
"Ayo Syafiq nyanyi," ujar Glinda setelah mereka menyanyi.
"Baiklah, tapi kalian jangan tersanjung dengan suara merduku," ucap Syafiq mengambil microfonnya dan Syafiq pun mulai bernyanyi.
Ding ding
Misi baru
Menyelamatkan seseorang keselek tombol komputer di ruang 09
Hadiah 3.000.000.000
"Wah ada di sebelah tuh," ucap Syafiq memberhentikan nyanyiannya dan keluar.
"Kemana Syafiq?" tanya Sahara melihat Syafiq pergi. Dan mereka semua pun mengikuti Syafiq pergi.
Syafiq langsung masuk ke ruangan sebelah, untung saja pintunya nggak di kunci karena salah satu temannya ke kamar mandi.
Uhuk! Uhuk!
Pria itu berusaha mengeluarkan tombol komputer yang nyangkut di tenggorokannya.
Temannya juga membantunya menepuk-nepuk pundaknya.
"Sini biar aku bantu," ucap Syafiq.
"Yakin bisa?" tanya temannya.
"Iya, amanlah," ucap Syafiq percaya diri.
Temannya itu bergeser dari tempat duduknya dan Syafiq mendekatinya.
Syafiq mengelus pundak pria itu, keatas, kebawah, kemudian keatas lagi dan menekannya. Keluarlah tombol komputer itu dari mulutnya.
"Wah... terima kasih banyak ya, sudah membantuku," ucap pria itu.
"Iya sama-sama, tapi kenapa tombol itu bisa masuk ke dalam mulutmu?" tanya Syafiq penasaran.
"Tuh teman nggak ada ahlak tuh, dia mereteli tombol komputer itu lalu melempar ke arah kami, aku sedang makan dan malah masuk dalam mulutku dan tertelan barengan makanan," jawab pria itu menunjuk ke arah temannya. Sedangkan yang di tunjuk malah senyam senyum.
"Tapi kalo tombol komputernya di preteli nanti malah harus ganti rugi ," ucap Syafiq.
"Biarkan saja dia yang ganti rugi," ucap pria itu tak peduli.
"Iya, nanti aku ganti rugi," ucap temannya itu manyun.
"Oh kalau gitu ya udah, kami kembali lagi," ucap Syafiq.
"Ya terima kasih ya kawan," ucap pria itu.
"Iya sama-sama," angguk Syafiq.
Teman pria itu merangkul pundak Syafiq. "Itu semua cewek ngikutin kamu, kamu emang kuda hitam jantan," bisik pria itu.
__ADS_1
"Ayolah, aku pria baik-baik, tidak berani ngusik anak perempuan orang, kalau bukan mereka sendiri yang bersedia😈😈 hehehehe," ucap Syafiq.
"Selamat dan sukses hahahaha," ucap pria otu tertawa ngakak.
"Ada apa Syafiq?" tanya Sahara.
"Eh bukan apa-apa, ayo kita kembali lagi ke ruangan kita," ucap Syafiq.
Dan saat mereka masuk ke ruangan, di sana sudah tersedia makanannya.
"Maaf, kalian dari manaa? Ruangan ini tiba-tiba kosong," ucap pegawai yang mengantarkan makanan.
"Oh dari ruang sebelah," ucap Syafiq.
"Baiklah jika begitu, selamat makan," ucap pegawai itu pergi keluar dari ruangan.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 3.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 18.786.000.000
Selamat anda mendapat 10 poin
Poin Anda menjadi 220
"Makan makan makan," ucap Syafiq mengambil bagiannya.
"Jadi punyaku yang mana?" tanya Syafiq melihat makanannya semua sama.
"Pilih aja sendiri," ujar Glinda melahap makanannya.
Syafiq pun mengambil yang lain. "Hey ini punyaku," ucap Sahara mengambil piring di tangan Syafiq.
Syafiq jadi manyun.
Ia kembali mengambil makanannya saat Jelita ingin mengambil piring di tangan Syafiq, menghindar dan terlebih dahulu Syafiq ia menyeburkan makanannya dengan air liurnya.
"Nih," ucap syafiq menyerahkan kepada Jelita.
"Issss, menjijikan," ucap Jelita mengambil piring yang ada di atas meja.
"Siapa suruh kalian ngerjain aku," ucap Syafiq dan melahap makanannya.
"Aaaaaa," Syafiq bersendawa karena kekenyangan.
"Ya udah ini udah jam 11 malam, kalian mau nyanyi ya udah nyanyi ajalah, aku mau tidur, besok berangkat kamu tidur Grizelda, kalau telat ku tinggalkan kamu di bandara," ucap Syafiq.
"Gimana mau tidur, berisik begini," ucap Grizelda manyun.
"Ya tidur aja," ucap Syafiq. Ia pun memejamkan matanya dan baring di sofa.
__ADS_1
Sedangkan Glinda, Jelita dan sahara mereka asik dengan lagunya, Grizelda mau tidur pun nggak bisa dan akhirnya ia pun ikut nyanyi.
Terkadang mereka menganggu Syafiq tidur, mencoel burungnya menjambak rambutnya dan menduduki badan Syafiq, dan Glinda memukul anu Syafiq dengan microfon membuat Syafiq tidurnya tidak nyenyak.
Hari sudah menunjukkan pukul 4 malam, akhirnya mereka pun tertidur semua karena mengantuk.
xxx
"Astagaaaa! Syafiiiiiiq banguuuun, ini udah jam 7 pagi!" teriak Grizelda panik.
Syafiq bangun dengan mengucek-ucek matanya.
"Ya udah ayo pulang," ajak Syafiq.
"Kak Glinda, Kak Jelita, Sahara, ayo bangun," ujar Grizelda mengoyang-goyangkan badan mereka.
Tapi mereka malah nggak bangun-bangun. "Ya udah tinggalin aja mereka, nanti biar petugas yang membangunkan mereka, " ucap Syafiq berdiri.
"Nggak apa-apa niih?" tanya Grizelda yang tadinya masih mengantuk sekarang matanya menjadi segar mengingat ia berangkat ke negara impiannya.
"Udah, nggak apa-apa," ucap Syafiq meletakkan uang 5.000.000 di dalam tas mereka masing-masing. "Ini sebagai uanh perminta maafan kami ya karena meninggalkan kalian, siapa suruh kalian di bangunin tapi nggak mau bangun," ucap Syafiq.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 15.000.000
Sisa hadiah Anda 18.771.000.000
Syafiq dan Grizelda pun pergi meninggalkan mereka yang masih tertidur pulas dan bergegas pulang kerumah, mandi dan menyiapkan baju dan mereka pun segera berangkat menuju bandara.
Grizelda mengosok-gosokan tangannya, tak sabar menunggu kedatangan pesawat dan ingin meluncur ke negara impiannya.
"Kok aku jadi deg-degan ya," ucap Grizelda memegang dadanya yang tak bisa ia katakan lagi karena ia sangat senang sekali.
Glinda, Sahara dan Jelita bangun dan mengucek-ucek matanya.
"Astaga! Ini sudah jam 8 pagi, aduuuh aku terlambat lagiiiii!" teriak Glinda kalang kabut.
"Di mana Syafiq dan Grizelda?" tanya Jelita mendapati mereka sudah tidak ada di tempat.
"Sepertinya mereka sudah pergi, dan ini dalam tasku ada uang," ucap Sahara mengambil uangnya dan menghitungnya.
"Iya, aku juga dapat," jawab Jelita. Glinda mengangguk-angguk karena di dalam tasnya juga ada uang.
"Ini ada 5 juta," ucap Sahara.
"Palingan dia merasa bersalah meninggalkan kita dan biar kita nggak marah, dia pun menyuap kita dengan uang," ucap Glinda.
"Ya udah kita pulang yuk," ajak Glinda.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih