
Syafiq juga berusaha memegang tangan gadis itu.
Sedangkan yang lainnya, buru-buru turun mobil dan membantu memegang gadis itu agar tidak terjun.
"Lepaskan aku! Biarkan aku mati saja!" teriaknya.
"Apa kau nggak kasihan pada ibumu? Dia capek-capek melahirkanmu dan kamu dengan gampangnya ingin menghilangkan nyawamu, hargai hidupmu yang sudah di berikan oleh ibumu," nasehat Syafiq.
"Justru dia menjebakku dalam pernikahan yang tidak aku inginkan, aku tak mau menikah denga pria tua bangka itu, aku tau dia memang melahirkan ku, tapi tidak seharusnya dia korbankan kebahagiaanku!" teriaknya sambil menangis.
"Ini sih memang perkara sulit. Turun kamu dulu, kita bicarakan baik-baik, mana tau kami bisa bantu menyelesaikan masalahnya," ucap Brima.
"Tidak mau! Aku lebih baik mati saja dari pada menikah pria tua itu!" teriaknya dan menghempaskan tanga Syafiq dan tangan Brima hingga tangannya terlepas.
Untung saja Sahara masih memegang erat bajunya. "Cepat!" teriak Sahara tak sanggup untuk memegangnya.
Para pria membantu menarik gadis itu naik ke atas, penyelamatan berjalan dengan khidmat.
Gadis itu pun di dudukkan di tapi jembatan.
"Biarkan aku mati, untuk apa aku hidup dengan orang yang tidak aku cintai, apa lagi pria tua bangka itu, aku tak terima!" teriaknya menangis memegang kepalanya sambil mengelengkan kepalanya.
"Kamu tenang dulu, jangan menangis ya, kan malu di lihat orang," bujuk Glinda.
__ADS_1
Gadis itu terdiam. Tiba-tiba ia balik badan dan ingin memanjat lagi, para gadis-gadis itu menjerit, secepatnya Syafiq menarik baju gadis itu lalu menuruninya lagi.
"Apa kau tidak mau dengar dulu saran kami, mati tidak menyelesaikan masalah, kau masih muda, masih panjang perjalananmu, masih banyak yang harus kamu lakukan di dunia ini," ucap Syafiq.
"Apa yang bisa aku lakukan jika aku di nikahi pria tua itu! Apa hidupku ku habiskan hidup bersamanya, aku tak rela," ucap gadis itu menyilangkan tangannya di dadanya.
"Ya sudah, ayo kita cari tempat untuk mengobrol, di sini kita tidak leluasa untuk mengobrol," ajak Syafiq.
Sahara membawa gadis itu masuk ke dalam mobil dan mereka pun bergegas menuju cafe milik Syafiq.
"Selamat datang Tuan, srlamat datang Nona," ucap kasir itu.
Para pegawai itu mendatangi Syafiq.
Syafiq memberikannya kepada Bara. "Pesanlah sesuka kalian, ini cafe milikku," ucap Syafiq.
"Ini cafemu Syafiq? Ah… aku ingin mencicipi makan di sini," ucap Brima bersemangat.
"Iya. Oh ya, jika mereka semua ada datang ke sini, gratiskan makanan yang mereka mau, mereka semua teman-temanku," ucap Syafiq.
"Baik Tuan," angguk pegawai itu.
"Aku mau spageti daging, desser box dan minuman jus jeruk," ucap Brima.
__ADS_1
"Astaga! Perutmu isinya apa sih? Setelah kau menikah nanti uang kerjamu habis hanya untuk mengisi perutmu saja," ucap Glinda manyun.
"Ini kan mumpung gratis," ucap Brima.
"Udah nggak apa-apa. Bang Bara pesanlah, dan pesankan makanan yang paling mahal di sini," ucap Syafiq.
"Aku pesan yang kalian makan saja," ucap Bara.
"Baik Tuan," angguk pelayan.
Pelayan itu pun kembali ke dapur.
"Ceritakan masalahnya," ucap Syafiq kepada gadis itu.
"Kaliankan sudah tau jika aku akan di jodohkan kepada kakek tua itu," ucap gadis itu. Sahara memberikan tissu kepada gadis itu.
"Iya, kenapa kamu sampai di jodohkan?" tanya Syafiq.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih
__ADS_1