SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 257


__ADS_3

xxxx


Ke esokan harinya.


Mereka pun bangun dan bersiap-siap dan menuju meja makan dan sarapan.


Berhubungan para pekerja harian punya kunci cadang, jadi mereka bisa masuk ke dalam Villa untuk membersihkan tempat tinggal dan memasak.


Syafiq mengantikan pakaiannya sehabis mandi, Yedi diam-diam mengambil baju Syafiq karena ia tak membawa pakaian ganti.


Brima juga berganti pakaian seragamnya.


Setelah selesai, mereka semua menuju dapur.


"Ayo Nona dan Tuan, silakan sarapan," ucap pekerja hariannya.


"Terima kasih, Bibi sudah sarapan?" tanya Syafiq.


"Nanti setelah kalian selesai makan," ucap bibi.


"Ayolah ikut makan bersama, anggap saja keluarga," ucap Syafiq.


"Iya ayo duduk," ucap Yedi.


"Hm… tidak usah, kalian lanjut makan, kami ingin mengerjakan pekerjaan lain saja, biar nanti selesai kami makan kami mencuci piringnya, maklum emak-emak, sebelum selesai pekerjaan mana bisa kami makan dengan tenang," ucap bibi.


"Oh begitu ya, ya udah kami makan duluan ya," ucap Jelita.

__ADS_1


"Silakan Non," ucap bibi membawa baju kotor untuk di cuci.


Syafiq melihat ponselnya geser ke kiri dan ke kanan.


"Kamu ngapain? ada berita pentingkah di internetkah?" tanya Yedi.


"Aku ingin memesan mesin cuci yang cangih, capek cuci baju kayak gitu, terus aku juga mau beli robot pembersih lantai berbentuk seperti motor, sterika uap juga, jadi mereka nggak perlu repot-repot harus duduk berjam-jam, jadi bajunya cukup di letakkan nanti akan mensterika sendiri, aku juga beli mesin pencuci piring, mesin penyedot debu otomatis dan magickom canggih," ucap Syafiq.


"Wah… kau beli barang tak tanggung-tanggung ya," ucap Yedi.


"Iya, mereka juga punya keluarga, jadi agar pekerjaan mereka cepat selesai," ucap Syafiq.


"Wah bener banget tuh, jika aku punya rumah aku pasti akan membeli semua barang yang kamu sebutkan agar Glinda tidak repot," ucap Brima.


"Hey! Kenapa harus aku! Kau carilah wanita yang lai," ucap Glinda.


"Aku nggak mau pake pembantu apa lagi pakai supir, biasanya banyak selingkuh, dan aku tidak mau itu terjadi," jawab Brima beralasan.


"Emangnya kalo pembantunya kayak bibi kamu mau?" tanya Jelita.


"Kalo Abang nggak mau Kak Glinda kerja berat, dan tak mau punya pembantu, kenapa nggak Abang saja yang mengerjakan pekerja rumah sendiri," saran Syafiq.


"Betul itu, aku setuju," ucap Yedi.


"Aku sih Yes," sahut Jelita.


"Bisa mati ke cape'an aku, jadi apa solusinya?" tanya Brima.

__ADS_1


"Cari pembantu," ucap Syafiq, Yedi dan Jelita bersamaan.


"Baiklah, baiklah, aku akan mencari pembantu," ucap Brima.


"Hey! Siapa yang ingin menikah denganmu," ucap Glinda.


"Memangnya kamu kak Glinda nggak suka sama Brima?" tanya Jelita.


"Jika dia berubah mungkin aku biza menyukainya," ucap Glinda.


"Dengar tuh, berubah tu bang," ucap Yedi.


"Jika dia mencintaiku seharusnya dia harua terima aku apa adanya," ucap Brima.


"Heh! Dengan sangat senang hati, jika kau tidak mau berubah masih banyak pria yang ada di dunia yang lebih tampan dan lebih baik menerima aku," ucap Glinda.


"Baiklah, baiklah, aku akan berubah😭😭, aku mohon jangan cari pria lain," ucap Brima memohon.


"Hahaha…" mereka semua tertawa.


Selesai makan mereka semua pun berangkat menuju tujuanta masing-masing.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2