
Mata Roni terbelalak melihat Syafiq. "Ini... ini mobil kamu?" tanya Roni tak percaya.
"Iya," jawab Syafiq.
"Pasti bohong, mana mobilmu?" tanya Roni.
"Ya ini mobilku," jawab Syafiq.
"Aku nggak percaya, hari ini adalah penentuan kita, bawa mobilmu ke sini," ujar Roni.
"Mau mobil mana lagi yang ingin ku bawa ya inilah mobilku, jika kau tak percaya kau bisa cek namanya," ucap Syafiq.
"Awas saja jika kamu bohong," ucap Roni. Ia pun mengecek nomor plat mobil milik Syafiq dan ternyata tertera nama Syafiq di sana.
Roni terdiam sesaat mencari alasan. "Aku yakin ini pasti pinjamanmu terus kau sewa atas namamu untuk sementara waktu, jika perjanjian sudah selesai baru kembali balik nama pemiliknya semula, benerkan?" tebak Roni.
"Heh! Emang aku kamu, nggak punya mobil mahala malah di paksa buat beli juga sampai uang jajan malakin orang lain," ucap Syafiq.
"Heh! Cepat saja kamu ngaku jika ini bukan mobil kamu!" bentak Roni.
"Kenapa memangnya? Ini atas namaku ya berarti ini mobilku, ini mobil belum tentu mobilmu, bisa jadi apa yang kau katakan adalah pengalamanmu saat ini," ucap Syafiq mencibir.
__ADS_1
"Hey! Ini mobilku, jika tidak percaya kau bisa cek nomor mobilku," ucapnya.
"Mau di cek bagaimanapun ya tetap mobilku yang mahal," ucap Syafiq menyengir.
"Kalah ya kalah aja," sahut Yedi yang tiba-tiba datang.
"Kamu jangan ikut campur ya," ujar Roni menunjuk ke arah Yedi.
"Kamu tahu nggak? ini mobil Sultan beli seharga 8 milyar dan di temani sama ceo cantik lagi, wah... hidup Syafiq benar-benar sempurna," ucap Yedi mengeleng kepala, ia sengaja memanasi Roni dengan kenyataan yang ada.
"Kau tidak perlu memanasinya dengan hal yang tidak berguna baginya, mending selesaikan taruhan ini," ucap teman Roni.
"Mau di menang kayak mana pun Sudah jelas pemenangnya," balas Yedi.
"Ini mobil seharga 8 Milyar dan mobil Roni seharga 6 Milyar, coba tebak mobil siapa yang paling mahal," ucap Yedi.
"Eh serius, ini mobil 8 miliyar?" tanya temannya kepada Roni.
Roni menatap tajam Syafiq yang tersenyum sambil mengode melihat ke kakinya, menunjukkan jika yang kalah tentu saja harus bersujud.
"Persetaan dengan taruhan," ucap Roni masuk mobilnya.
__ADS_1
Syafiq juga masuk mobilnya dan melaju menghadangan mobil Roni.
"Minggir!" Bentar Roni.
"Mau kabur kemana kamu? Ayo sujud dan panggil aku kakek, aku ingin sekali menjadi kakekmu," ucap Syafiq
"Iya, Roni kalau jadi orang yang gantle donk, udah kalah nggak mau mengakuinya, bukannya kamu yang ngajak taruhan," ucap salah satu mahasiswa yang sedan merekam untuk kontennya.
"Iya nih Roni, kamu udah janji katanya siapa yang kalah harus sujud dan manggil kakek, kamu jangan ingkar janji dan kamu juga sudah menyuruh kami menjadi saksinya dan sekarang kami sudah jadi saksi untuk merekamnya," sahut mahasiswa yang lain.
"Kamu kalo nggak mau di katai pecundang harus tepati janjimu," balas yang lain.
"Iya bener tuh, ayo sujud, ayo sujud, ayo sujud, ayo sujud," teriak mereka bersamaan sambil bertepuk tangan.
"Kurang ajar," ucap Roni geram sambil menatap Syafiq yang tersenyum menyeringai.
Mau tak mau Roni bersujud di kaki Syafiq. "Jangan lupa panggil apa?" tanya Syafiq.
"Ya kakek," ucap Roni dan Yedi tentu saja tidak mau ketinggalan momen yang sangat berharga itu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih