
Syafiq dan Yedi pun mereka segera pulang, aku belum makan nih, mampir dulu yuk ke restoran," ucap Yedi.
Syafiq memandang Yedi manyun. "Tadi tak tanggung kau marah besar sama pria itu dan sangat khawatir dengan pamanmu, sepertinya kau sudah tidak khawatir lagi," ucap Syafiq.
"Hehehe, khawatir boleh, tapi perut perlu di isi biar ada tenaga buat khawatir lagi," ucap Yedi terkekeh.
Syafiq membelokan mobilnya masuk di perkarangan restoran tersebut lalu memarkirnya.
Mereka berdua pun turun dari mobil dan memilih tempat duduk yang nyaman.
"Silakan Tuan melihat buku menunya," ujar pegawai restoran tersebut menyerahkan kepada Syafiq dan Syafiq pun menerimanya.
"Aku pesan spageti isi cumi, puding melon dan cappocino cincau," pesan Syafiq
"Aku sama dengannya," ucap Yedi.
"Baiklah jika begitu, tunggu sebentar ya," ucap pelayan itu undur diri.
Tak lama kemudian makanan mereka pun sampai. Syafiq mulai ingin menyendok makanannya.
Ding ding
Misi baru
Menolong seorang pejalan kaki yang sedang melintas yang tetabrak Mobil.
Hadiah 500.000.000
Syafiq langsung berdiri. "Kamu lanjut aja makannya," ucap Syafiq berlari ke depan.
Dari seberang nampak seorang wanita memandang kiri kanan, sepertinya dia hendak menyebrang.
Syafiq melambaikan tangannya ke arah wanita itu memberi kode agar jangan menyebrang dulu.
"Hey... jangan menyebrang dulu, tetap di sana!" teriak Syafiq dari kejauahan.
__ADS_1
Wanita itu melihat ke arah belakangnya tapi tidak ada orang. "Pria itu ngomong sama siapa sih?" tanya wanita itu heran.
Kembali Syafiq melambaikan tangannya melihat ke arah wanita itu dan wanita itu melihat kekiri dan ke kanan tapi tidak ada orang yang merespon lalu wanita itu menunjuk dirinya.
Dari kejauhan Syafiq mengangguk dan kembali menyilangkan tangannya.
Yedi melihat temannya yang seperti orang gila itu ia tertawa cekikikan.
"Syafiq-Syafiq, ku kira kau mau ke toilet, rupanya mau joget di sana," jawab Yedi tertawa geli.
"Maksud dia apa sih, aku nggak ngerti," ucap wanita itu mengkerutkan kening. Ketika saat kendaraan agak sedikit sepi, wanita itu pun menyebrang jalan, dari jauh ada sebuah mobil melaju sangat kencang, Semua orang menjerit dan wanita itu berjalan tanpa mengetahui arah datangnya mobil tersebut, tanpa pikir panjang lagi, Syafiq memberanikan diri belari ke tengah jalan untuk menghentikan mobil tersebut.
"Tambahkan kekuatan,"
Kekuatan di tambah
Memuat...
Mulai
10%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
__ADS_1
100%...
Selesai
Bruuummmm!
Duakkkkkkkkk!
Syafiq memberhentikan mobil itu dengan paksa sehingga mobil itu pun menjadi berhenti dan terbalik.
Mereka melihat kejadian itu menjerit ketakutan.
"Syukurlah masih sempat," ucap Syafiq dan ia pun terduduk lemas.
"Eh apa yang terjadi?" tanya wanita itu melihat ke arah mobil terbalik dan ke arah Syafiq.
Ding ding
Poin Anda di potong 50 poin
Sisa poin Anda 70 poin.
"Tidak ada apa-apa," jawab Syafiq.
"Syafiq! Syafiq! Kamu tidak apa-apakan?" tanya Yedi memegang bahu Syafiq.
"Aku baik-baik saja," ucap Syafiq. "Bantu aku berdiri," pinta Syafiq.
"Baiklah," ucap Yedi membantu Syafiq berdiri.
"Hey kau, dia membantumu dari tabrakan mobil itu, tidak bisakah kau ucapkan hanya terima kasih saja," omel Yedi.
"Sudahlah," ucap Syafiq.
"Mana bisa begitu, kalau bukan karena dia, belum tentu kamu bisa berdiri di sini," lanjut Yedi.
__ADS_1
"Udahlah, ayo kita lanjut makannya," ujar Syafiq.
BERSAMBUNG