
xxx
Keesokan paginya, Syafiq terbagun dari tidurnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 08:00, sedangkan Emerson masih tertidur.
"Hey bangun!" ucap Syafiq menendang bokong Emerson.
Emerson bergerak dan mengucek-ucek matanya.
"Di mana aku?" tanyanya melihat dengan mata sipit.
"Jangan sok kamu, ini di hotel, ayo cepat bangun," ucap Syafiq.
"Kok aku berada di kamarmu? Bukanya kita ada di bar?" tanyanya duduk di kasur.
"Kamu harus beri Grizelda kompensasi yang besar, gara-gara jagain kamu dia hampir di per kosa oleh pria mabuk," ucap Syafiq.
"Lalu kemana kamu?" tanya Emerson.
"Aku mengejar wanita yang sudah mencuri dompetmu, nih ambil," ucap Syafiq melempar dompet ke arah Emerson.
Emerson menangkapnya.
"Oke aku minta maaf, aku akan beri dia kompensasi untuknya.
"Minta maaf langsung dengannya, dan dia ingin sekali pergi ke menara Eiffel, kita kesana nanti," ucap Syafiq mengambil handuk dan masuk kamar mandi.
Emerson juga ikut masuk ke kamar mandi.
"Hey! Kau sana masuk ke kamarmu," ucap Syafiq.
"Oke! Oke!" jawab Emerson keluar dari kamar Syafiq yang kepalanya masih puyeng.
Syafiq pun segera mandi dan berganti pakaian.
Tok!
Tok!
Tok!
"Syafiq!" panggil Grizelda dari balik pintu.
"Ya masuk, nggak di kunci," jawab Syafiq menyisir rambutnya.
"Kamu pakai bajukan?" tanya Grizelda menegang gagang pintu.
"Iya," jawab Syafiq melihat ke arah pintu.
Grizelda pun datang bersama Evelin.
"Hy Syafiq," sapa Evelin melambaikan tangan.
"Hy juga Evelin," jawab Syafiq tersenyum.
__ADS_1
"Udah siapkan? Ayo sarapan bentar yuk," ajak Grizelda.
"Ya udah ayo," angguk Syafiq. Mereka keluar dari kamar dan Syafiq masuk kamar Emerson.
"Ayo kita sarapan," ajak Syafiq.
"Aku belum mandi," ucap Emerson.
"Nanti saja mandinya," ucap Syafiq menarik baju Emerson dan membawanya masuk lift.
Mereka pun sampai di restoran hotel.
"Kamu mau makan Apa Griz?" tanya Evelin.
"Aku samaan aja sama kamu," ucap Grizelda malu.
"Oke!" ucap Evelin segera memesankan makanannya.
"Ow, jadi pengunjung ya Evelin?" tanya temannya.
"Iya, hari ini aku minta cuti buat nemani mereka," jawab Evelin kepada teman kerjanya.
"Oh begitu, Tuan pesan apa?" tanya pegawai itu kepada Syafiq.
"Aku sama dengan mereka berdua," ucap Syafiq.
"Aku juga. Hoaaam," ucap Emerson sambil menguap.
"Iiihh... bau," ucap Grizelda menutup hidungnya sambil mengibas-ngibaskan tangannya dan Evelin tertawa.
"Oke! kita ke tempat penjualan tas dan jam tangan dan kemudian baru tempat Emerson, kita borong parfumnya," ucap Syafiq.
"Baguslah jika kamu borong, aku bisa ganti parfum baru," ucap Emerson.
"Kau sudah janji kasih harga diskon ya," ucap Syafiq mengingatkan.
"Aman Friend, aku juga akan memberi Grizelda dan temannya perfum gratis," ucap Emerson.
"Oh ya aku belum kenalan denganmu," ucap Emerson menyodorkan tangannya ke arah Evelin.
"Evelin," ucap Evelin memperkenalkan diri.
"Emerson," jawab Emerson. "Apa kita jodoh? nama kita awalan yang sama," ucap Emerson mengodanya.
"Oh ya, tapi entahlah," jawab Evelin.
Makanan pun sampai dan mereka menyantapnya.
"Berapa semua makanannya?" tanya Emerson setelah mereka selesai makan.
"45.000.000," jawab pegawai itu.
Emerson mengeluarkan kartu ATM-nya dan mengesek di mesin pembayaran.
Triring
__ADS_1
Triring
Triring
Ponsel Evelin berbunyi dan ia segera mengangkatnya. "Halo," jawab Evelin.
"Kamu di mana?" tanya temannya.
"Kami sedang di lantai atas, kami akan segera turun," ucap Evelin
"Baiklah, aku tunggu di mobil dekat parkiran," jawab temannya.
"Oke!" jawab Evelin memutuskan panggilannya.
"Sudah selesai, ayo kita berangkat, temanku sudah menunggu di bawah," ucap Evelin.
"Ayo kita berangkat," ucap Grizelda berdiri.
Mereka pun segera turun ke parkiran. Emerson menyewa mobil untuk membawa barangnya nanti.
Grizelda dan Evelin naik mobil temannya. Sedangkan Emerson bersama Syafiq.
Mereka menuju tempat tujuan mereka yaitu tempat teman Evelin bekerja.
Sesampainya di sana, mereka segera turun dari mobil dan masuk toko.
"Wawww... banyak banget tasnya, cantik banget," ucap Grizelda kagum.
"Kamu mau berapa banyak?" tanya Pemilik toko.
"Seratus buah sama jam tangan juga," ucap Syafiq.
"Silakan di pilih," ucap pemilik toko.
"Ayo kita pilih," ajak Grizelda kepada Evelin.
Sedangakan Syafiq memilih jam tangan pria, sedangkan Emerson sibuk memilih jam tangan yang cocok untukknya.
"Berapa semuanya?" tanya Syafiq.
"Untuk jam tangan 10 milyar sedangakan untuk tas 12 milyar, semuanya 22 milyar, jadi saya kasi diskon 400.000.000 jadi Tuan cukup membayarnya 21.400.000.000 saja," ucap Pemilik toko itu.
"Baiklah," ucap Syafiq mengeluarkan kartu ATM-nya dan mengesek di mesin pembayaran.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 21.400.000.000
Sisa hadiah Anda 22.040.600.000.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1