
Amara menatap Syafiq yang asik dengan ponsel dan ngemil coklat pemberian dari wanita tadi dari depan pintu masuk.
Amara menarik nafas dan ia masuk keruangan dan meletakkan tasnya di atas mejanya. Syafiq melihat ke arah Amara dengan menekuk alisnya.
"Amaraaaaa!" teriak teman-temannya berlari mendekati Amara.
"Eh Amara, kok kenapa kamu cemberut?" tanya teman-temannya ketika melihat Amara sedang bete.
"Bukan apa-apa," jawab Amara manyun.
"Kenapa dia?" tanya kedua temannya saling berpandangan heran.
Ding ding
Misi baru
2 orang mahasiswa sedang bertengkar di atas balkon karena merebut seorang wanita.
Hadiah 500.000.000
Syafiq berdiri lalu meletakkan kotak coklat di depan Amara.
"Habisi," ucap Syafiq pergi bergitu saja.
"Waww... enak nih," ucap teman Amara menyentuh coklatnya.
Amara menepok tangan temannya.
"Aduh!" teriak temannya sambil mengosok-gosok tangannya yang di pukul Amara.
Amara mengambil kotak coklat itu meremukkannya lalu membuangnya ke tong sampah saking geramnya.
__ADS_1
Syafiq berlari menuju di atas balkon tingkat atas.
"Aku yang dulu menyukainya, kenapa kamu yang duluan menembaknya!" teriak pria yang berjacket levis.
"Lalu kenapa! Jika kau menyukainya lalu kenapa tidak kau nyatakan cintamu, setelah aku maju duluan, barulah kau sibuk, kau itu nggak gantleman!" teriak pria yang berbaju kameja abu-abu.
"Aku sedang mempersiapkan tempatnya," jelasnya.
"Bukan urusanku kau mau apa, kenapa tidak dari dulu kau mempersiapkannya dan di saat aku sudah maju kau baru mempersiapkannya, bisa saja kau hanya beralasan dan mempersiapkannya 1 tahun lagi," ejek pria kameja itu.
"Jangan cari perkara kau!" teriaknya tak terima.
"Kenapa kau marah! Berarti apa yang aku katakan itu benar, dasar pecundang!" maki pria itu lagi.
"Bajingan!" teriak pria itu mencengkram baju berkemeja itu dan meninjunya.
Pria berkemeja itu pun membalasnya.
Syafiq datang mengenegahkan mereka berdua.
"Kalian bertengkar jangan di sini di ring tinju sana," ucap Syafiq meleraikan.
Mereka maju ingin saling bertinju, tapi Syafiq mendorong keduanya.
Mereka lagi-lagi ingin berantem Syafiq menghalangi keduanya agar tidak saling berdekatan.
"Akan ku bunuh kau!" teriaknya geram.
"Kau yang akan ku bunuh!" teriak yang satunya lagi.
"Kalian jika tak mau berhenti, ku lempar kalian dari balkon ini," ucap Syafiq kesal.
__ADS_1
Keduanya berhenti meskipun cara pandangnya menyimpan dendam.
"Kalian kenapa harus berantam? Haissshhh... Sungguh kalian sangat bodoh, bertinju itu tidak menyelesaikan masalah, kenapa kalian tidak tanya langsung sama orangnya," ujar Syafiq menunjuk ke arah gadis yang menangis itu.
Mereka pun melihat ke arah wanita itu.
"Yessy, kau pilih aku atau dia?" tanya pria yang berkemeja itu.
Gadis itu menundukkan kepala sungguh berat bibirnya untuk di gerakkan.
"Katakan Saja Yessy, aku ikhlas siapa pun yang kau pilih," ujar pria berkemeja itu.
"Maafkan aku, tapi aku tidak memilih kalian berdua karena aku menyukai orang lain?" ucap gadis itu pelan.
"Ha? Jadi siapa yang kau suka?" tanya pria berjacket itu.
"Hahahaha... kalian berdua berantem, padahal salah satu dari kalian nggak ada yang di pilih," ucap Syafiq sambil tertawa.
"Aku menyukai Syafiq," wanita itu.
"Apaaa!" teriak Syafiq tak berkata-kata dengan sambil melongo.
Mereka berdua pun melongo sambil melihat ke arah Syafiq.
"Kalian jangan melihatku seperti itu," ujar Syafiq.
BERSAMBUNG
jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih
__ADS_1