SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 236


__ADS_3

"Hm… Sahara, maaf waktu aku menyatakan perasaanku aku tidak membawa apa-apa, jadi aku memesankan 9.999 tangkai bunga mawar merah untukmu, semoga kau suka," ucap Syafiq menyerahkan kepada Sahara.


Sahara mencium bunganya. "Ini sangat harum, terima kasih ya Syafiq," ucap Sahara tersenyum.


"Sama-sama," angguk Syafiq.


Mereka kembali duduk di kursi.


"Oh iya Bibi ada bawa hadiah buat kalian berdua," ucap bibi mengeluarkan kotak dari tasnya.


"Hm… jangan bilang Bibi membelinya dari uang yang aku kirim," tebak Syafiq.


"Ya enggaklah, ini uang hasil kerja pamanmu lho," ucap Bibi.


"Terima kasih paman," ucap Syafiq.


"Terima kasih paman, Bibi," ucap Sahara menerimanya.


"Ayo di buka," ucap pamannya.


Sahara membukanya. "Waawww… cincinnya sangat cantik," ucap Sahara senang.


"Cincin apa'an ini? Cincin tunangan?" tanya Syafiq mengambil salah satu cincin tersebut.


"Ya terserah kamu, tapi cincin itu harganya tidak mahal, paman hanya bisa memberi kalian cincin yang murah saja," ucap pamannya.


"Tidak masalah, jangan lihat apa bentuknya, tapi lihat siapa yang memberinya," ucap Sahara.


"Sini aku pakaikan," ucap Syafiq mengambil tangan Sahara dan memakaikan cincinnya.


"Sini, biar aku jadi fotografernya," ucap Yedi mengambil ponselnya dan memotret Syafiq dan Sahara.

__ADS_1


"Wah… ini momen yang sangat membahagiakan," ucap Yedi.


"Kirimkan lewat pesan, aku akan memasukkan ke media sosialku," ucap Syafiq.


"Aman tuh," ucap Yedi mengacungkan jempol.


Sahara juga memasangkan cincin ke jari Syafiq.


Mereka semua bertepuk tangan bahagia.


"Maaf ya Syafiq, aku binggung mau beri kalian apa, karena kamu semuanya punya, aku jadi binggung aja mau ngasih kalian apa," ucap Jelita.


"Udah nggak apa-apa, melihat kalian berkumpul aku udah senang kok, ya'kan Syafiq," ucap Sahara.


"Iya, jadi nggak perlu repot-repot memikirkan hadiahnya," ucap Syafiq.


"Ya, aku cuma bisa ngucapin selamat aja buat kalian," ucap Glinda.


"Terima kasih kakakku," ucap Sahar.


"Kalian udah laparkan?" tanya Syafiq.


"Nggak laper pun kalo mencium bau makanan yang mengugah selera begini pasti jadi laper," ucap Brima.


"Baiklah, sedikan makanannya," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk mereka.


Para pelayan membawa makanannya dan menyajikan di meja mereka.


"Ini makanannya sangat enak," ucap Brima.

__ADS_1


"Kau kenapa melihat makanan seperti ini seperti melihat kakek nenek monyang mu," ucap Glinda.


"Ini lebih dari pada kakek nenek monyangku, ini adalah penyelamatku," ucap Brima.


"Iya, tapi jangan malu-maluin napa," ucap Glinda ketus.


"Udah kalo di tempatku tidak masalah, asal jangan di tempat orang," ucap Syafiq terkekeh.


"Sip," ucap Brima mengacungkan jempol tapi matanya melihat makanan lezat.


"Ayo di makan," ajak Syafiq.


Mereka pun menyantap makanannya sambil bercerita.


"Tidak menyangka kamu malah dapat Vila di tempat uang bagus ini," ucap Bibi.


"Iya, kalian seringlah datang ke sini, dan juga tadi aku beli sebidang tanah, aku punya rencana untuk membangun taman," ucap Syafiq.


"Itu sangat bagus, kami pasti akan mengunjungi," ucap Bibi.


Setelah selesai makan mereka pun masih duduk-duduk.


"Bibi, paman, aku sudah menyiapkan hadiah buat kalian," ucap Syafiq.


"Hadiah apa?" tanya Bibi.


"Itu ada 3 mobil yang baru aku beli kemaren, kalian pilihlah yang kalian suka," ucap Syafiq menunjuk ketiga mobil yang berjejer di depan vilanya.


"Pantas saja kamu nggak membolehkan kami membawa mobil sendiri," ucap Pamannya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2