
Malam pun tiba.
Tok!
Tok!
Tok!
"Sebentar," ucap Syafiq dari balik pintu. Syafiq pun membuka pintu.
"Emerson, udah siap?" tanya Syafiq yang baru saja bangun.
"Kamu sepertinya baru bangun," ucap Emerson masuk kamar Syafiq.
"Kamu di sini sebentar ya, aku panggilin teman aku agar dia juga bersiap-siap," ucap Syafiq.
Emerson mengangguk.
Tok!
Tok!
Tok!
"Grizelda," panggil Syafiq.
"Sebentar," jawab Grizelda dan segera membukakan pintu untuk Syafiq.
"Kenapa?" tanya Grizelda mengerutkan dahinya.
"Ayo kita pergi ke restoran mahal," ajak Syafiq.
"Waawww, beneran?" tanya Grizelda dengan mata berbinar.
"Masa bohong, cepat sana, siap-siap," ucap Syafiq yang beranjak daro depan pintu kamar Gruzelda.
Dengan suka cita, Grizelda segera berdandan cantik, berhubungan ke restoran, Grizelda memakai gaun dan mengikat rambutnya dan memiringkan poninya.
"Aku udah cantik belum ya?" tanya Grizelda membolak-balik badanya di depan cermin lemari.
__ADS_1
Ia pun keluar dari kamarnya dan menghampiri kamar Syafiq. "Eh tidak di kunci," ucap Grizelda memegang ganggang pintu dan mendorongnya. "Syafiq," panggil Grizelda membuka pintu kamar Syafiq.
"Hey! Tutup kembali pintunya!" Teriak Syafiq.
Duakk!
Grizelda membanting pintunya.
"Astaga! Lain kali aku harus hati-hati nih," ucap Grizelda memegang dadanya.
Grizelda melihat Syafiq menganti pakaian, kalo Syafiq mungkin tidak masalah, tapi pria asli paris itu, kenapa ikut-ikutan.
"Astaga! ini sangat memalukan!" jerit Grizelda dalam hati dengan menutup wajahnya. Ia kembali ke kamar dan menutupi wajahnya dengan bantal.
"Grizelda, ayo pergi!" teriak Syafiq.
Grizelda bangun, ia sangat bimbang, mau pergi apa nggal ya? Karena ia sangat malu tadi.
"Ya udah pergi deh, kapan lagi ke sini, ini kesempatan bagus," ucap Grizelda membuka pintu dan menatap Syafiq dalam diam.
"Kamu ngapain lagi, cepat kunci kamarmu, nanti di curi orang barang-barangmu," pesan Syafiq.
Emerson menyewa mobil karena mobilnya sudah rusak. Dan mereka bertiga pun naik ke dalam mobil.
Emerson mengulurkan tangannya ke arah Grizelda. "What is your name?" tanya Emerson.
"Grizelda," jawab Grizelda menyalamii tangan Emerson.
"Nice to meet you Grizelda," ujar Emerson tersenyum.
"I too," jawab Grizelda dengan senyum terpaksa.
Emerson menginjak pedal gas dan melaju di jalanan.
Sesampainya di sebuah restoran mahal, mereka pun berhenti dan memarkirkan mobilnya.
"Camon," ucap Emerson.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam restoran tersebut.
__ADS_1
"Wah... restorannya mewah banget," ucap Grizelda kagum melihat lukisan terpasang di setiap dinding dengan lampu kristal mewah gedung ala prancis asli.
"Kenapa? Beda seperti restoran di negara kita ya?" tanya Syafiq.
"Iya, nggak sia-sia datang kesini," ucap Grizelda tersenyum.
"Silakan pesan Nona," ucap Emerson memberikan buku menu kepada Grizelda.
Meskipun Grizelda nggak tau artinya, tapi karena Emerson memberikan buku menu berarti Emerson menyuruhnya memesan. Grizelda pun mengambilnya dan melihat menu makanannya.
"Sepertinya sangat enak-enak, Syafiq pesankan aku yang ini, Aku mau makan yang ini, sepertinya sangat enak," ucap Grizelda memiringkan badannya ke arah Syafiq.
"Nggak ada yang lain, jarang-jarang ke sini buat makan, kenyang-kenyangkan perutmu," saran Syafiq.
"Iya deh tambah satu lagi," angguk Grizelda.
"Kami mau pesan yang ini," ucap Syafiq memesankan makanannya dan Grizelda sedangakn Emerson memesan makanannya sendiri.
Ding ding
Misi baru
Seseorang memasukkan racun kedalam bahan masakan sengaja untuk membuat pelanggan sakit perut.
Hadiah 5.000.000.000
"Hm Grizelda kamu tunggu di sini dulu ya, Emerson aku pergi sebentar, aku titip Grizelda," ucap Syafiq.
Emerson mengangguk. Sedangkan Grizelda hanya menatap kepergian Syafiq.
Syafiq masuk ke dalam dapur. "Ada yang bisa kami banti Tuan?" tanya sang koki.
"Iya, pesanan saya tadi cabenya di pisahkan," ucap Syafiq meskipun membuat para koki itu bingung melihat satu sama lain.
Syafiq melihat sekeliling memantau keadaan jika ada yang mencurigakan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih