
"Benarkan, karena pria itu," ucap Romi marah.
"Itu bukan karena dia, kamu jangan bawa-bawa dia donk!" balas Jelita.
"Jangan bohong kamu, dasar wanita munafik, kamu menolakku karena kamu sudahtt bermain dengannya kan? Wanita murahan!" maki Romi.
"Jaga ucapmu Romi!" bentak Jelita. "Kamu jangan sembarangan bicara! Karena aku tidak menerimamu dan kau malah mengatakan hal menjijikan itu!" teriak Jelita.tttttþ
"Kau memang dasar wanita pengoda, aku pikir kau wanita baik-baik, sudah berapa pria yang tidur denganmu, berapa bayaranmu? Pantas saja kamu menjadi Ceo karena kau menjual dirimu!" ucap Romi menyengir mengejeknya.
"Jaga ucapanmu kau pria brengsek! Aku menyesal mengenalmu! Kau pria menjijikan!" teriak Jelita.
"Apa kau bilang! Aku pria menjijikan? Kau lebih menjijikan!" ucap Romi mencekik leher Jelita.
"Lepaskan!" teriak Jelita memegang tangan Romi berusaha melepaskan cekikannya.
"Uhuk! Uhuk!" Jelita sampai batuk-batuk dan nafasnya mulai sempit karena cekikan Romi semakin kuat.
Ding ding
Misi baru
Selamatkan Jelita
Hadiah 4.000.000.000
"Eh, Apa terjadi sesuatu pada Jelita?" tanya Syafiq dan ia pun segera berlari ke arah perginya Jelita tadi.
"Kemana Syafiq!" panggil Grizelda ketika melihat Syafiq pergi.
Syafiq datang lalu menendang Romi.
Bruuk!
Romi pun terjatuh.
"Kurang ajar, kau sudah melakukannya dengan Jelita, akan ku habisi kamu!" teriak Romi melayangkan tinjunya ke arah Syafiq.
Syafiq menerima tinjunya dan menangkap tangannya lalu menendang perutnya.
"Kau jika berani jangan sama perempuan!" teriak Syafiq.
"Lalu kenapa? Kalian laki-laki dan perempuan menjijikan!" balas Romi.
"Aku tadi berbohong padamu dan ternyata cintamu hanya sebatas itu kepada Jelita, jika kau benar-benar mencintai dia, kau harus terima dia apa adanya dan dengan situasi apa pun, dan hanya karena aku bicara sepeti itu kau langsung percaya, berarti kau mencintai dia hanyalah bohong," ucap Syafiq.
Semua para tamu undangan berdatangan karena suara keributan itu.
"Jelita... aku minta maaf, aku yang salah menilaimu itu karena dia," ucap Romi menyalahkan Syafiq.
"Hey! Kau yang salah kenapa menyalahkanmu!" terial Syafiq tak terima.
"Itu karena kau mengatakan hal buruk tentangnya," jawab Romi.
__ADS_1
"Hey kapan aku mengatakan hal buruk tentangnya, kau jangan bikin drama setelah kau menyakiti dia," ucap Syafiq bersitegang.
"Jelita, maafkan aku jelita, aku tadi hanya Khilaf, aku tidak bermaksud menyakitimu," ucap Romi memohon.
"Sudahlah Romi, aku jadi sangat benci kamu," ucap Jelita meninggalkan tempat kejadian.
"Jelita!" panggil Syafiq. "Ingat! Jika kau berani mendekati Jelita lagi, ku patahkan lehermu!" ancam Syafiq dan ia pun berlari mengejar Jelita.
"Kak Jelita! Kamu nggak apa-apakan?" tanya Sahara merangkul pundak Jelita.
"Aku nggak apa-apa, ayo kita pulang saja," ucap Jelita berjalan cepat menuju mobilnya yang di ikuti oleh ketiga temannya.
Syafiq juga berlari mengejar Jelita.
"Jelita kamu ngga apa-apakan?" tanya Syafiq.
"Iya aku nggak apa-apa, ayo pulang," ucap Jelita tak bersemangat.
Mereka masuk mobil.
"Eps... tunggu sebentar," ucap Sahara. Sahara pun balik lagi ke dalam tempat pesta dan ia kembali mengambil hadiah yang mereka berikan tadi.
"Rugi memberikan kepadanya," ucap Sahara menenteng membawanya kembali ke mobil.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Grizelda.
"Mengambil kembali hadiahnya, untuk apa memberikan barang mahal kepada pria brengsek itu," ucap Sahara.
Mereka pun bergegas pulang.
Ding ding
Selamat Anda mendapatkan 4.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 15.786.000.000
Selamat Anda mendapatkan 10 poin
Poin Anda menjadi 210 poin.
Syafiq melajukan mobilnya terlebih dahulu dan memelankannya di depan mobil Jelita dan pelan-pelan berhenti.
Mobil Jelita pun berhenti.
Syafiq menongolkan kepalanya dari jendela mobilnya.
"Kita main dulu yuk," ajak Syafiq.
"Kemana?" tanya Glinda.
"Kemana menurut kalian suka," ucap Syafiq.
"Kemana?" tanya Glinda kepada Jelita.
__ADS_1
"Kakak mau kemana?" Jelita balik bertanya.
"Untuk merayakan kepergian Syafiq dan Grizelda, kita ke tempat karaokean yuk, aku ingin nyanyi sepuasnya dan juga agar kamu juga terhibur," ucap Glinda.
"Ya udah, ayo," angguk Jelita.
"Kita ke tempat karaokean terdekat aja deh," ucap Glinda.
"Oke!" ucap Syafiq setuju dan ia duluan melajukan mobilnya.
Mereka pun berhenti di depan Karaokean dan masuk ke dalamnya.
Syafiq berhenti dan jalan mundur kebelakang.
"Hm... Grizelda, kamu nggak traumakan tempat ini?" tanya Syafiq.
"Eng... sebenarnya ada sedikit sih, tapi aku akan melawankan rasa takut ini, aku nggak boleh terus dalam ketakutan," ucap Grizelda menyakinkan dirinya.
"Bagus, aku percaya Grizelda wanita tangguh," ucap syafiq menepuk pundak Grizelda.
"Awwww... Kau ingin membunuhku," ucap Grizelda memegang pungungnya.
"Eh maaf, maaf, maaf," ucap Syafiq mengosok punggung Grizelda.
"Syafiq pesankan ruangannya," pinta Sahara.
"Oke!" ucap Syafiq jalan maju kedepan. Ia pun memesan 1 ruangan beserta makanannya.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 6.000.000
Hadiah Anda menjadi 15.780.000.000
"Baik Tuan, Anda bisa menuju ruang 10," ucap pegawai itu memberikan kunci ruangannya.
"Baiklah, Ayo kita pergi," ajak Syafiq.
Mereka pun masuk ke ruangan.
"Wah... tempat mewah ya," ucap Sahara.
"Ya iyalah sewanya aja 6 juta," ucap Syafiq.
Glinda mengambil mikrofon dan mulai menyetel musik dan lagu yang ia suka.
"Ayo, kita duet," ajak Glinda memberikan Microfonnya.
Sahara maju kedepan dan mengambilnya. Mereka pun bernyanyi meskipun Glinda ada sedikit suara falsnya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih