
Ting! Ting!
Sebuah pesan masuk di ponsel Glinda dan Glinda pun segera membacanya.
"Oh, ada pembunuhan," ucap Glinda segera mengenakan baju dan menelpon Brima.
"Halo Glinda, ada apa?" jawab Brima menerima panggilan Glinda.
"Ada pembunuhan di jalan srimawar, bawa petugas forensik juga," ucap Glinda.
"Bukannya Kau hari ini libur, kenapa kau ikut? Dan dari mana kau mendapatkan informasinya?" tanya Brima.
"Dari Syafiq, kau cepat datang ke rumahku, jemput aku terlebih dahulu," jawab Glinda yang langsung mematikan panggilannya dan sambil memakai ikat pinggang.
"Pantes saja dia ikut, tapi ngomong-ngomong ini Syafiq kok hebat banget ya, dia bisa tahu tempat kejahatan, dia bahkan lebih hebat dari anjing pelacak, ya iyalah, diakan manusia," ujar Brima terkekeh.
Brima masuk mobil bersama temannya yang lain.
Bruuum...
Bruuumm...
Mobil polisi sampai di rumah Glinda.
"Ayo cepat!" teriak Brima dari dalam mobil.
__ADS_1
Glinda keluar dari rumahnya dengan pakaian rapi dan wangi dan dengan dandanannya yang cantik.
"Kita di sana mecahin kasus, bukan bertamasya," ucap Brima melihat Glinda dengan pakaian yang anggun bak putri raja, namun ia tetap membawa kartu identitasnya.
"Tiap hari aku hanya mengunakan seragam itu, kapan aku bisa pakai baju formal seperti ini," ucap Glinda.
"Ya sudahlah terserah kamu," ucap Brima pasrah.
Beberapa menit perjalanan dan mereka sampai di jalan srimawar. Mereka menuju tempat keramaian dan di sana sudah ada Sahara dan Syafiq berdiri.
"Lho? Itu bukannya Grizelda, kenapa dia menangis?" tanya Glinda.
"Iya, yang meninggal itu Ayahnya," ucap Sahara.
"Griz," panggil Glinda yang duduk dibsamping Grizelda.
"Kakak, Ayahku meninggal, padahal waktu itu dia baik-baik saja, tolong temukan penyebab kematiannya, aku nggak terima Ayahku mati begitu saja," ucap Grizelda menangis di pundak Glinda.
"Iya, kami akan cari tahu," ucap Glinda.
"Kalian siapa beraninya mengusik mayat suami saya, dia sudah meninggal jangan kalian ganggu dia, biarkan dia mati dengan tenang," ucap ibu sambung Grizelda.
"Tidak kak, aku anak kandungnya, kematian ayah sangat ganjal, pasti ada sesuatu," ucap Grizelda berharap.
"Iya... Syafiq juga akan memnantu, katanya dia yang akan memecahkannya," ucap Gkinda menenangkan.
__ADS_1
"Tidak bisa, kami pihak keluarga tidak akan membiarkan kalian menganggu mayatnya!" bentak ibu tiri Grizelda.
"Saya dari pihak kepolisian meminta keterangan atas kematian ayah dari Grizelda, berharap Anda jangan menganggu tugas kami," ucap Glinda tegas sambil menyodorkan kartu identitasnya.
"Polisi macam apa kamu mengunakan baju seperti ini?" ujar Ibu tiri Grizelda mencibir.
"Mau saya mengunakan baju apa pun, jika saya punya kartu identitas ya saya tetap polisi, harap bekerja sama dalam penyelidikan ini," ucap Glinda lagi.
"Tapi saya keluarganya tidak setuju kalian melakukan ini!" bentaknya.
"Tapi Grizelda adalah keluarganya juga, cukup dia yang nemberi izin maka kami bisa melakukannya," jawab Glinda lagi.
"Grizelda! Kamu apa-apa'an, Ayahmu sudah meninggal begini masa kamu biarkan mereka mengusik mayat ayahmu," ujar ibu tirinya marah.
"Aku ingin tau penyebannya jika dia benar-benar tidak di sakiti atas kematianya," ucap Grizelda.
"Kamu jangan tak tahu di untung ya Grizela, selama ini dia sudah menjagamu, kenapa kau tega melakukannya?" tanya Ibu tiri dengan nada tinggi.
"Aku tidak peduli, tolong priksa apa kesalahan yang terjadi pada ayahku kak," pinta Grizelda
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasib
__ADS_1