SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 271


__ADS_3

Saat melewati lorong, Syafiq tak sengaja menabrak seseorang karena ia terlalu fokus dengan ponselnya.


"Aduh!" teriak seorang yang Syafiq tabrak dan ia terjatuh terduduk di lantai.


"Eh maaf, maaf, aku nggak sengaja," ucap Syafiq berjongkok di hadapan salah satu mahasiswi.


Mahasiswi itu menatap Syafiq.


"Hm… maaf, apa ada yang salah?" tanya Syafiq.


"Tidak," ucapnya memungut ponselnya yang terjatuh di lantai.


"Maaf tadi membuat kamu terjatuh, apa ada yang terluka?" tanya Syafiq.


"Eh tidak ada, aku juga minta maaf," ucap gadis itu masuk ke ruangan di mana tempat Syafiq belajar.


"Eh, satu ruangan? Tapi aku tidak pernah melihatnya," ucap Syafiq heran.


"Hey Syafiq. Kamu ngapain benging di depan pintu," ujar Yedi menepuk pundak Syafiq. Yedi baru saja sampai ke kampus karena kehabiaan bahan bakar di tengah jalan.


"Hm… kamu pernha lihat dia di ruangan kita nggak?" tanya Syafiq penasaran menunjuk ke arah mahasiswi yang baru ia lihat di ruangannya.


"Hm… wajar kalo kamu tidak tahu, kamu kan pernah hiatus setahun di kampus, dia bernama Eil, anak pengusaha kaya di Malaysia, waktu itu dia tidak masuk setahun karena ia mengantikan ayahnya menjadi ceo, karena sang ayahnya ingin mewarisi perusahaan itu kepadanya, jadi ia harus memegang beban itu di saat ia duduk di bangku kuliah. Tapi aku kagum dan sekali gus kasihan juga padanya," ucap Yedi.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Syafiq mengangkat alisnya.


"Kagum, karena ia ceo termuda. Kasihan, karena seharusnya seumuran kita dia masih harus bermain bersama teman-temannya, tapi ia malah tak punya teman, karena ia ibarat robot perusahaan," ucap Yedi.


"Jangan kasihan pada dirinya, kasihanilah pada dirimu sendiri, kamu kapan buka usaha sendiri untuk masa depan mu dan anak-anakmu," ucap Syafiq.


"Hehehe… aku bangun usaha apa ya? Kamu ada ide?" tanya Yesi meminta saran kepada Syafiq sambil merangkul bahunya membawanya masuk ke dalam ruangan.


"Hm… usaha apa ya? Hm… kamu boleh buka usaha klam renang kali ya," ucap Syafiq berpikir.


"Wah… mantap juga tuh, kalo gitu aku pinjam uang kamu deh, tapu aku bayarnya nyicil," ucap Yedi cengengesan.


"Hm… minta saran rupanya sekalian mau minjam duit," ucap Syafiq manyun.


"Ada maunya," ucap Syafiq mengambil ponselnya lalu mengirim ke rekening Yedi.


Pengiriman Berhasil✔


Ding ding


hadiah Anda di kurang 50.000.000.000


Sisa hadiah Anda 5.050.140.000.000.

__ADS_1


"Udah aku kirim tuh," ucap Syafiq.


"Ah iya, sms banking udah masuk nih. Waww… 50 milyar. Oke aku akan bayar perbulannya 500 ribu," ucap Yedi.


"Kapan lunasnya, mending nggak usah bayar," ucap Syafiq.


"Kamu sangat pengertian, terima kasih Syafiq," ucap Yedi bersuka cita, ia malah ingin mencium pipi Syafiq.


"Hey! Apa yang kau lakukan! Kau apa-apa'an ini!'' terika Syafiq menghalangi wajahnya.


"Aku ingin menciummu sebagai tanda terima kasihku," ucap Yedi menarik tangan Syafiq.


"Hey! Itu sangat menjijikkan!" teriak Syafiq.


Yedi pun berdiri belakang, lompat-lompat sambil jungkir balik saking girangnya.


"Dia malah seperti orang gila," ucap Syafiq mengelengkan kepalanya.


Eil memandang ke arah Syafiq, tak sengaja Syafiq melihat ke arah Eil sambil mengerutkan dahinya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2