantam Glinda.
"Bunyi apa'an tu Bang?" tanya Syafiq.
"Eh bukan apa-apa," ucap Brima.
"Oh baiklah, ya sudah aku tutup panggilannya ya," ucap Syafiq.
"Baiklah," ucap Brima. Panggilan di putuskan.
Mobil melaju kencang. Saat mobil melewati sebuah toko bunga. "Yedi pelankan mobilnya," pinta Syafiq.
"Ada apa lagi?" tanya Yedi.
"Nggak ada apa-apa," jawab Syafiq. Ia mencatat nomor telpon toko bunga itu dengan cepat.
"Lajukan lagi mobilnya," ucap Syafiq.
"Seharian ini kamu sibuk banget ya," ucap Yedi.
"Ya begitulah, sampai udah mau gelap tak terasa lagi," ucap Syafiq yang sedang mengchat seseorang.
Pengiriman berhasil✔
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 1.000.000
__ADS_1
Sisa hadiah Anda 3.620.419.000.000
"Kamu pesan apa?" tanya Yedi.
"Tentu saja sesuatu donk," ucap Syafiq.
"Hm… terserah kamu," ucap Yedi yang tidak terlalu peduli.
Sesampainya di villa.
Mereka semua turun dari mobil. Terlihat Jelita, Brima dan Glinda duduk di restoran yang sudah memakai baju casual yang cocok dengan mereka.
"Wah… kalian terlihat seperti ke kasih," ucap Syafiq terkekeh.
Brima tersenyum senang.
"Eh, siapa ini?" tanya Syafiq melihat pria asing, karena tidak mungkin ada pengunjung karena restorannya belum di buka.
"Oh, dia temanku namanya Bara dia juga seorang Ceo perusahaan pembuatan tissu, tidak apa-apa 'kan aku membawanya?" tanya Jelita.
"Kenapa hanya membawanya? Kenapa tidak membawa yang lain juga?" tanya Syafiq.
"Aku tidak tahu jika kamu membolehkannya," ucap Jelita.
"Baiklah, jangan lupa dandan yang cantik ya Sahara, Grizelda," ucap Jelita tersenyum.
"Mau di gimanakan ya tetap seperti ini," jawab Grizelda.
"Ayo aku bantu kalian berdandan. Hm… Bara kamu di sini dulu ya aku mau dandani mereka seperti putri dulu," ucap Jelita.
"Iya," angguk Bara.
Jelita mengandeng tangan Sahara dan Grizelda menuju kamarnya.
"Cepat kalian mandi," ucap Jelita. Sedangkan dia mengeluarkan alat make up.
Yedi dan Syafiq juga masuk ke kamar mandi.
Semuanya sudah selesai mandi dan juga sudah berpakaian rapi.
__ADS_1
"Wah… Sahara dan Grizelda cantik banget," puji Bibi.
"Terima kasih Bibi," ucap Sahara. Grizelda tersenyum.
"Semuanya sudah kumpul ya," ucap Syafiq.
"Pak koki juga sedang memasak makanan enak tuh," sahut Brima.
"Baiklah, mulai hari ini restoranku sudah mulai beroperasi," ucap Syafiq.
Semuanya bertepuk tangan.
"Selamat ya Syafiq," ucap Jelita.
"Selamat dan sukses untukmu," ucap Bara.
"Selamat ya Syafiq."
"Selamat."
"Selamat ya Syafiq, semoga menjadi orang orang sukses," ucap Bibi tersenyum haru.
"Selamat Ya Syafiq," ucap Rocky memeluk Syafiq.
"Terima kasih Paman, terima kasih semuanya, ucap Syafiq.
Tak lama kemudian seseorang membawakan bunga.
"Permisi, ada yang bernama Tuan Syafiq?" tanya Pengantar buket bunga.
"Oh saya sendiri," ucap Syafiq.
"Oh ini bunga Anda Tuan," ucap pengantar bunga menyerahkan kepada Syafiq.
"Terima kasih ya, tipsnya sudah sekalian aku kirim lewat transfer ya," ucap Syafiq.
"Iya Tuan, sudah saya terima, terima kasih ya Tuan, saya permisi dulu," ucap pengantar bunga dan meninggalkan tempat itu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih