
Setelah 1 jam Syafiq tidur.
Syafiq pun bangun. Terlihat wajah Sahara yang merengut.
"Kamu kenapa sayank?" tanya Syafiq.
Sahara hanya diam dan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Eh pipi kamu kenapa?" tanya Syafiq memegang wajah Sahara.
Sahara menepis tangan Syafiq dengan kesalnya.
"Kamu kenapa? kok tiba-tiba berubah? Apa yang salah?" tanya Syafiq dengan perubahan Sahara yang sebelum tidur baik-baik saja, saat bangun malah udah jadi pemarah.
"Nggak ada apa-apa," jawab Sahara ketus.
"Aneh, tadinya baik-baik saja, sekarang tiba-tiba saja kesal, aku sungguh tak mengerti hati perempuan," ucap Syafiq dalam hati.
"Hm… ayo kita cari warung," ucap Syafiq menstaterkan mobilnya lalu menginjak pedal gas mobilnya mencari warung terdekat.
Setelah terlihat warung kecil-kecilan di sana, Syafiq memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobil.
"Pak Ada jual batu es?" tanyq Syafiq.
"Ada, mau berapa buah?" tanyanya.
"Hehehe… 1 saja cukup kok, tapi apa bapak jual kain handuk yang bersih, biar saya beli," ucap Syafiq.
"Oh ada, sebentar ya saya ambil batu esnya," ucap penjual menuju ke arah dapur.
Tak lama kemudian bapak penjual datang membawa batu es.
"Untuk apa?" tanya bapak itu.
"Untuk kompres pak," jawab Syafiq.
"Oh, kalo begitu saya pecahin dulu batu esnya," ucap bapak itu mengambil palu dan memecahkannya.
Bapak itu mengambil pecahan batu es lalu meletakkan ke dalam kain handuk dan mengikatnya.
"Ini, tapi siapa yang mau di kompres?" tanya bapak itu.
"Pacar saya pak," ucap Syafiq menerimanya lalu membawanya ke arah mobil.
"Ini kompres pipi mu," ucap Syafiq memberikan kepada Sahara.
Sahara diam tidak menampiknya.
"Ayolah, ambil nanti pipimu membengkak," ucap Syafiq.
Sahara menyambarnya dan menatap tajam ke arah Syafiq. "Ini 'kan semua gara-gara kamu," ucap Sahara kesal.
"Iya, iya aku yang salah," ucap Syafiq mengalah.
__ADS_1
Syafiq kembali ke warung tersebut untuk membayarnya.
"Berapa pak?" tanya Syafiq.
"batu es 1000 sama serbet 3000, jadinya 4000," jawab bapak itu.
"Bapak ada mesin pembayaran?" tanya Syafiq.
"Tidak punya bang," ucap bapak itu.
"Ada rekening pak?" tanya Syafiq.
"Ada," angguk bapak penjual.
"Bayarnya saya kirim lewat rekening aja ya, karena saya nggak punya uang kes pak," ucap Syafiq.
"Tapi 'kan ini cuma 4000 saja, kan nggak bisa di kirim ke rekening 4000," jawab bapak itu binggung.
"Udah nggak apa-apa pak, ambil saja kembalinnya," ucap Syafiq.
Bapak itu mengangguk, ia memperlihatkan nomor rekeningnya kepada Syafiq.
Syafiq mencatatnya lalu mengirimnya.
Pengiriman berhasil✔
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 200.000
"Ini banyak sekali Anda kirim bang," ucap penjual itu.
"Udah nggak apa-apa, ambil saja," ucap Syafiq.
"Terima kasih ya bang," uca bapak itu
"Iya sama-sama, tapi aku minta air mineral 2 botol yang kecil donk pak," ucap Syafiq.
"Oh ya, ini," ucap bapak itu mengulurkan 2 botol air mineral.
"Terima kasih pak," ucap Syafiq menerimanya lalu menuju mobilnya.
"Nih minum, mungkin kamu marah-marah karena haus kali," ucap Syafiq memberikan kepada Sahara.
"Dasar nggak peka," ucap Syafiq.
"Astaga aku di kata nggak peka! Katakan apa salahku sayank?" tanya Syafiq.
"Cari tau sendiri sana," ucap Sahara.
"Haish… ya sudahlah," ucap Syafiq mengalah.
Ia melajukan mobilnya dan menuju arah pulang ke vilanya.
__ADS_1
Di perjalanan mereka hanya diam tanpa berbicara.
Sesampainya di vila, Sahara keluar dari mobil dan langsung keluar mobil dan masuk kamarnya.
Syafiq pun langsung ke restoran dan para pengunjung juga sudah ada yang makan.
"Tuan, Anda mau makan apa?" tanya kepala Koki.
"Buatkan aku jus alvokado, setelah itu usah pedulikan aku, kalian lakukan saja pekerjaan kalian," ucap Syafiq duduk di sebuah kursi dan memainkan ponselnya.
"Baik Tuan," angguk kepala koki yang langsung menuju dapur.
"Ini Tuan jusnya," ucap pelayannya.
Syafiq hanya mengangguk dan terus menatap layar ponselnya dan menyedot jus kesukaannya.
Tiba-tiba 2 orang wanita duduk di depan Syafiq.
"Hay ganteng," sapa mereka.
Syafiq mendonggakan kepalanya melihat pemilik suara yang ada di depannya.
"Wah… kamu benar-benar ganteng," ucap wanita itu.
"Terima kasih," ucap Syafiq tersenyum sekilas lalu kembali melihat ponselnya.
"Ehm… kamu kerja apa?" tanya wanita itu dengan genit.
"Aku nggak kerja," jawab Syafiq.
"Pengangguran ya?" tanya wanita tersebut penasran.
"Boleh di katakan begitu," ucap Syafiq cuek.
"Aduhduh… sayang sekali, ganteng-ganteng kok pengangguran sih, bagaimana jika kamu jadi gigolo aku aja, aku bayar 50 juta 1 minggu," ucap wanita itu.
Syafiq menatap wanita itu sambil menekuk alisnya. "Oh ya, semahal itu?" tanya Syafiq.
"Iya, yang pasti kamu harus membuat kami berdua puas," bisik wanita itu sambil memegang tangan Syafiq.
Syafiq menarik tangannya.
Pelayan yang melihat itu mereka tersenyum geli.
"Hati-hati Tuan, aku bilang ah sama nona Sahara," ucap mereka sambil tertawa.
"Ep… jangan-jangan, kalian berdua nggak punya kerjaan lain apa, aku nggak mau, lagian ini adalah restoranku, mulai sekarang kalian berdua di black list dan tidak boleh dataanga ke sini lagi," ucap Syafiq mendengus kesal.
Syafiq pun menuju vilanya dan langsung masuk kamarnya dari pada ia di lihat Sahara, yang ada dia tambah marah.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih