SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 154


__ADS_3

Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 900.000.000


Hadiah Anda menjadi 1.963.548.400.000


Selamat Anda mendapatkan 20 poin


Poin Anda menjadi 290 poin.


"Ikut aku aja nangkep penjahat," ucap Syafiq.


"Apanya penjahat? kamu penjahatnya," ucap Glinda mencibir.


"Muka ganteng gini di bilang penjahat, yang ada orang pada mendekat," ucap Syafiq.


"Ya udah, istirahat makan yuk," ajak Grizelda.


"Iya aku juga udah laper," sahut Glinda.


"Ayo ke restoran," ajak Syafiq.


"Camon," ucap Grizelda.


Mereka pun bersama-sama naik mobil menuju restoran yang hanya 800 meter dari perusahaannya.


"Silakan di pesan," ucap pegawai restoran itu menyerahkan buku menunya.


"Kalian mau makan apa?" tanya Syafiq.


"Hm yang penting enak deh," ucap Sahara.


"Aku steak daging sapi premium, sama minuman jus jeruk peras dingin," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk pegawai itu mencatat pesanan tersebut.


"Aku juga sama deh," ucap Jelita.


"Samakan saja semuanya," sahut Glinda.


"Baiklah," angguk pegawai itu mencatatnya lagi. "Harap menunggu," ucap Pegawai itu dan melangkahkan kakinya masuk ke dapur.


Seketika mengheningkan cipta.


"Kenapa kalian?" tanya Syafiq memulai pembicaraan.


"Mana oleh-olehnya?" tagih Jelita.


"Nggak ada," jawab Syafiq enteng.


"Nggak ada gimana?" tanya Jelita lagi.


"Oleh-olehnya nggak bisa di bawa pulang kak," ucap Grizelda memelas.


"Kenapa? Apa sesuatu yang aneh?" tanya Jelita.


"Nggak aneh tapi emang nggak tau pas pemeriksaan nggak bisa di bawa pulang, maaf ya semua," ucap Grizelda mengatup kedua tangannya.


"Udah nggak apa-apa, asal kalian pulang dalam keadaan selamat," ucap Jelita tersenyum.


"Makasih ya kak, kakak baik deh," ucap Grizelda memeluk Jelita.


Tak lama makanan mereka pun sampai.


"Selamat menikmati," ucap pegawai itu.

__ADS_1


"Terima kasih," Jawab mereka semuanya.


Mereka pun melahapnya. "Wow, ini sangat enak," jawab Grizelda.


"Iya, besok kamu harus bukan restoran nih Syafiq," ucap Glinda.


"Siapa kokinya?" tanya Syafiq.


"Kamu sewa dari luar negeri," ucap Glinda lagi.


"Sewa terus masa sewanya habis restoranku tutup," ucap Syafiq.


"Kamu tanyakan apa saja resepnya sebelum habis masa sewanya," ucap Sahara.


"Ayolah, koki itu punya resep rahasia sendiri, mana mungkin dia ngasih tau gitu aja," ucap Syafiq.


"Benar juga," angguk Jelita.


Klontang!


Semua pengunjung terkejut terdengar suara berisik dari dapur.


"Ada apa itu?" tanya salah satu pengunjung.


Tak lama 2 orang perutnya mual-mual.


"Aduh, kenapa dengan perutku ini?" tanya pengunjung itu memegang perutnya.


"Aku juga sangat sakit," jawab temannya.


"Apa jangan-jangan makanan ini nggak?" tanya temannya meringgis ke sakitan.


Tak lama juga 1 keluarga yang sakit perut dan di ikuti Syafiq dan 4 orang gadis bersamanya.


"Aduuuhhh... perutku," ucap Grizelda tangan kanannya memegang perut dan tangan kiri memegang pundak Sahara.


"Aku juga," ucap Jelita menekan perut dengan kedua tangannya.


Semua orang mengeluh sakit perut.


"Bos, semua pelanggan kita sakit perut," ucap karyawan memantau dari pintu.


"Apa yang terjadi memangnya?" tanya bosnya.


"Sepertinya dari makanan kita," ucap karyawannya.


Bos itu pun menuju dapur. "Apa yang kalian masak sehingga para pelanggan semuanya sakit perut!" teriak Bosnya.


"Kami tidak melakukan apa pun," geleng koki yang lain.


"Coba kamu cek makanan apa yang bisa membuat mereka sakit perut," perintah bosnya.


Salah satu karyawan itu pun pergi ke depan.


"Kak perut kami sangat sakit ini, makanan apa yang kalian buat?" tanya salah satu pengunjung protes.


"Iya benar, mana bos kalian kami minta tanggung jawabnya," ucap pengunjung yang lain.


Syafiq menelpon ambulan segera, agar bisa membawa temannya ke rumah sakit karena ia juga merasa sakit perut.


"Mohon menunggu sebentar," ucap Karyawan itu dan ia pun berlari kembali ke dapur.


"Bos, mereka menyuruh Anda ke depan," ucap pegawainya.


Bos itu mau tak mau ia harus ke depan.


"Hey kamu tanggung jawab donk, atau kami laporkan me polisi," ancam pengunjung itu.

__ADS_1


"Tenang, tenang semuanya saya akan pertanggung jawabkan masalah ini," ucap bos itu.


"Tanggung jawab apa! Cepat bawa kami ke rumah sakit dan bayar ganti rugi 1.000.000 satu orang, jika tidak mau saya akan menghubungi polisi sekarang!" ancam salah satu pria memegang ponselnya.


"Tenang saya akan telpon ambulan untuk datang," ucap bos tersebut mengalah. Ia mengambil ponselnya dan segera menelpon ambulan.


Baru saja ia mau menelpon, ambulan pun datang.


"Itu Ambulannya, cepat sekali datangnya," ucap pengunjung itu.


"Aku belum menelpon ambulan," ucap bos itu heran.


Syafiq segera membopong Glinda masuk ke dalam mereka para pengunjung menyerbu ambulan tersebut.


"Maaf semuanya ini tidak bisa di naiki oleh orang banyak, tadi ada seseorang yang menelpon jadi hanya orang itu yang bisa naik dan juga kami akan langsung mengkonfirmasi rumah sakit agar bisa mengirimkan ambulan lagi," ucap supir ambulan itu.


"Pak saya yang menelpon tadi, tolong bawa ke 4 teman saya ini," ucap Syafiq.


"Baik, mari saya bantu," ucap supir itu dan di dalam mobil ada 2 orang suster dan mereka segera memberi infus untuk 4 gadis tersebut dan langsung menuju rumah sakit.


Supir itu juga mengkonfirmasi rumah sakit agar mengirimkan ambulan lagi untuk menjemput para pasien.


Syafiq mengendari mobilnya sendiri menuju rumah sakit meskipun perutnya juga merasa sakit.


Sesampainya di rumah sakit, 4 gadis itu di bawa masuk ke dalam dan langsung di periksa.


"Mereka sepertinya memakan suatu obat yang di masukkan ke dalam makanan, ayo ambil sampelnya," ucap dokter itu.


Mereka di beri obat sakit perut.


"Setidaknya ini sudah agak mendingan," ucap Glinda.


Tak berapa lama datang ambulan lagi membawa orang sakit dari restoran tersebut.


Syafiq juga di obati namun sakitnya tidak parah seperti orang yang lainnya.


Bos itu datang untuk bertanggung jawab.


"Hey! Kau harus tanggung jawab!" teriak salah satu pasien yang sedang di obati.


"Tenang! Saya datang memang untuk bertanggung jawab," ucap pemilik restoran tersebut.


Bos restoran itu pun membayar semua biaya pengobatan tersebut hingga ia habis jutaan.


Syafiq mendekati bos tersebut.


"Siapa yang melakukannya?" tanya Syafiq.


"Entahlah, namun mereka para koki di tahan oleh polisi," ucap bos itu.


Setelah rasa sakitnya hilang mereka pun di perbolehkan untuk pulang.


"Ayo naik mobil, kita kembali ke restoran tadi untuk mengambil mobil kalian," ucap Syafiq.


Ke 4 gadis itu masuk ke dalam mobil tersebut.


Sesampainya di sana Sahara masuk ke dalam mobilnya bersama Grizelda.


"Aku harus menangani ini," ucap Glinda.


"Tapi kan kamu masih sakit," ucap Jelita.


"Nggak apa-apa, seharian aku nggak dapet mangsa," ucap Glinda. "Kalau kalian mau pulang istirahatlah, aku akan pulang bersama Syafiq," sambungnya lagi.


"Hm... aku?" tanya Syafiq menunjuk ke arahnya.


"Tapi kamu bilang kalo mau tangkap penjahat harus ikut denganmu, jadi aku ikut denganmu menagkap penjahatnya," ucap Glinda membalikkan ucapan Syafiq.

__ADS_1


Bersambung


Mampir ya ke (System super Kultivasi)


__ADS_2